Friday, January 15, 2010

Recap God of Study episode 2


Akhirnya, Seok-ho mulai bekerja, membersihkan dan merapikan ruang kelas yang telah diberikan. Mari dan juga guru – guru yang lain yakin usaha Seok-ho mengumpulkan 5 pelajar di kelas khusus akan gagal. Soo-jung (Bae Doo-na) dengan enggan ikut membantu Seok-ho,  dan tetap dengan sikapnya yang skeptis. Soo-jung sampe membuat taruhan bahwa Seok-ho tidak akan berhasil,  dan dengan nada menyindir bilang kalo proyek ini berhasil, dia berjanji mau membantu kelasnya sebagai guru pengganti. Meskipun tidak mempercayai kemampuan Seok-ho,  sebenernya di hati terdalamnya Soo-jung ingin usaha yang dilakukan Seok-ho membuahkan hasil, karena akan berpengaruh baik untuk sekolah dan pelajar juga.

Seok-ho memulai proses perekrutan, yang sasarannya ditujukan bagi pelajar yang aktif. sebagai contoh, dia mulai melakukan inspeksi pada Baek-hyun yang diketahui punya nenek dengan kondisi yang lemah dan ternyata lagi ada masalah tentang perumahan, Seok-ho mengambil kesempatan ini dengan mencoba mencari solusinya. Sang guru kemudian terlihat mengunjungi si nenek dan memberitahu kalo Baek-hyun akan bergabung di kelas khusus dan akan belajar extra keras. 


Si nenek tentu saja merasa bangga mengetahui cucunya bakal masuk kelas khusus makanya langsung memberitahu Baek-hyun lewat telepon, mendengar kabar dari nenek Baek-hyun langsung marah karena merasa Seok-ho terlalu mencampuri hidup dia.


Baik Bong-gu dan juga Chan-doo yang merupakan target selanjutnya dari Seok-ho, menganggap bahwa ide Seok-ho adalah ide gila, tetapi di lain pihak sebenernya mereka juga mengakui bahwa kehidupannya yang sekarang mereka jalani sangat tidak mereka sukai.

Sebagai contoh, bekas teman sekelas Bong-gu pernah datang ke restoran dengan keluarganya, temennya itu ternyata pernah mengancam Bong-gu agar nilai ujiannya jelek. Orang tua Bong-gu dengan yakin dan juga bangga mengatakan bahwa anaknya masih akan bersekolah di Byungmoon (padahal banyak anak – anak lainnya yang pergi ke sekolah yang lebih baik daripada Byungmoon). Melihat reaksi orangtuanya yang seperti itu, membuat Bong-gu sadar kalo keadaan dirinya bener – bener memalukan.

Chan-doo istirahat dari kegiatan menarinya dan menemukan orang tuanya yang sedang berbincang – bincang dengan para orang tua lainnya. Ketika lagi sibuk membanggakan anaknya masing – masing, orang tua  Chan-doo terlihat  gelisah dan lebih banyak diam,  dan itu tentu saja membuatnya merasa malu.


Pul-ip pulang ke rumah dan menemukan rumah dalam keadaan berantakan, ternyata kekacauan ini disebabkan oleh istri pacarnya sendiri. Pul-ip merasa kasihan dan sedih melihat ibunya ditinggalkan kekasih,  tetapi dia juga tidak bisa membiarkan ibunya menangisi seorang pria yang sudah menikah. Seok-ho mengambil kesempatan ini untuk membuat pul-ip bergabung di kelas khususnya, dan pul-ip sendiri sepertinya berencana buat ngerubah jalan hidupnya biar tidak menyesal dikemudian hari. 

Langkah terakhir, Seok-ho kembali menemui Baek-hyun dan mendesaknya lagi agar mau ikut kelasnya dia, dan menambahkan bahwa Baek-hyun bisa mencegah dirinya dari kehilangan rumah, dengan cara  mengambil alih kepemilikan rumah dengan mencari pinjaman dan menjadi pemilik baru. Baek-hyun mencemooh ucapan seok-ho— dia tahu itu. Masalahnya adalah dimana dia bisa mendapatkan uang untuk mengatasi itu masalahnya.  Seok-ho berjanji akan membantu,  tetapi dengan syarat Baek-hyun harus ikut kelas dia. Baek-hyun menolak dengan marah, karena bagaimanapun juga dia tidak suka dibantu oleh orang seperti Seok-ho.
Tahu ga punya banyak pilihan, Baek-hyun memutuskan berhenti sekolah dan bekerja full-time. Malam itu dia merenungkan kata – kata Seok-ho,  tetapi paginya malah sudah berangkat kerja menjadi seorang mekanik di sebuah toko. Baek-hyun hampir aja keceplosan mengungkapkan kejadian sebenernya pada nenek,  tetapi tidak jadi ketika melihat sang nenek memberikan kotak makan siang buatannya sendiri. Seok-ho bilang bahwa dia harus segera berangkat takut terlambat di kelas khusus.


Waktu istirahat makan siang, Baek-hyun membuka kotak makanannya dan menemukan sebuah catatan di dalamnya. Diapun mulai membaca, kata – kata yang ditulis neneknya itu sangat kekanak-kanakan tetapi penuh dengan cinta: 

Nenek: “cucuku Baek-hyun. ibu muda yang lain pasti akan membuatkan makan siang yang lebih baik daripada buatanku, maafkan nenek. Nasi bisa menguatkan — jika dihabiskan semuanya maka kamu akan tetap sehat. nenek mencintaimu. ” Dengan mata berkaca - kaca Baek-hyun menelan makanannya, dia jadi teringat ketika masih kanak-kanak, nenek adalah orang yang selalu ada disisinya.


Makan siang yang sentimental ini terpotong ketika  Seok-ho memintanya untuk datang dan membantu nenek. Begitu tiba di rumah, dia kaget melihat neneknya sedang memindahkan semua barang kepunyaan mereka ke atas bukit. Kontan saja Baek-hyun berlari berniat membantu neneknya, tetapi Seok-ho menariknya kembali — mengingatkan kalo dia tidak bisa muncul seperti ini, dengan pakaian mekaniknya.

Nenek belum memberitahu cucunya kalo hari ini mereka harus pindah, karena takut membuat cucunya sedih. Nenek berencana menceritakannya setelah memindahkan semua barang – barangnya. Dia telah memberitahu Seok-won mereka akan tinggal di gosiwon, yaitu sejenis asrama yang sering ditempati oleh pelajar miskin. Walo tempatnya terkesan jorok,  tapi nenek senang karena di gosiwon ada dapur sehingga bisa membuatkan makanan buat cucunya.

Mendengar masalah neneknya itu membuat hati Baek-hyun mendidih dan tidak berdaya,  dengan nada putus asa bertanya pada Seok-ho: “Lalu apa yang dapat saya lakukan? apa yang saya harapkan lakukan? ” 

Seok-ho menjawab bahwa masih belum terlambat bagi Baek-hyun untuk berubah. lupakan kebanggaan dia — karena sekarang ini dia tidak dalam posisi meletakkan kebanggaannya di masa depan. Seok-ho menarik Baek-hyun untuk berganti pakaian dan membiarkannya berkecamuk dengan pikirannya sendiri.


Akhirnya nenek menceritakan semuanya pada Baek-hyun dan meminta maaf karena tidak memberitahu lebih awal. Nenek tidak bisa menangkap ekspresi wajah Baek-hyun yang kompleks begitu mendengar penjelasannya, “cucumu ini akan berusaha sekuat tenaga nek. Jadi jangan anggap saya sebagai anak kecil lagi. ”

Bong-gu dan Chan-doo berpikir kalo mereka ingin merubah kehidupan mereka yang sekarang, mereka harus mempercayai kata – kata Seok-ho yang meminta mereka ikut kelas khusus. Bong-gu pikir alangkah baiknya bila dia berada di Universitas Chun ha kelak — karena bakal menjadi sumber kebanggaan bila bertemu dengan teman lamanya. Chan-doo juga memikirkan reaksi ayah nanti bila tahu dirinya ikut kelas khusus dan menjadi lebih pandai. Akankah dapat merubah kehidupan mereka?


Hari ini merupakan hari terakhir untuk Seok-ho mengumpulkan pelajar kelas khusus,  dan dia masih menunggu di kelas kosong. Guru – guru lain yang mengetahui keadaan ini sudah mengantisipasi akan kegagalan ini, ga seorang muridpun tampak hadir di kelas khusus ini.

Melihat keadaan ini Soo-jung akhirnya menanyai para muridnya apakah ada yang tertarik untuk ikut kelas khusus, tapi tidak seorangpun berbicara. Chan-doo dan Bong-gu saling melihat dengan gelisah, mereka sebenernya ingin ikut tapi ga berani bilang.


Pul-ip juga berada di antara dilemma : dia melihat teman – teman disekelilingnya, dan memikirkan masalah ibunya juga dengan perasaan sedih,  dan teringat perkataan Seok-ho bahwa dirinya bisa merubah kehidupan menjadi lebih baik. Akhirnya, Pul-ip berdiri dengan menyatakan maksud akan ikut kelas khusus. Suara Pul-ip yang lantang membuat 2 cowok yang tadinya ragu – ragu (Bong-gu & Chan-doo) menjadi berani, merekapun mengikuti Pul-ip pindah ke kelas khusus. Mari dan guru lainnya terperanjat melihat ada murid yang berminat ikut kelas khusus, tetapi yang terkumpul baru tiga pelajar,  padahal yang diperlukan adalah lima pelajar. 

Melihat anak-anak mulai cemas,  Seok-ho meminta maaf pada mereka dan berkata, “Kelas khusus untuk Universitas Chun ha sepertinya tidak akan terjadi…” belum juga beres perkataannya, tiba – tiba ada yang menyeletuk.


Baek-hyun: “kata siapa? ” 

Kontan saja semua orang melihat ke sumber suara, ternyata yang berkomentar tadi adalah Baek-hyun. Walopun sekarang ditambah dengannya tetap saja masih kurang 1 orang. Tapi ternyata Baek-hyun ga sendiri, ni cowok membawa serta juga Hyun-jung yang berdiri manis disampingnya.


Mari yang kecewa akhirnya meninggalkan kelas khusus diikuti dengan guru – guru yang lainnya. Seok-ho berbisik dengan tenang pada Baek-hyun bahwa dia bakal membantu masalah rumah. Baek-hyun balik menjawab (dengan jaim), “saya janji akan membayar kamu kembali. ” Baek-hyun ikut kelas ini karena merasa dia tidak punya pilihan lain, dan bukan juga karena percaya bahwa gurunya bakal berhasil membawa mereka masuk ke Universitas Chun ha.



Seok-ho menjawab dengan mantap, “baiklah, bagaimanapun juga, dalam satu tahun ini kalian bisa masuk Universitas Chun ha. ”


RAW Video Episode 2

Subtitle Episode 2



Cre  :  Dramabeans, Indowebster






















No comments:

Post a Comment