Akhirnya, Seok-ho mulai bekerja, membersihkan dan merapikan ruang kelas yang telah diberikan. Mari dan juga guru – guru yang lain yakin usaha Seok-ho mengumpulkan 5 pelajar di kelas khusus akan gagal. Soo-jung (Bae Doo-na) dengan enggan ikut membantu Seok-ho, dan tetap dengan sikapnya yang skeptis. Soo-jung sampe membuat taruhan bahwa Seok-ho tidak akan berhasil, dan dengan nada menyindir bilang kalo proyek ini berhasil, dia berjanji mau membantu kelasnya sebagai guru pengganti. Meskipun tidak mempercayai kemampuan Seok-ho, sebenernya di hati terdalamnya Soo-jung ingin usaha yang dilakukan Seok-ho membuahkan hasil, karena akan berpengaruh baik untuk sekolah dan pelajar juga.
Seok-ho memulai proses perekrutan, yang sasarannya ditujukan bagi pelajar yang aktif. sebagai contoh, dia mulai melakukan inspeksi pada Baek-hyun yang diketahui punya nenek dengan kondisi yang lemah dan ternyata lagi ada masalah tentang perumahan, Seok-ho mengambil kesempatan ini dengan mencoba mencari solusinya. Sang guru kemudian terlihat mengunjungi si nenek dan memberitahu kalo Baek-hyun akan bergabung di kelas khusus dan akan belajar extra keras.
Seok-ho memulai proses perekrutan, yang sasarannya ditujukan bagi pelajar yang aktif. sebagai contoh, dia mulai melakukan inspeksi pada Baek-hyun yang diketahui punya nenek dengan kondisi yang lemah dan ternyata lagi ada masalah tentang perumahan, Seok-ho mengambil kesempatan ini dengan mencoba mencari solusinya. Sang guru kemudian terlihat mengunjungi si nenek dan memberitahu kalo Baek-hyun akan bergabung di kelas khusus dan akan belajar extra keras.
Si nenek tentu saja merasa bangga mengetahui cucunya bakal masuk kelas khusus makanya langsung memberitahu Baek-hyun lewat telepon, mendengar kabar dari nenek Baek-hyun langsung marah karena merasa Seok-ho terlalu mencampuri hidup dia.
Baik Bong-gu dan juga Chan-doo yang merupakan target selanjutnya dari Seok-ho, menganggap bahwa ide Seok-ho adalah ide gila, tetapi di lain pihak sebenernya mereka juga mengakui bahwa kehidupannya yang sekarang mereka jalani sangat tidak mereka sukai.
Sebagai contoh, bekas teman sekelas Bong-gu pernah datang ke restoran dengan keluarganya, temennya itu ternyata pernah mengancam Bong-gu agar nilai ujiannya jelek. Orang tua Bong-gu dengan yakin dan juga bangga mengatakan bahwa anaknya masih akan bersekolah di Byungmoon (padahal banyak anak – anak lainnya yang pergi ke sekolah yang lebih baik daripada Byungmoon). Melihat reaksi orangtuanya yang seperti itu, membuat Bong-gu sadar kalo keadaan dirinya bener – bener memalukan.
Chan-doo istirahat dari kegiatan menarinya dan menemukan orang tuanya yang sedang berbincang – bincang dengan para orang tua lainnya. Ketika lagi sibuk membanggakan anaknya masing – masing, orang tua Chan-doo terlihat gelisah dan lebih banyak diam, dan itu tentu saja membuatnya merasa malu.
Pul-ip pulang ke rumah dan menemukan rumah dalam keadaan berantakan, ternyata kekacauan ini disebabkan oleh istri pacarnya sendiri. Pul-ip merasa kasihan dan sedih melihat ibunya ditinggalkan kekasih, tetapi dia juga tidak bisa membiarkan ibunya menangisi seorang pria yang sudah menikah. Seok-ho mengambil kesempatan ini untuk membuat pul-ip bergabung di kelas khususnya, dan pul-ip sendiri sepertinya berencana buat ngerubah jalan hidupnya biar tidak menyesal dikemudian hari.
Langkah terakhir, Seok-ho kembali menemui Baek-hyun dan mendesaknya lagi agar mau ikut kelasnya dia, dan menambahkan bahwa Baek-hyun bisa mencegah dirinya dari kehilangan rumah, dengan cara mengambil alih kepemilikan rumah dengan mencari pinjaman dan menjadi pemilik baru. Baek-hyun mencemooh ucapan seok-ho— dia tahu itu. Masalahnya adalah dimana dia bisa mendapatkan uang untuk mengatasi itu masalahnya. Seok-ho berjanji akan membantu, tetapi dengan syarat Baek-hyun harus ikut kelas dia. Baek-hyun menolak dengan marah, karena bagaimanapun juga dia tidak suka dibantu oleh orang seperti Seok-ho.
Tahu ga punya banyak pilihan, Baek-hyun memutuskan berhenti sekolah dan bekerja full-time. Malam itu dia merenungkan kata – kata Seok-ho, tetapi paginya malah sudah berangkat kerja menjadi seorang mekanik di sebuah toko. Baek-hyun hampir aja keceplosan mengungkapkan kejadian sebenernya pada nenek, tetapi tidak jadi ketika melihat sang nenek memberikan kotak makan siang buatannya sendiri. Seok-ho bilang bahwa dia harus segera berangkat takut terlambat di kelas khusus.
Waktu istirahat makan siang, Baek-hyun membuka kotak makanannya dan menemukan sebuah catatan di dalamnya. Diapun mulai membaca, kata – kata yang ditulis neneknya itu sangat kekanak-kanakan tetapi penuh dengan cinta:
Nenek: “cucuku Baek-hyun. ibu muda yang lain pasti akan membuatkan makan siang yang lebih baik daripada buatanku, maafkan nenek. Nasi bisa menguatkan — jika dihabiskan semuanya maka kamu akan tetap sehat. nenek mencintaimu. ” Dengan mata berkaca - kaca Baek-hyun menelan makanannya, dia jadi teringat ketika masih kanak-kanak, nenek adalah orang yang selalu ada disisinya.
Baik Bong-gu dan juga Chan-doo yang merupakan target selanjutnya dari Seok-ho, menganggap bahwa ide Seok-ho adalah ide gila, tetapi di lain pihak sebenernya mereka juga mengakui bahwa kehidupannya yang sekarang mereka jalani sangat tidak mereka sukai.
Sebagai contoh, bekas teman sekelas Bong-gu pernah datang ke restoran dengan keluarganya, temennya itu ternyata pernah mengancam Bong-gu agar nilai ujiannya jelek. Orang tua Bong-gu dengan yakin dan juga bangga mengatakan bahwa anaknya masih akan bersekolah di Byungmoon (padahal banyak anak – anak lainnya yang pergi ke sekolah yang lebih baik daripada Byungmoon). Melihat reaksi orangtuanya yang seperti itu, membuat Bong-gu sadar kalo keadaan dirinya bener – bener memalukan.
Chan-doo istirahat dari kegiatan menarinya dan menemukan orang tuanya yang sedang berbincang – bincang dengan para orang tua lainnya. Ketika lagi sibuk membanggakan anaknya masing – masing, orang tua Chan-doo terlihat gelisah dan lebih banyak diam, dan itu tentu saja membuatnya merasa malu.
Tahu ga punya banyak pilihan, Baek-hyun memutuskan berhenti sekolah dan bekerja full-time. Malam itu dia merenungkan kata – kata Seok-ho, tetapi paginya malah sudah berangkat kerja menjadi seorang mekanik di sebuah toko. Baek-hyun hampir aja keceplosan mengungkapkan kejadian sebenernya pada nenek, tetapi tidak jadi ketika melihat sang nenek memberikan kotak makan siang buatannya sendiri. Seok-ho bilang bahwa dia harus segera berangkat takut terlambat di kelas khusus.
Nenek: “cucuku Baek-hyun. ibu muda yang lain pasti akan membuatkan makan siang yang lebih baik daripada buatanku, maafkan nenek. Nasi bisa menguatkan — jika dihabiskan semuanya maka kamu akan tetap sehat. nenek mencintaimu. ” Dengan mata berkaca - kaca Baek-hyun menelan makanannya, dia jadi teringat ketika masih kanak-kanak, nenek adalah orang yang selalu ada disisinya.
Makan siang yang sentimental ini terpotong ketika Seok-ho memintanya untuk datang dan membantu nenek. Begitu tiba di rumah, dia kaget melihat neneknya sedang memindahkan semua barang kepunyaan mereka ke atas bukit. Kontan saja Baek-hyun berlari berniat membantu neneknya, tetapi Seok-ho menariknya kembali — mengingatkan kalo dia tidak bisa muncul seperti ini, dengan pakaian mekaniknya.
Seok-ho menjawab bahwa masih belum terlambat bagi Baek-hyun untuk berubah. lupakan kebanggaan dia — karena sekarang ini dia tidak dalam posisi meletakkan kebanggaannya di masa depan. Seok-ho menarik Baek-hyun untuk berganti pakaian dan membiarkannya berkecamuk dengan pikirannya sendiri.
Melihat keadaan ini Soo-jung akhirnya menanyai para muridnya apakah ada yang tertarik untuk ikut kelas khusus, tapi tidak seorangpun berbicara. Chan-doo dan Bong-gu saling melihat dengan gelisah, mereka sebenernya ingin ikut tapi ga berani bilang.
Melihat anak-anak mulai cemas, Seok-ho meminta maaf pada mereka dan berkata, “Kelas khusus untuk Universitas Chun ha sepertinya tidak akan terjadi…” belum juga beres perkataannya, tiba – tiba ada yang menyeletuk.
Kontan saja semua orang melihat ke sumber suara, ternyata yang berkomentar tadi adalah Baek-hyun. Walopun sekarang ditambah dengannya tetap saja masih kurang 1 orang. Tapi ternyata Baek-hyun ga sendiri, ni cowok membawa serta juga Hyun-jung yang berdiri manis disampingnya.
Mari yang kecewa akhirnya meninggalkan kelas khusus diikuti dengan guru – guru yang lainnya. Seok-ho berbisik dengan tenang pada Baek-hyun bahwa dia bakal membantu masalah rumah. Baek-hyun balik menjawab (dengan jaim), “saya janji akan membayar kamu kembali. ” Baek-hyun ikut kelas ini karena merasa dia tidak punya pilihan lain, dan bukan juga karena percaya bahwa gurunya bakal berhasil membawa mereka masuk ke Universitas Chun ha.
RAW Video Episode 2
Subtitle Episode 2
Cre : Dramabeans, Indowebster
















No comments:
Post a Comment