Thursday, December 10, 2009

Kdrama Hello Miss

Episode 1 :

Ditugaskan untuk mendatangi Hwa Ahn Dang, yang dikenal sebagai sebuah rumah dengan sejarah panjang, Hwang Dong-gyu harus menahan kesal karena meski dibantu GPS ia tidak juga berhasil menemukan tempat yang dituju.

Saat sedang mengamati peta, Dong-gyu tidak melihat mobilnya menyenggol sepeda yang dikendarai oleh seorang gadis yang sedang membawa dua ekor belut. Belakangan baru ketahuan, si pengendara adalah Lee Soo-ha yang tidak lain adalah pewaris terakhir Hwa Ahn Dang. Begitu sampai di rumah, gadis itu diberitahu kalau ada pria yang telah menantinya.

Mengira tamu yang dimaksud adalah calon investor yang nantinya bakal menyelamatkan Hwa Ahn Dang, rumah bertiang 99 yang dimasa lalu merupakan ciri kebangsawanan sebuah keluarga, Soo-ha langsung menemui pria itu setelah berdandan rapi. Dasar apes, belakangan ia baru tahu kalau pria itu ternyata berniat membeli Hwa Ahn Dang.

Kekesalan Soo-ha, yang hidupnya masih mengikuti tradisi bangsawan masa lalu (bahkan tidak punya ponsel) semakin komplit setelah tahu kalau Dong-gyu adalah pria yang nyaris mencelakainya saat bersepeda. Meski sempat minta maaf, Dong-gyu akhirnya pergi dengan terburu-buru akbat 'ancaman' salah seorang pelayan So-ha yang telah berusia lanjut.

Kembali dengan tangan hampa, Dong-gyu langsung dimarahi oleh sang kakek Hwa Mang-bok, yang langsung terdiam ketika pemuda itu menanyakan alasan dibalik kengototannya memberi Hwa Ahn Dang. Sementara itu di tempat yang sedang diincar, So-ha mendapat telepon dari seorang tetua klan keluarganya untuk datang ke Seoul.

Lewat sebuah insiden kecil di stasiun bis, dimana Soo-ha bertemu dan akhirnya tahu identitas Dong-gyu, gadis itu berkenalan dengan Oh Jeon-sook yang menjadi rekan seperjalanannya. Menurut rencana setelah tiba di kota, gadis itu bakal dijemput oleh sudara tirinya Lee Jun-yeong.

Siapa sangka, Jun-young sibuk sehingga mengutus salah seorang sahabatnya yang juga playboy Hwang Chang-min. Kembali ke keluarga yang telah lama ditinggalkan, kehadiran Soo-ha disambut hangat oleh ibu tirinya namun tidak demikian dengan Jun-hee sang adik tiri.

Petaka bagi Soo-ha terjadi saat ia datang ke lokasi acara perayaan dimana ia diminta untuk memainkan kesenian tradisional. Muncul dengan hanbok, gadis malang itu tidak tahu kalau acara yang dimaksud telah dibatalkan. Rupanya, Jun-hee yang sempat ditelepon tidak meneruskan informasi tersebut pada Soo-ha.

Kekacauan semakin lengkap ketika Soo-ha marah-marah akibat sikap Chang-min, yang kebetulan bertemu di lokasi dan memperlihatkan sikap mesra, dan tanpa sengaja membuang dompetnya. Saat tiba kembali di rumahnya, gadis itu mendapati kediamannya dalam keadaan kosong dan sambil menunggu penghuninya kembali, melakukan sejumlah ritual unik.

Menunggu sampai malam, akhirnya Soo-ha bisa masuk setelah Jun-hee pulang. Jengkel dengan sikap sang adik tiri yang terus-menerus iri, gadis itu menyebut bahwa bukan tidak mungkin ia akan terus tinggal disana mengingat mereka mempunyai ayah yang sama.

Keesokan harinya, Soo-ha kembali ke hotel untuk mencari dompetnya yang tertinggal. Sudah mengambil ancang-ancang bakal berterima kasih pada si penolong, gadis itu langsung jengkel saat tahu pria yang menemukan dompetnya adalah Dong-gyu. Bisa ditebak, keduanya kembali terlibat adu mulut (yang kali ini terjadi di kedai kopi hotel).

Episode 2 :

Kondisi tersebut makin diperparah oleh hasutan dari pihak lain, yang menyebut niat TOP Group membeli Hwa Ahn Dang adalah untuk mengubahnya menjadi kasino. Sudah tentu, hal itu membuat Soo-ha marah besar, apalagi mengingat kondisi rumahnya yang makin memprihatinkan.

Memberitahukan kabar gembira kalau dirinya mendapatkan pinjaman ke penghuni Hwa Ahn Dang, Soo-ha langsung emosi saat mendengar Dong-gyu ada di kediamannya. Langsung mengamuk melihat orang yang dibencinya, gadis itu langsung terdiam saat mendengar dirinya telah ditipu mentah-mentah.

Dimarahi oleh tetua klan, Soo-ha harus menahan kesedihan karena permintaannya untuk membenahi kondisi Hwa Ahn Dang kembali terbentur masalah dana. Satu-satunya harapan adalah meminta bantuan dana pada sang ayah yang berada di Seoul, namun saat sampai disana ia kembali harus kecewa saat diberitahu Joon-hyung bahwa orang yang dicari sedang pergi ke pulau Jeju.

Oleh Jeong-sook, gadis polos itu berhasil dibujuk untuk berjualan secara MLM. Mengira semuanya bakal berjalan lancar, Soo-ha akhirnya berusaha menawarkan barang dagangannya ke Dong-gyu, yang dengan jengkel langsung mendatangi kantor MLM tersebut. Mengancam bakal memperkarakan kejadian itu, terjadi perkelahian tidak seimbang.

Untungnya setelah sempat disekap, Dong-gyu dan Soo-ha berhasil diselamatkan dan pihak kepolisian berhasil menggulung usaha berbau penipuan tersebut. Takjub melihat wanita yang diam-diam disukainya itu menangis, Dong-gyu cuma bisa tersenyum melihat Soo-ha memarahi Jeong-sook yang nyaris membuatnya jatuh dalam kesulitan.

Hubungan keduanya pun mulai membaik........sampai Dong-gyu kembali mengungkit soal penjualan Hwa Ahn Dang, yang langsung memancing reaksi keras Soo-ha. Gadis itu sempat berniat mengajak Jeong-sook untuk kembali ke desa, namun sang sahabat baik ternyata terlibat hutang dalam jumlah besar.

Satu-satunya harapan untuk keluar dari kesulitan adalah mengikuti kontes model yang bakal diselenggarakan dalam waktu dekat. Ketika sedang mendaftar, tanpa sengaja Soo-ha bertemu dengan rekan masa kecilnya yang kini menggunakan nama Soo Hwa-ran, namun gadis yang berprofesi sebagai model itu berpura-pura tidak mengenal penguasa Hwa Ahn Dang tersebut.

Secara kebetulan, Soo-ha berhasil lolos tahap seleksi awal. Disinilah kericuhan dimulai. Lewat sebuah kejadian, ia akhirnya tahu kalau Dong-gyu, yang selama ini ternyata menyamar, dan Chang-min ternyata masih memiliki hubungan darah.

Kelucuan semakin menjadi ketika para model diwawancara, dengan polos Soo-ha mengakui alasannya mengikuti ajang tersebut dan bahkan sempat menyindir Dong-gyu. Jengkel dengan sikap gadis itu, sang calon pewaris TOP Group mara-marah saat keduanya berada di luar dan meminta Soo-ha untuk bersikap profesional.

Tampil penuh percaya diri dengan gaya menggoda, petaka terjadi saat tali pengait baju Soo-ha lepas. Merasa mempermalukan dirinya di muka umum, ia memutuskan untuk meninggalkan kontes (yang akhirnya dimenangkan Hwa-ran) dan kembali ke desa tanpa memperdulikan telepon genggamnya yang terus berbunyi.

Kembali didesak sang kakek untuk sesegera mungkin membeli Hwa Ahn Dang, Dong-gyu terpaksa kembali ke tempat yang dibencinya itu dengan sejumlah pekerja untuk membetulkan bagian-bagian yang rusak. Siapa sangka, bantuan tersebut membuat Soo-ha marah-marah karena merasa pria itu munafik dan hanya berusaha merebut hatinya supaya segera menjual Hwa Ahn Dang.

Siapa sangka, sikap tersebut langsung mendapat teguran keras dari pelayan prianya Hal-bae. Sadar kalau dirinya telah gegabah, Soo-ha meminta maaf sebelum kemudian menangis di pinggir kolam. Berusaha membujuk gadis itu, kembali terjadi adu mulut.........yang berakibat Dong-gyu terjatuh ke dalam kolam.

Episode 3 :

Jengkel melihat sikap pongah Hwa-ran, Jeong-sook berniat membalas sikap gadis itu dengan menjadi model ternama. Namun karena terlalu ngotot beridet dengan program Dream Body, gadis itu jatuh pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Soo-ha yang kuatir langsung bergegas menemani sang sahabat baik, dan alangkah terkejutnya dia ketika pimpinan TOP Group Lee Myeong-suk malah menuduhnya bersekongkol dengan Jeong-sook untuk memeras. Dong-gyu yang muncul belakangan juga sempat salah sangka dan menawarkan sejumlah uang, dan keruan saja langsung dibuang Soo-ha yang merasa terhina.

Merasa bersalah, Dong-gyu akhirnya menjemput Soo-ha yang dalam kondisi mabuk berat. Berlutut di hadapan gadis yang marah besar itu, sang calon pewaris TOP Group akhirnya mengaku telah jatuh cinta pada Soo-ha (yang kembali menganggap dirinya dipermainkan).

Merasa dirinya sebagai orang paling bodoh, Dong-gyu meminta nasehat pada Chan-min seputar cara menaklukkan wanita yang disukai. Dasar nasib, ia ditelepon Soo-ha tepat pada saat gadis itu terdesak bersama Jeong-sook yang terlibat masalah dengan lintah darat.

Tidak mau sahabatnya mengalami nasib malang, dengan berani Soo-ha menyebut siap menanggung separuh hutang Jeong-sook. Sempat ditampung di sebuah hotel mewah, tingkah norak Jeong-sook membuat keduanya kembali terdampar di pinggir jalan.

Yoo-il yang tidak puas dengan para model magang yang bekerja di TOP Group dengan caranya yang khas berhasil meyakinkan direktur Myeong-suk untuk menerima Soo-ha bekerja. Di saat yang sama, gadis itu berusaha mengendap-ngendap masuk ke dalam apartemen Jeong-sook bersama sang sahabat dengan gaya yang kocak.

Bisa dibayangkan, bagaimana senangnya Soo-ha (yang sempat menolak namun akhirnya menyerah saat diberitahu bakal mendapatkan gaji yang lumayan besar) dan Jeong-sook saat diberitahu bisa bekerja paruh waktu di TOP Group. Di hari pertama, Soo-ha baru tahu kalau adiknya Jun-hee ternyata juga bekerja di tempat yang sama.

Bisa dibayangkan, bagaimana repotnya Soo-ha di hari pertama bekerja terutama setelah tidak sengaja bertemu Dong-gyu. Saat malam tiba, cobaan masih belum berakhir karena ia harus berhadapan dengan Jun-hee yang terus menyindirnya didepan keluarga.

Tidak tahan dengan penghinaan yang didapat, Soo-ha langsung meminta ijin keluar dan berniat pulang menembus hujan. Beruntung, niatnya dicegah oleh Chan-min yang terus mengikuti. Saat tiba di rumah, ia mendapat kabar bahwa pembantu prianya Hal-bae cedera saat berusaha mengusir beberapa orang yang mengintai Hwa Ahn Dang.

Tidak ada jalan lain, Soo-ha terpaksa meminta pinjaman pegawai dari Dong-gyu yang berprofesi sebagai direktur bagian keuangan TOP Group. Sempat menolak, belakangan pemuda itu menyetujui pinjaman yang akhirnya digunakan untuk melunasi hutang-hutang Jeong-sook tersebut.

Episode 4 :

Saat mengendap-ngendap masuk, kehadiran Soo-ha menarik perhatian fotografer, yang langsung memintanya berpose. Belakangan, Hwa-ran hanya bisa menahan dengki saat diberitahu oleh direktur Yoo-il kalau gadis itu akan menjadi partnernya sebagai model Dream Body.

Dengan siasat liciknya, ia sukses membuat Soo-ha berada dalam kesulitan. Siapa sangka, strategi tersebut malah membuat Hwang Man-bok pemilik TOP Group terbuka matanya, dan mengancam Dong-gyu untuk segera merebut hati Soo-ha kalau tidak ingin namanya dicoret dari perusahaan. Keruan saja, pemuda itu kelimpungan menghadapi permintaan aneh sang kakek.

Saat rapat perusahaan, Yoo-il mengusulkan konsep baru Dream Body : model berpakaian hanbok dengan latar belakang rumah adat. Keruan saja peluang tersebut langsung disambar Dong-gyu, yang mengusulkan nama Hwa Ahn Dang. Soo-ha yang berada disitu sempat protes, namun tidak bisa berkutik saat diberitahu bahwa TOP Group siap menginvestasikan dana untuk memperbaiki lokasi.

Begitu keluar dari ruang rapat, Soo-ha langsung mendatangi Dong-gyu dengan kemarahan memuncak. Namun, ia langsung mati kutu saat pemuda itu menanggapi dengan dingin dan meminta sang bawahan untuk mau menghormatinya.

Demi mempersiapkan lokasi, mau tidak mau Soo-ha harus berangkat ke Hwa Ahn Dang lebih dulu. Siapa sangka, Jun-hee yang lagi-lagi dengki mengerjainya sehingga ia gagal bangun pagi. Sayang, niat sang adik untuk mencegahnya berangkat bersama Chan-min malah berbalik.

Berniat untuk merebut hati Soo-ha, Chan-min dengan suka-rela membersihkan seluruh area Hwa Ahn Dang yang berdebu hingga dirinya terkapar. Belakangan, Dong-gyu yang datang bergabung tidak mau kalah dan ikut bersaing dengan bekerja keras membelah kayu.

Kembali ke tempat dimana ia dibesarkan, Hwa-ran sempat dikejutkan oleh sang ibu kandung yang meski telah kehilangan ingatan namun masih tetap mengenalinya. Dasar nasib, saat berusaha megnhindar ia malah terlibat kecelakaan yang membuat gadis malang itu harus dilarikan ke rumah sakit.

Dengan waktu yang semakin mepet, tidak ada pilihan lain bagi tim produksi selain menggunakan model pengganti untuk pengambilan dari belakang. Bisa ditebak, orang yang terpilih adalah Soo-ha. Belakangan karena Hwa-ran harus beristirahat cukup lama akibat cedera, pimpinan TOP Group memutuskan bahwa model utama klip diganti dengan Soo-ha.

Begitu melihat klip berisi Soo-ha, kebencian Hwa-ran yang telah dimulai sejak kecil semakin memuncak. Ia tidak tahu bahwa Soo-ha melihat semua tingkahnya, dan akhirnya mengurungkan diri untuk berkunjung. Dengan hati sedih, gadis itu kembali ke kantor sambil membawa seikat bunga yang semula hendak diberikan pada Hwa-ran.

Kembali sukses menghibur Soo-ha (meski dengan cara yang cukup aneh), Dong-gyu lagi-lagi dibuat kelimpungan karena sang kakek memberi waktu seminggu untuk menaklukkan hati gadis itu. Mau tidak mau, pria yang sukses di studi namun payah dalam hal asmara itu harus bekerja keras.

Episode 5 :

Ternyata orang-orang tersebut adalah suruhan para tetua, yang langsung menyidang dan memarahi Soo-ha yang berani memamerkan tubuhnya didepan umum. Meskipun berusaha menjelaskan, gadis itu tidak berdaya dan akhirnya dikurung di dalam gudang.

Di pagi hari, Dong-gyu yang sumrigah karena mengira Soo-ha bakal muncul kembali kecele. Penuturan sang kakek saat bicara empat mata soal kebiasaan yang dilakukan para tetua di masa lalu membuatnya kuatir sesuatu telah terjadi pada Soo-ha, dan langsung memutuskan untuk pergi ke Hwa Ahn Dang.

Karena Soo-ha absen dan tuntutan kepada TOP Group muncul, tidak ada pilihan lain kecuali kembali menampilkan Hwa-ran, yang baru saja keluar rumah sakit, sebagai model utama. Belakangan baru terungkap, gadis licik itulah yang meneruskan rekaman insiden Soo-ha di atas panggung kepada para tetua sehingga mereka marah besar.

Berkat bantuan Dong-gyu, Soo-ha akhirnya bebas dan dengan berani menghadap para tetua. Terkejut mendengar gadis itu yang begitu berani berbicara didepan mereka, para tetua akhirnya tidak bisa berkutik saat Soo-ha membeberkan situasi Hwa Ahn Dang yang sebenarnya.

Sambil berjalan kaki pulang ke Hwa Ahn Dang, Dong-gyu mengungkapkan kekagumannya terhadap Soo-ha yang terkadang bisa tampil begitu polos namun disaat lain begitu berwibawa. Di Seoul, direktur Myeong-suk akhirnya tahu hubungan antara TOP Group dan Hwa Ahn Dang dan bertekad mematahkan usaha Bok-man untuk menjodohkan Dong-gyu dengan Soo-ha.

Salah satu cara yang digunakan adalah dengan mengutus Hwa-ran untuk memata-matai Hwa Ahn Dang. Bisa dibayangkan, bagaimana reaksi gadis itu yang tidak mampu menolak meski hatinya sudah bersumpah tidak akan kembali ke tempat yang telah meninggalkan bekas trauma di masa lalu itu.

Saat kembali, hati Hwa-ran sempat tercekat melihat ibunya yang setengah gila dipermainkan anak-anak. Niatnya menolong langsung diurungkan begitu Soo-ha muncul membela, dan kebenciannya semakin menjadi-jadi melihat gadis yang dibencinya itu memeluk sang ibu.

Kembali ke Seoul, Soo-ha yang sudah bersiap menyerahkan surat pengunduran diri hanya bisa melongo ketika direktur Myeong-suk menolak. Waktu berpapasan dengan Hwa-ran, ia langsung disambut oleh kemarahan gadis itu yang malah nyaris membongkar identitas wanita yang semula bernama Kkot-bun tersebut.

Sebagai tugas baru, Soo-ha ditempatkan sebagai sekretaris Chan-min dan sebelum mulai bekerja, didandani habis-habisan oleh pemuda itu hingga semua orang pangling. Dong-gyu yang berpapasan dengan gadis tersebut di lift terkejut luar biasa, apalagi saat tahu pekerjaan baru Soo-ha.

Chan-min yang heran melihat sikap sang ibu yang begitu antusias terhadap Soo-ha akhirnya tahu alasan dibalik semuanya, dan menolak terlibat persaingan perebutan perusahaan dengan Dong-gyu. Namun, pendapat tersebut berubah saat mendengar pembicaraan Dong-gyu dan Soo-ha, yang mengaku tidak keberatan menjadi kekasih pemuda itu (meski yang dimaksud hanya pura-pura).

Episode 6 :

Begitu mendengar penuturan Soo-ha dari balik pintu, hati Chan-min langsung terbakar cemburu. Dengan suara tinggi, ia menelepon dan memarahi sang sekertaris, Dasar apes, sikap tersebut langsung dibalas dengan cara yang sama oleh Soo-ha dengan menutup telepon.

Memutuskan untuk memberikan usaha yang terbaik, termasuk berlatih bahasa asing, Soo-ha akhirnya menemani Dong-gyu ke sebuah pulau. Siapa sangka, semua itu ternyata hanya jebakan Man-bok pemilik TOP Group. Dong-gyu sendiri baru sadar belakangan, dan berusaha mengejar kapal terakhir namun gagal.

Mau tidak mau, ia terjebak bersama Soo-ha di rumah yang ternyata juga sudah dirancang untuk suasana romantis. Kacaunya lagi, gadis itu ternyata meminum arak yang telah diberi campur obat perangsang. Bisa dibayangkan, bagaimana paniknya Dong-gyu menghadapi cecaran sang pewaris Hwa Ahn Dang.

Paginya saat bangun, Soo-ha malah mengira Dong-gyu yang telah berusaha merayu dan memperkosanya. Dengan terburu-buru, ia langsung menaiki kapal laut pertama dan bahkan tega membiarkan Dong-gyu yang berusaha menyusul tercebur ke laut. Sambil menahan kedinginan, pemuda itu hanya bisa memaki sang kakek didalam hati.

Keheranan mendengar Soo-ha yang tidak juga muncul di kantor dan mengaku ada urusan bisnis, Chan-min akhirnya bisa menebak bahwa semua yang terjadi adalah berkat siasat Man-bok. Dengan blak-blakan, pemuda itu menyebut siap mendapatkan Hwa Ahn Dang untuk sang kakek asalkan ia diperbolehkan untuk ikut persaingan memperebutkan cinta Soo-ha.

Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengajak Man-bok ke HWa Ahn Dang bersama Soo-ha. Begitu tahu kemana mereka menuju, gadis itu kaget setengah mati dan langsung menelepon Dong-gyu. Tidak kalah terkejut, sang direktur TOP Group langsung meminta Soo-ha untuk berusaha menunda perjalanan dengan cara apapun.

Tindakan yang diambil Soo-ha cukup nekat : ia menjatuhkan diri ke dalam sebuah jurang kecil (dan akhirnya diselamatkan dengan cara yang cukup memalukan). Namun, semua itu ternyata tidak cukup untuk menghalangi Man-bok kembali ke tempat yang telah lama menjadi impiannya : Hwa Ahn Dang.

Begitu sampai, Man-bok langsung dikejar-kejar oleh Byeong-tae yang rupanya masih dendam karena sapinya setengah abad silam dicuri. Ketika nyaris disabet oleh sebuah clurit, Dong-gyu muncul tepat waktu dan berhasil menghalangi.

Kejadian di Hwa Ahn Dang langsung membuka luka lama Man-bok, apalagi begitu mendapat penolakan dari wanita yang dulu begitu dicintainya Lee Hak. Tidak cuma, itu wanita yang membesarkan Soo-ha tersebut meminta sang nona untuk segera mundur dari pekerjaannya di TOP Group.

Begitu kembali ke rumah di Seoul, Soo-ha terkejut saat tahu ada dua tetua yang datang berkunjung. Yang cukup mengejutkan, mereka menawari supaya jabatan sebagai pewaris klan yang semula disandang Soo-ha dilimpahkan ke Joon-young.

Episode 7 :

Kaget mendengar penuturan Joon-young yang mengaku bakal menjual Hwa Ahn Dang bila dijadikan pewaris, Soo-ha langsung menerima tawaran Jeong-sook berkaraoke. Karena minum terlalu banyak, gadis itu akhirnya mabuk dan harus pulang dengan dibopong sang adik.

Dasar konyol, Jeong-sook memanfaatkan kesempatan itu untuk menginap dan merasakan tinggal di kediaman Soo-ha. Untungnya sebelum terjadi lebih banyak hal memalukan, Soo-ha berhasil menarik sang sahabat untuk kembali ke kantor. Sesampai disana, ia langsung diajak pergi oleh Chan-min.

Marah-marah karena mengira Chan-min hanya beralasan untuk mengajaknya kencan, Soo-ha langsung terdiam ketika muncul beberapa klien dari Jepang. Dengan gayanya yang polos, gadis itu malah berhasil membuat sang klien (dan beberapa petaruh lain) terkesan. Sebagai bentuk terima kasih, Soo-ha mendapat sebuah amplop berisi uang banyak.

Sempat terkaget-kaget, Soo-ha akhirnya memutuskan untuk menyerahkan uang yang seharusnya bisa digunakan untuk merenovasi Hwa Ahn Dang itu ke organisasi amal (meski dengan hati sangat berat). Usaha Chan-min belum berhenti, ia berhasil menyewa sebuah perahu layar mewah dan sukses mengajak Soo-ha berduaan.

Cara yang dilakukan Dong-gyu lebih menggelitik, ia berusaha merebut hati para pelayan Hwa Ahn Dang dengan memberikan kursi pemijat dan mesin karaoke. Tidak cuma itu, sang petinggi TOP Group dan asistennya juga rela membersihkan peralatan dengan menggunakan jerami.

Begitu tiba, Soo-ha sempat terkesan oleh usaha Dong-gyu. Namun dua buah kecelakaan, mulai dari terjepit kursi hingga terkena uap panas, membuat gadis itu tidak habis pikir ada pria sebodoh Dong-gyu di dunia.

Merawat Dong-gyu yang terserang gatal-gatal membuat Soo-ha kembali meneteskan air mata, ia teringat akan mendiang ibunya. Dalam perjalanan kembali ke Seoul, gadis itu dengan wajah sendu menceritakan sejarah wanita yang telah melahirkannya tersebut hingga kemesraan mereka saat sang ayah masih bersama.

Begitu kembali ke rumah, Soo-ha dikejutkan oleh Jeong-sook yang baru saja selesai membersihkan rumah. Begitu mendengar rencana sang sahabat untuk membuatkan makanan bagi sang ayah, ia langsung teringat akan masa lalu dan memutuskan untuk membuat makanan kesukaan pria itu.

Dengan lahap, sang ayah melahap makanan yang dibuat putrinya. Namun reaksi berbeda ditunjukkan oleh sang ibu tiri, yang langsung membuang makanan buatan Soo-ha ke tempat sampah. Keruan saja, hal tersebut membuat si gadis sakit hati dan berlari keluar.

Dalam keadaan kalut dan kebingungan sambil menerima telepon Dong-gyu, Soo-ha ditemukan oleh Chan-min yang berinisiatif menghibur. Dasar apes, Dong-gyu yang melihat sang sepupu memeluk Soo-ha langsung berpikiran yang tidak-tidak dan melayangkan bogemnya.

Episode 8 :

Dengan cueknya, Soo-ha meninggalkan Dong-gyu dan Chan-min yang sedang bertengkar dan nyaris saja terlibat masalah dengan segerombolan gadis berandal kalau saja Jeong-sook dan Joon-young tidak muncul menyelamatkan.

Dari penuturan Joon-young saat ketiganya berada di tempat pemandian, Soo-ha baru sadar betapa rumitnya hubungan sang mendiang ibu, ayah dan ibu tirinya. Paginya, tanpa sengaja mobil Joon-young nyaris menabrak Hwa-ran yang dengan keji berusaha menyebarkan berita miring seputar penjualan Hwa Ahn Dang.

Ketika jam makan siang tiba, lagi-lagi nasib membuat Soo-ha berpapasan dengan Dong-gyu dan Chan-min. Kedua pria itu sama-sama terkejut saat tahu saingan mereka ternyata menghabiskan waktu bersama Soo-ha sehari sebelumnya, dan aroma persaingan memperebutkan cinta pun semakin kental.

Di Seoul, Man-bok terus teringat akan masa-masa indah di Hwa Ahn Dan dan mendadak mendapat ide untuk menuntaskan kerinduannya terhadap tempat bersejarah itu (dan sang pelayan Lee Hak). Dengan cepat, ia membangun sebuah panggung yang diperuntukkan untuk kontes menyanyi untuk para penduduk.

Kuatir ada yang tidak beres, Soo-ha kembali ke Hwa Ahn Dang ditemani dengan Dong-gyu dan Chan-min. Bisa ditebak, kehadiran dua pemuda itu lagi-lagi mendapat sambutan dingin dari nenek Lee Hak. Sambil setengah berbisik, wanita tua itu meminta Byeong-tae untuk memberi pekerjaan 'ekstra' pada keduanya.

Demi melihat apa yang terjadi, Soo-ha mengajak dua pembantunya melihat keramaian di panggung yang dibuat Bok-man. Tepat setelah ketiganya pergi, Hwa-ran mendatangi Hwa Ahn Dang dan tersenyum melihat rencananya berhasil. Namun, disana ia harus menahan perih melihat pendangan mata rindu sang ibu yang kebetulan kembali.

Sebelum naik ke atas panggung, Soo-ha sukses memergoki Dong-gyu dan Chan-min yang menyelinap dan langsung meminta sang paman Byeong-tae untuk mengawasi keduanya. Saat naik, gadis itu sukses membuat yang hadir terpesona dengan dandanan hanbok kemampuannya memainkan drum tradisional.

Berikutnya yang tampil adalah Dong-gyu dan Chan-min yang didandani habis-habisan hingga menyerupai wanita. Namun sebelum keduanya sempat naik, panitia mengumumkan kalau Man-bok bakal memberikan kata sambutan. Keruan saja saat nama itu disebut, wajah para tetua yang hadir langsung berubah.

Baru berbicara satu-dua patah kata, Man-bok langsung mendapat cercaan yang keruan saja langsung memukul mental pria setengah baya itu, yang dihatinya tidak pernah bisa melupakan Hwa Ahn Dang sampai kapanpun. Dari kejauhan, Soo-ha hanya bisa melihat wajah sedih pria itu (yang dituntun putrinya Yoo-il) tanpa bisa berbuat apa-apa.

Untuk kesekian kalinya, Soo-ha kembali disalahkan oleh para tetua karena dianggap sebagai pihak yang mengundang kembalinya keluarga Hwang (khususnya Bok-man) kembali ke Hwa Ahn Dang. Keadaan semakin parah ketika ditengah rapat, kakek tua yang mabuk itu menggedor-gedor pintu masuk.

Episode 9 :

Lucunya meski impian tercapai, Man-bok malah tidak bisa tidur dan saat berjalan-jalan keluar, berpapasan dengan Lee Hak. Malang baginya, kehadiran pemilik TOP Group itu terlihat oleh Byeong-tae, yang langsung mengejar-ngejar sang rival dengan pentungan.

Sempat dipisahkan oleh Soo-ha dan Dong-gyu, kebersamaan keduanya (yang sempat berpegangan tangan tanpa sengaja) terlihat oleh Chan-min. Kekesalan pemuda itu semakin bertambah saat mereka nampak begitu akrab dan saling menggoda saat pulang ke Seoul.

Begitu mendengar pembicaraan antara Jeong-sook dan Jun-hee saat di kantor, Hwa-ran tersenyum dan langsung menebak kalau strateginya mulai berbuah. Dengan berani, ia berusaha merayu Joon-young dengan menelepon pemuda itu dan mengajaknya makan bersama.

Melihat Joon-young diantar oleh Hwa-ran, Jeong-sook panas dan langsung menduga-duga strategi apa yang bakal dilancarkan gadis licik itu. Di rumah, pelan tapi pasti hubungan antara keluarga Lee (khususnya Soo-ha dan Jun-hee) mulai membaik seiring dengan keterlibatan seluruh anggota bermain kartu.

Kedekatan dengan Joon-young membuat Jeong-sook mabuk kepayang dan menceritakan semua yang dirasakannya pada Soo-ha. Siapa sangka, gadis itu juga merasakan hal yang sama terhadap Dong-gyu, bahkan sempat salah-tingkah saat berpapasan dengan sang pria di lift.

Demi memuluskan rencananya memusnahkan Hwa Ahn Dang, Hwa-ran mulai menjalankan rencana tahap kedua (terutama setelah mendapat iming-iming menggiurkan dari direktur Myeong-suk dan Chan-min. Di trempat lain, Dong-gyu yang merasa rencananya memikat Soo-ha mulai berhasil memutuskan untuk memberi kejutan bagi gadis itu.

Siapa sangka, yang dicari justru sedang berada di Hwa Ahn Dang dan dengan mata kepalanya sendiri, Soo-ha melihat Chan-min sukses menghajar sekelompok berandalan yang hendak berbuat onar. Yang paling sial adalah Dong-gyu, yang terus menunggu Soo-ha tanpa kepastian.

Jantung pria itu mulai berdegup kencang saat Chan-min mengangkat ponsel Soo-ha dan menyebut keduanya sedang minum. Teringat akan kejadian terakhir saat gadis itu mabuk, Dong-gyu langsung menyusul.

Dugaannya tidak salah, Soo-ha yang mulai tertekan akibat tuntutan sebagai pewaris Hwa Ahn Dang mulai mabuk setelah minum beberapa gelas. Melihat itu, Chan-min langsung berinisiatif membopong gadis itu dan membawanya ke sebuah kamar hotel untuk beristirahat.

Episode 10 :

Tidak terima diomeli, Chan-min dengan suara tinggi menyebut Dong-gyu sebagai orang yang munafik dan hanya memanfaatkan Soo-ha untuk mendapatkan Hwa Ahn Dang. Keruan saja, sang gadis yang mendengar semua pembicaraan itu dari balik pintu langsung meneteskan air mata dan hatinya hancur.

Setelah sempat terjadi adu pukul, Dong-gyu akhirnya terus menunggui Soo-ha di depan kamar hotelnya tanpa tahu kalau gadis yang ditunggu telah pergi sejak lama. Terus teringat akan pengkhianatan yang dilakukan oleh Dong-gyu, dengan berat hati Soo-ha memutuskan untuk mengembalikan pinjaman perusahaan dan kembali ke Hwa Ahn Dang, kali ini untuk selamanya.

Adu argumen keduanya terhenti oleh berita yang datang dan memberitahukan bahwa para tetua Hwa Ahn Dang berada di gedung TOP Group untuk melakukan protes. Rupanya, kabar yang menyebut bakal terjadi akuisisi telah menyebar luas hingga masuk koran dan membuat resah semua orang.

Akibat masalah tersebut, posisi Dong-gyu semakin sulit apalagi sang kakek Man-bok tak henti-henti memarahi sang cucu yang dianggapnya tidak becus. Tindakan lebih lanjut juga diambil para tetua, yang meminta Joon-young menggantikan posisi Soo-ha sebagai pewaris sekaligus pengurus Hwa Ahn Dang.

Soo-ha yang baru saja sampai mendapat pukulan berikut dari Chan-min : Man-bok yang marah besar karena dipermalukan didepan umum ternyata tidak hanya memutuskan untuk membeli Hwa Ahn Dang melainkan juga seluruh desa.

Ketenangan Dong-gyu membuat sang bibi Yoo-il heran, sampai akhirnya pemuda itu menyebut kalau dirinya tidak bisa mengambil keuntungan dari Soo-ha. Dari situ, baru ketahuan bahwa Dong-gyu, yang polos dan tidak kuat minum, ternyata benar-benar mencintai sang pemilik Hwa Ahn Dang.

Dari pembicaraan Jun-hee dan Jeong-sook, Dong-gyu sadar ada sesuatu yang tidak beres pada diri Soo-ha dan memutuskan untuk kembali menyusul ke Hwa Ahn Dang. Padahal, di saat yang sama ia dipanggil Man-bok. Keruan saja, sang kakek yang mengamuk langsung memerintahkan supaya Dong-gyu tidak diperbolehkan masuk kantor lagi (dan disambut oleh senyum Chan-min dan Myeong-suk).

Rencana Hwa-ran semakin mendekati kenyataan. Setelah tahu kalau Joon-young bakal menjadi pewaris Hwa Ahn Dang yang baru, ia juga memerintahkan supaya proyek pembelian rumah penduduk desa disekitar tempat keramat itu dipercepat.

Di saat yang sama, Soo-ha terkejut mendengar posisi dirinya telah digantikan oleh Joon-young. Teringat akan pembicaraan beberapa waktu sebelumnya, ia langsung menolak perintah tetua meski tidak memberitahu apa alasannya.

Begitu sampai di rumah, dengan perasaan ketar-ketir ia langsung mencari surat-surat tanah Hwa Ahn Dang. Namun terlambat, semua berkas yang disembunyikan di dalam bantal tersebut telah dibawa seseorang untuk diberikan pada Hwa-ran.

Episode 11 :

Secara kebetulan, adegan dorong-mendorong tersebut terlihat oleh Dong-gyu yang kebetulan melintas. Keruan saja, Soo-ha langsung panik dan mengira surat tanah Hwa Ahn Dang telah jatuh ke tangan Hwa-ran. Bersama Dong-gyu, gadis itu kembali bertolak ke Seoul.

Keduanya tidak sadar bahwa di bagian belakang, Bibi Hwa tertidur dengan pulasnya. Begitu sampai di kantor, Soo-ha langsung menumpahkan kemarahannya pada Hwa-ran, apalagi setelah melihat gadis itu belakangan berada bersama Bibi Hwa. Sementara itu, Dong-gyu diikat oleh sang kakek Bok-man meski belakangan berhasil meloloskan diri.

Setelah diperiksa dengan kamera pengaman, baru ketahuan bahwa Bibi Hwa datang bersama Dong-gyu dan Soo-ha. Gadis itu makin putus asa saat tahu surat tanah yang disimpannya didalam bantal hilang. Setelah semuanya pergi, Chan-min menemukan berkas yang dimaksud di bagian bawah bangkunya.

Malang bagi Soo-ha, saat pulang Bibi Hwa mengalami kecelakaan gara-gara nekat berusaha mencegat mobil yang dikendarai Hwa-ran yang kebetulan melintas. Kebingungan menghadapi semuanya, gadis itu ditolong oleh Chan-min yang berhasil 'memaksa'nya untuk bertingkah sebagaimana gadis kebanyakan.

Terbiasa hidup di desa yang begitu sederhana, bisa dibayangkan bagaimana reaksi Soo-ha saat diajak masuk ke sebuah diskotik. Apalagi saat gadis itu tidak tahu, Chan-min nekat menghapus pesan yang ditinggalkan oleh Dong-gyu.

Diam-diam, hati Hwa-ran terasa hancur demi melihat ibu yang melahirkannya tergolek lemah. Namun dasar bergengsi tinggi, ia tetap berpura-pura tidak mengenal Bibi Hwa saat mendapat telepon dari Soo-ha. Terduduk lesu, gadis itu langsung merangkul Joon-young yang kebetulan lewat sambil menangis tersedu-sedu.

Begitu sembuh, Bibi Hwa langsung diantar pulang bersama Soo-ha dengan kendaraan milik TOP Group. Tapi cobaan lain telah menghadang saat tiba : sejumlah petinggi desa berusaha mendesak supaya Hwa Ahn Dang dijual, yang sudah tentu ditolak mentah-mentah.

Usaha penduduk desa ternyata tidak hanya sampai disitu, mereka menghadang pintu masuk Hwa Ahn Dang dan tidak memperbolehkan penghuninya keluar sampai menandatangani surat persetujuan untuk dijual. Kacaunya lagi, di saat bersamaan kondisi Soo-ha juga merosot drastis.

Satu-satunya cara untuk keluar dari kesulitan adalah lewat Dong-gyu, yang sedang 'disandera' oleh sang kakek sehingga tidak boleh keluar. Tidak kehabisan akal, ia bertukar pakaian dengan sang asisten sebelum kemudian memacu mobil sekencang-kencangnya ke Hwa Ahn Dang.

Episode 12 :

Sukses memasukkan kotak obat, Dong-gyu langsung ditangkap saat berusaha memanjat pagar Hwa Ahn Dang dan nyaris saja dilaporkan ke polisi oleh penduduk. Beruntung, mereka mulai mengenali pria yang ternyata berasal dari TOP Group tersebut.

Langsung mendapat sambutan bagai raja, Dong-gyu akhirnya tahu dalang dibalik gosip miring yang membuat Hwa Ahn Dang dalam kesulitan. Tidak mau kalah cepat, pemuda itu balik mengeluarkan strategi baru yang membuat pihaknya diatas angin. Sudah tentu, Hwa-ran yang mendengar Dong-gyu ada di Hwa Ahn Dang kaget setengah mati.

Dong-gyu semakin curiga karena tidak ada data soal latar belakang Hwa-ran, dan meminta sang asisten untuk terus menyelidiki. Apes baginya, saat hendak pulang, ia ditarik oleh penduduk setempat untuk minum-minum. Bisa ditebak, pemuda itu kembali mabuk sehingga membuat asistennya pusing. Pasalnya, Bok-man mengira sang cucu masih ada di Seoul.

Soo-ha yang akhirnya sembuh berkat obat yang diberikan Dong-gyu kaget saat mendengar dari Chan-min kalau pria yang disukainya itu ada di Hwa Ahn Dang. Kebingungannya makin menjadi karena saat menelepon ke ponsel sang direktur TOP Group, Yoo-il yang menganggap menyebut kalau Dong-gyu sedang sibuk.

Begitu melihat Dong-gyu dalam keadaan mabuk, Soo-ha kembali salah sangka dan mengira semua adalah rencana pria itu untuk membeli Hwa Ahn Dang. Dasar nekat, Dong-gyu nekat melompati pagar rumah gadis yang dicintainya itu demi memberi penjelasan bahwa semua yang dilakukannya adalah demi Soo-ha.

Apes bagi Dong-gyu, kehadirannya bertepatan dengan dua tetua yang datang untuk mengambil surat tanah Hwa Ahn Dang. Selain Soo-ha yang dimarahi habis-habisan, Dong-gyu juga harus menerima hukuman dikurung dalam gudang.

Meskipun masih jengkel, Soo-ha terharu juga saat mendengar ucapan Dong-gyu dari balik pintu gudang yang terdengar begitu tulus. Di tempat lain, Hwa-ran tersenyum simpul saat mendengar Joon-young memperkenalkan dirinya sebagai kekasih didepan keluarga Hwang.

Berniat meminta pertanggungjawaban TOP Group, kedua tetua langsung terdiam saat Man-bok menyebut siap memberikan donasi dalam jumlah yang fantastis asalkan Hwa Ahn Dang mau dilepas. Ucapan tersebut diam-diam terdengar oleh Myeong-suk dan Chan-min, yang sama terkejutnya dengan Yoo-il yang kebetulan berada bersama sang ayah.

Baru saja melepas Dong-gyu dengan resiko dimarahi para tetua, Soo-ha terkejut saat mendengar orang-orang yang dihormatinya mulai goyah saat ditawari uang dalam jumlah besar. Dengan mata berkaca-kaca di hadapan Chan-min, ia bersikukuh untuk tetap mempertahankan Hwa Ahn Dang.

Episode 13 :

Dengan tegas, Soo-ha menolak tawaran Chan-min dan bergeming meski pria itu menyebut cinta itu bisa dipelajari. Memasang wajah serius, gadis itu menyebut hanya ingin menikah dengan pria yang dicintai dan kelak tidak akan berpisah selamanya.

Di Seoul, Dong-gyu kembali harus menghadapi kemarahan Man-bok. Terkejut mendengar perkembangan yang terjadi, dengan berani ia melawan sang kakek yang dianggap sudah keterlaluan meski untuk itu harus rela diusir keluar dari TOP Group dalam keadaan tidak punya uang sepeserpun.

Kekalutannya makin menjadi saat Soo-ha (yang dalam keadaan mabuk menelepon) dan menyebut siap menikah asalkan pria itu bisa mencegah niat Man-bok menguasai Hwa Ahn Dang. Tidak memikirkan apapun, Dong-gyu dengan segala cara langsung menuju Hwa Ahn Dang dan berbeda dari biasanya, pemuda itu akhirnya tidak menggunakan cara sembrono dan tidur didepan pintu.

Paginya saat bangun, ia kembali harus menelan kekecewaan karena Soo-ha tidak ingat akan apa yang diucapkan di malam sebelumnya. Untungnya, sikap simpatik Dong-gyu mampu membuat para penghuni Hwa Ahn Dang membela sehingga Soo-ha sempat gelagapan.

Tidak sadar kalau terjadi hal tidak mengenakkan pada diri Dong-gyu, Soo-ha terus memperlakukan pemuda itu dengan buruk dan terus menuduh macam-macam. Tidak punya tempat tinggal lagi, ia berusaha memohon salah satu pembantu Soo-ha untuk memperbolehkannya menempati satu kamar.

Sebelum tidur, Dong-gyu menyerahkan pangsit buatan Soo-ha pada sang asisten, yang kemudian memberikannya pada Yoo-il. Siapa sangka, makanan bercita rasa tinggi itu digunakan wanita tersebut untuk melunakkan hati Man-bok, yang langsung menyukai cita rasa pangsit dan langsung mempromosikan (mantan) asisten Dong-gyu ke bagian makanan.

Di hari upacara adat, Soo-ha dikejutkan oleh pemberitahuan Chan-min yang menyebut telah mengundang kru televisi untuk pengambilan gambar. Saat diwawancara, kesedihan Soo-ha berkurang drastis saat salah seorang tetua menyebut tidak akan menjual Hwa Ahn Dang dalam kondisi sesulit apapun.

Diberondong pertanyaan oleh sang asisten seputar siapa pembuat pangsit yang digemari Man-bok, Dong-gyu diberitahu bahwa Hwa-ran ternyata menghabiskan masa kecilnya di daerah Hwa Ahn Dang. Sontak, ia langsung curiga wanita itu memiliki hubungan dengan Bibi Hwa.

Kecurigaan tersebut akhirnya terbukti saat Dong-gyu diam-diam menyelinap keluar dan melihat dengan mata kepalanya sendiri Hwa-ran memanggil Bibi Hwa dengan sebutan ibu. Kebetulan dari arah berlawanan, Joon-young juga melihat adegan itu.

Episode 14 :

Seolah tidak memikirkan perasaan Joon-young dan Soo-ha, para tetua sibuk berdebat apakah akan menjual Hwa Ahn Dang atau tidak. Dengan suara dingin, sikap mereka langsung dikritik oleh ayah Soo-ha.

Berita soal Hwa Ahn Dang langsung menarik minat pemirsa, muncul sejumlah nama yang siap memberikan donasi untuk melestarikan istana tua itu. Akibatnya, Man-bok berada dalam posisi kalah dan kembali harus menahan kekesalan karena untuk kesekian kalinya, para tetua berubah pikiran dan tidak mau menjual Hwa Ahn Dang.

Berhasil bersembunyi selama beberapa hari, Dong-gyu akhirnya ketahuan juga dan nyaris saja diusir keluar. Namun, ia terselamatkan oleh telepon para tetua yang meminta Soo-ha menghadapi sejumlah turis yang bakal datang berkunjung. Mengingat gadis itu tidak bisa bahasa asing, mau tidak mau Hwa Ahn Dang harus mengandalkan Dong-gyu.

Saat berniat membeli cincin pertunangan, Chan-min bertemu dengan Joon-young. Sadar kalau sang sahabat sedang terpukul akibat gagal menjadi pewaris Hwa Ahn Dang, ia mengingatkan untuk tidak begitu saja percaya terhadap Hwa-ran yang berhati kejam. Namun apa daya, peringatan tersebut tidak diindahkan Joon-young.

Siapa sangka, lamaran tersebut ditolak oleh Hwa-ran (yang sudah pasti membuat Joon-young patah hati). Ketika berpapasan dengan Chan-min, keduanya langsung membuka kartu masing-masing saat bicara empat mata. Mereka tidak sadar, pembicaraan itu terdengar oleh asisten Dong-gyu.

Begitu mendengar penuturan sang asisten, Dong-gyu berubah geram apalagi setelah belakangan mendengar dirinya difitnah dihadapan sang kakek. Namun kali ini ia tidak bisa berbuat banyak, satu-satunya jalan adalah menunaikan tugasnya di Hwa Ahn Dang sebagai pemandu sebelum kembali ke Seoul dan membongkar semuanya.

Namun, Dong-gyu kalah cepat dari Yoo-il yang berkat bantuan asisten pemuda itu sukses membongkar persekongkolan yang dilakukan Chan-min didepan Man-bok. Wajah pria tua itu langsung merah-padam karena merasa telah ditipu, dan memerintahkan sang putri untuk segera membawa Dong-gyu kembali ke Seoul.

Berhasil mengumpulkan kedua cucu, putri dan menantunya, Man-bok dengan suara tegas meminta pertanggungjawaban siapa dalang dibalik tindakan Hwa-ran. Begitu mendengar Dong-gyu membantah, posisi Chan-min dan ibunya semakin gawat apalagi setelah sang kakek berbicara dengan nada tinggi.

Dalam posisi terjepit, Myeong-suk masih berusaha membebankan kesalahan pada Dong-gyu terutama setelah pemuda itu mengangguk membenarkan saat ditanya apakah pemuda itu sempat tinggal di Hwa Ahn Dang sejak diusir. Hebatnya meski terus dituding, DOng-gyu menolak buka mulut soal peran Chan-min dan Myeong-suk dalam kasus gagalnya pembelian Hwa Ahn Dang.

Akibat terlalu marah, Man-bok ambruk dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sambil menunggui sang kakek, Dong-gyu diberitahu oleh Yoo-il bahwa satu-satunya harapan TOP Group adalah dirinya sehingga otomatis pemuda itu harus memilih antara perusahaan atau Soo-ha.

Episode 15 :

Absennya Man-bok langsung dimanfaatkan oleh Myeong-suk, yang dengan cepat meminta supaya TOP Group menutup divisi bagian penjualan makanan. Namun dengan berani, Dong-gyu (yang hadir di rapat tanpa jabatan penting) menentang dan mendapat dukungan dari Chan-min.

Di saat pusing memikirkan strategi menyelamatkan divisi bagian makanan, Dong-gyu dikejutkan oleh kemunculan Soo-ha (yang datang jauh-jauh dari desa demi bertemu dirinya). Siapa sangka, sambutan pria itu begitu dingin, bahkan ia meninggalkan sang gadis malang dengan ekspresi yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Nekat mencari hingga ke TOP Group, Soo-ha kelabakan saat diberitahu kalau Dong-gyu tidak berada di kantor. Berpapasan dengan Chan-min, ia diajak pemuda itu makan siang bersama. Meski begitu, pikirannya tidak bisa lepas dari Dong-gyu dan terus berulang-ulang berusaha menelepon meski hasilnya gagal.

Meminjam ponsel sang kakak Joon-young, Soo-ha terkejut saat Dong-gyu menyebut tidak akan mau berbicara dengan gadis itu lagi. Sang kakak hanya bisa terdiam melihat perkembangan tidak menyenangkan tersebut, dan saat tinggal berdua, berusaha membujuk Chan-min untuk mau membiarkan Chan-min bahagia dengan Dong-gyu.

Dong-gyu mulai kehabisan akal karena makanan yang dihasilkan oleh perusahaannya tidak mengalami perkembangan rasa yang berarti meski telah mengikuti instruksi Soo-ha, dan sang asisten berinisiatif untuk pergi ke Hwa Ahn Dang dan kembali merekam para penghuni disana saat memasak.

Dasar apes, ia tertangkap dan diusir oleh Soo-ha. Dalam keadaan kepepet, sang asisten akhirnya buka mulut soal Dong-gyu yang terus berusaha menghindar hingga sakitnya Man-bok. Mendengar cerita tersebut, gadis itu akhirnya mengerti apa yang terjadi dan memaksa untuk diantar ke Seoul.

Meski telah sadar, Man-bok menolak untuk bertemu Dong-gyu dan menyampaikannya lewat sang putri Yoo-il. Ditengah rasa putus asanya, pemuda itu tidak sadar bahwa Soo-ha terus menunggunya sejak siang didepan rumah.

Begitu berpapasan, Soo-ha dengan bercucuran air mata menyatakan perasaan yang sesungguhnya ke Dong-gyu, yang langsung dibalas oleh pelukan dan kecupan. Sadar pria yang dicintainya berada dalam keadaan mabuk, sang pewaris Hwa Ahn Dang memapah Dong-gyu masuk ke dalam rumah.

Tidur bersama di sofa dalam posisi saling berpelukan, keduanya tidak sadar kalau pagar rumah tidak terkunci. Man-bok dan Yoo-il yang tiba keesokan paginya sempat mengira kediaman mereka dimasuki maling............sampai melihat kemesraan Dong-gyu dan Soo-ha.

Bisa ditebak, keduanya langsung disidang oleh Man-bok yang marah besar. Tidak ingin gadis yang dicintainya tersakiti lagi, Dong-gyu langsung menyebut kalau dirinya bakal menikahi Soo-ha, yang langsung diangguki. Siapa sangka, Man-bok mengajukan syarat yang cukup berat.

Episode 16 :

Sempat berniat pulang, obrolan lewat ponsel dengan Lee Ha salah satu pengurus Hwa Ahn Dang membuat Soo-ha berubah pikiran. Sementara itu, berita tentang kehebohan Dong-gyu sampai ke telinga Myeong-suk dan Chan-min, yang kaget setengah mati.

Di pabrik, Dong-gyu tidak habis pikir karena rasa pangsit yang dihasilkan tidak keruan, dan meminta sang asisten untuk memanggil ahli masakan......yang ternyata adalah Soo-ha. Setelah diteliti, ternyata perbedaan ada di bagian kulit pangsit.

Dengan wajah berbinar, Dong-gyu membawa pangsit hasil buatan pabrik ke Man-bok dan meminta sang kakek untuk mau merestui hubungannya dengan Soo-ha apabila rasa produk sesuai dengan yang diharapkan. Bisa dibayangkan, bagaimana kagetnya Man-bok saat tahu pangsit yang dimakan bukan dari Hwa Ahn Dang melainkan hasil dari produksi salah satu pabriknya.

Sayang, Man-bok ternyata masih keras hati sehingga Dong-gyu datang ke Hwa Ahn Dang dengan tangan hampa. Melihat mata Soo-ha yang begitu berbinar, pemuda itu tidak tega dan akhirnya berbohong dengan menyebut sang kakek telah menyetujui hubungan mereka. Bersama-sama, keduanya menghadap para pengurus Hwa Ahn Dang untuk minta restu.

Di Seoul, Hwa-ran sempat kebingungan mendapat ikatan bunga dan sekotak kue dari Joon-young. Namun begitu melihat isinya, gadis itu sadar bahwa pria yang dicintainya tersebut telah tahu siapa ia sebenarnya. Sambil bercucuran air mata, Hwa-ran mengangkat telepon Joon-young dan menyebut kalau gadis yang disukai sang kakak Soo-ha telah lama mati.

Sebal dengan Man-bok yang rewel, Yoo-il memutuskan menyusul Dong-gyu ke Hwa Ahn Dang untuk membujuk pria itu kembali. Namun, begitu melihat betapa bahagianya Dong-gyu dan Soo-ha saat hidup sebagai petani, ia berubah pikiran.

Yoo-il yang tidak tahu apa yang terjadi menceritakan semuanya pada Soo-ha....termasuk tentang belum direstuinya hubungan gadis itu oleh Man-bok. Keruan saja saat kembali ke Hwa Ahn Dang, Soo-ha memanggil Dong-yu dan dengan tegas meminta sang kekasih untuk tidak kembali sampai restu yang selama ini diharapkan bisa didapat dari sang kakek.

Melihat nona besarnya sedih, Lee Ha nekat berangkat sendirian ke Seoul untuk bertemu Man-bok. Berkat bantuan Chan-min (keduanya berpapasan di tengah jalan), wanita tua itu berhasil menemui sang pemilik TOP Group dan akhirnya sukses membujuk Man-bok merubah pikirannya tentang hubungan Dong-gyu dan Soo-ha.

Dong-gyu yang mendengar Man-bok bakal menemui para tetua langsung bergegas ke Hwa Ahn Dang karena takut bakal terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bahkan bersama Soo-ha nekat menerobos masuk ruang pertemuan. Padahal, di saat yang sama Man-bok berniat untuk memohon maaf atas kesalahannya 50 tahun silam.

Keruan saja, para tetua kembali salah-paham dan mengira itu bagian dari strategi Man-bok. Pada saat itulah sang pemilik TOP Group melakukan hal yang tidak disangka-sangka : ia berlutut dihadapan semua dan memohon supaya akibat kesalahan yang pernah dilakukannya tidak ditimpakan pada Dong-gyu sang cucu.

Diwarnai suasana tegang, Dong-gyu dan Soo-ha (serta Man-bok dari belakang) langsung lega mendengar para tetua bertepuk tangan yang menjadi pertanda mereka setuju. Secara seremonial, Man-bok akhirnya kembali ke Hwa Ahn Dang sambil membawa beberapa ekor sapi sebagai pertanda untuk membayar kesalahannya lebih dari setengah abad silam.

Di tengah kebahagiaan yang dirasakan Hwa Ahn Dang, masih ada satu orang lagi yang akhirnya memutuskan berdamai dengan masa lalunya : Hwa-ran, yang meminta Joon-young untuk mengantar bibi Hwa menemuinya di luar desa. Bersama, keduanya masuk dan bersama yang lain merasakan kemeriahan pesta pernikahan Dong-gyu dan Soo-ha yang sudah tentu digelar secara tradisional.


TAMAT


Sumber : www.indosiar.com






No comments:

Post a Comment