Tuesday, December 8, 2009

Kdrama Shining Inheritance


Sutradara  :  Jin Hyeok
Penulis      :  So Hyeon-kyeong
Genre       :  Drama
Produksi   :  SBS
Tgl rilis      :  25 April 2009
Durasi       :  28 episode
Pemain      :  Han Hyo-joo, Lee Seung-gi, Bae Soo- bin, Moon Chae-won

Episode 1 :
Kembali ke Korea dari Amerika dengan pesawat yang sama, secara tidak sengaja koper Go Eun-sung (Han Hyo-joo) dan Sun Woo-hwan (Lee Seung-gi) yang bentuk dan warnanya sama persis tertukar. Begitu tiba, kehadiran Eun-sung membuat seorang gadis bernama Yoo Seung-mi (Moon Chae-won) terkejut.
Kemunculan Seung-mi sendiri adalah untuk menjemput Woo-hwan, cucu pemilik perusahaan raksasa milik Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung). Diminta sang nenek untuk kembali ke Korea, Woo-hwan membandel dan memutuskan untuk menghabiskan waktu beberapa hari bersenang-senang dengan para sahabatnya.
Eun-sung sendiri dijemput oleh Lee Hyung-jin, seniornya di sekolah yang mengejar gadis itu karena tahu latar belakangnya dari keluarga kaya-raya. Bahkan, Hyung-jin dengan berani meminjamkan mobil, yang sebenarnya adalah milik sang sahabat Park Jun-se (Bae Soo-bin) yang ikut menjemput, yang diaku sebagai miliknya.
Konfrontasi antara Eun-sung dan Woo-hwan dimulai ketika Woo-hwan yang pongah melempar gelas plastik ke tengah jalan dan mengenai kaca mobil yagngdikemudikan Eun-sung. Karena geram, Eun-sung langsung mengejar mobil pemuda itu sambil memintanya untuk berhenti.
Kesalahpahaman terjadi, Woo-hwan mengira gadis itu mengajaknya adu kebut-kebutan. Aksi saling pacu terjadi, yang diiringi wajah pucat penumpang masing-masing mobil. Dalam sebuah kesempatan, Woo-hwan membelokkan mobilnya secara mendadak untuk menghalangi mobil sang rival. Begitu Eun-sung mengerem, Woo-hwan kembali memacu mobilnya dengan senyum kemenangan.
Begitu sampai dirumah, Eun-sung langsung disambut oleh ayahnya Go Pyung-joong (Jun In-taek), ibu tirinya Baek Sung-hee (Kim Mi-sook)...dan adik tirinya Seung-mi. Akhirnya ketahuan kenapa Seung-mi berusaha menghindar dari Eun-sung : ia tidak ingin hubungannya dengan Woo-hwan diketahui oleh sang kakak tiri. Sementara di tempat lain, nenek Sook-ja marah-marah saat tahu cucunya Woo-hwan tidak langsung pulang dan malah bersenang-senang.
Eun-sung yang gembira karena bisa kembali berkumpul dengan keluarganya tidak sadar kalau perusahaan raksasa sang ayah terancam bangkrut. Saat Pyung-joong hendak meminjam uang dari istrinya, secara mengejutkan Sung-hee menolak. Tidak cuma itu, Sung-hee yang terbiasa hidup mewah menyebut bahwa meski dengan cara apapun, termasuk memaksa, Pyung-joong harus mendapat pinjaman uang untuk menyelamatkan perusahaan.
Begitu kembali ke Korea, perhatian Eun-sung langsung tercurah pada Go Eun-woo (Yun Joon-suk), adiknya yang mengidap autisme. Sempat mengikuti dari belakang secara diam-diam, Eun-sung terkejut saat melihat sang adik membelokkan langkahnya ke sebuah tempat les piano. Awalnya, ia mengira Eun-woo bakal disekolahkan ke sekolah musik yang prestisius.
Dalam keadaan mabuk dan sedih karena ajuan pinjamannya ditolak, Pyung-joong berjalan tak tentu arah. Di sebuah gang sepi, mendadak kepalanya dipukul dari belakang. Keesokan harinya saat bangun, ia mendapati semua barang miliknya telah dirampas seseorang. Yang lebih mengejutkan lagi, namanya termasuk dalam daftar korban meledaknya sebuah tempat karaoke.
Di sebuah bar mewah, Woo-hwan diberitahu bahwa kartu kredit miliknya sudah tidak berlaku. Sadar bahwa semua adalah ulah sang nenek, ia menyodorkan segepok uang. Sayang, uang tersebut ternyata masih kurang sehingga ia harus berurusan dengan pemilik bar. Secara kebetulan, Eun-sung, yang baru sadar tasnya tertukar menelepon.
Dengan santai, Woo-hwan meminta Eun-sung untuk membayar biaya yang kurang kalau ingin tasnya dikembalikan. Setelah itu, ia menyuruh gadis itu untuk menyetir mobilnya ke sebuah hotel mewah. Kaget ketika Woo-hwan mendadak menarik kerah bajunya, Eun-sung dengan refleks langsung mengeluarkan jurus bela dirinya...yang sukses membuat pemuda itu KO.
Begitu sadar, Woo-hwan langsung teringat akan kejadian di malam sebelumnya. Jengkel karena terus ditelepon, pemuda itu mengerjai Eun-sung. Saat gadis perkasa itu datang terlambat, Soo-hwan (yang sebenarnya ada didekat sana) meminta Eun-sung menunggu sementara dirinya menyelesaikan suatu urusan : menemui sang ibu Oh Young-ran (Yoo Ji-in) untuk meminta kartu kredit baru.
Meski kuliah di Amerika, sifat Soo-hwan sangat pongah. Saat hendak meminta tambahan kopi, dengan sombong ia mengetukkan sendok kecil ke cangkir sambil menatap pelayan yang datang dengan pandangan merendahkan. Dari belakang tiba-tiba muncul Jun-se, yang langsung menyindir Soo-hwan. Meski kesal, SOo-hwan tidak bisa berbuat banyak melawan pria yang sudah dikenal baik oleh keluarganya tersebut.
Peristiwa meledaknya tempat karaoke menjadi berita utama di televisi, Jung-hee yang kebetulan tengah menyaksikan televisi sangat kaget saat mendengar nama Pyung-joong termasuk sebagai korban. Saat diminta mengidentifikasi, wanita itu langsung berteriak sambil terduduk lemas melihat kondisi jenazah.
Menunggu terlalu lama membuat Eun-sung kesal, ia berulang kali menelepon Soo-hwan namun tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Sambil menunggu, gadis itu memutuskan untuk menelepon Sung-hee. Apa yang didengarnya sangat mengejutkan : ayahnya Pyung-joong telah meninggal dunia.
Tidak lagi memperdulikan hadiah yang telah disiapkan, Eun-sung langsung berlari ke rumah duka dan tidak bisa lagi menahan tangisnya saat melihat foto sang ayah di antara karangan bunga. Yang lebih memukulnya, sang ibu tiri Sung-hee memutuskan untuk langsung mengkremasi jenazah yang kondisinya sulit dikenali lagi.


Episode 2 :
Di tengah suasana duka, Eun-sung (Han Hyo-joo) kembali berdebat dengan Baek Sung-hee (Kim Min-sook). Rupanya, sang ibu tiri meminta supaya acara pemakaman tidak melibatkan Eun-woo (Yun Joon-suk) yang dianggap bakal mengacau. Namun, Eun-sung tetap memaksa.
Saat tengah menunggu tasnya dikembalikan, Woo-hwan (Lee Seung-gi) dikagetkan oleh kemunculan mendadak Jang Sook-ja. Rupanya, sang nenek memintanya pulang karena ada hal penting : Woo-hwan diminta untuk kembali ke Korea dan meneruskan usaha keluarga.
Keruan saja Woo-hwan menolak mentah-mentah, namun ia tidak bisa mengelak karena sang ibu Oh Young-ran (Yoo Ji-in) terus membujuk. Dengan ogah-ogahan, Woo-hwan akhirnya mendatangi restoran keluarga dan disambut oleh Manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun).
Dengan sikap yang sombong, Woo-hwan menolak permintaan sang manajer supaya dirinya mengenakan pakaian pegawai restoran. Bahkan, Woo-hwan yang seharusnya menjadi pegawai biasa dengan santai duduk di meja manajer saat jam kerja sambil menelepon. Ketika ditegur, Woo-hwan dengan sikap menantang menyebut siap bila Manajer Lee mau memecatnya.
Setelah pemakaman selesai, masalah mulai melanda Eun-sung dan keluarganya. Tidak cuma harus menghadapi penyitaan barang-barang, mereka juga harus menghadapi orang-orang yang pernah dihutangi oleh suaminya Go Pyung-joong (Jun In-taek). Melihat ibu tirinya menangis sambil berusaha menjual semua miliknya, Eun-sung langsung masuk ke dalam kamarnya sambil menangis.
Kejutan dilakukan oleh Sung-hee, ia mengajak Eun-sung bicara empat mata. Tanpa basa-basi, wanita itu meminta Eun-sung untuk mencari tempat tinggal bagi dirinya dan sang adik yang autis Go Eun-woo. Eun-sung ternganga, ia sama sekali tidak menyangka kalau ibu tirinya tersebut bakal tega mengusirnya.
Seung-mi (Moon Chae-won) yang mendengar pembicaraan itu langsung memarahi sang ibu, namun Sung-hee membalas dengan menyebut bahwa semua yang dilakukannya adalah demi sang putri. Sebelum berpisah, Sung-hee memberikan segepok uang pada Eun-sung sambil menyebut supaya uang tersebut digunakan dengan baik. Meski malu dan merasa harga dirinya terinjak-injak, Eun-sung menerima uang tersebut demi Eun-woo adiknya.
Hidup berdua dengan Eun-woo ternyata tidak mudah, Eun-sung sempat mengalami berbagai masalah. Yang paling berat terjadi saat mereka sengaja menginap di tempat permandian umum, Eun-sung yang tengah membela Eun-woo yang baru saja dimarahi dan dipukul oleh seorang pria baru sadar kalau uang simpanan pemberian Jung-hee yang dipegangnya telah hilang.
Sudah tidak punya uang sama sekali, ajakan Eun-woo untuk menemui ayah mereka ditanggapi dengan serius oleh Eun-sung : ia berniat bunuh diri bersama sang adik. Namun saat hendak terjun dari sebuah tempat tinggi, Eun-sung tersadar dan langsung menangis tersedu-sedu sambil memeluk Eun-woo.
Bertekad untuk bertahan hidup dan bangkit, Eun-sung mendatangi salah seorang sahabatnya Lee Hye-ri (Min Young-won). Hanya bisa keluar di malam hari, hanya ada satu pilihan pekerjaan bagi Eun-sung : menjadi pelayan di sebuah tempat hiburan.
Woo-hwan kembali berulah, ia kembali menolak perintah Manajer Lee dan meninju pria itu yang dengan berani menyahut saat dirinya marah. Ditemani oleh Seung-mi, Woo-hwan datang ke sebuah tempat hiburan. Saat tengah ke kamar kecil, Seung-mi sangat terkejut melihat Eun-sung ada disana dengan pakaian seorang pelayan.
Langsung mengenali Eun-sung yang mengenakan wig, dengan santai Woo-hwan menarik kerah baju gadis itu, yang cuma bisa terpekik. Langsung meminta tasnya dikembalikan, Woo-hwan bahkan tidak perduli ketika kakinya menginjak ponsel Eun-sung yang belum lunas. Dari kejauhan, semua adegan itu terlihat oleh Jun-se (Bae Soo-bin).
Eun-sung tidak sadar bahwa penderitaannya baru dimulai. Di apartemen Hye-ri, kekasih gadis itu meminta Eun-woo untuk pergi ke pasar swalayan. Dalam perjalanan, Eun-woo malah berhenti di tempat dimana dirinya biasa belajar piano dan terus bermain. Sempat heran melihat kemunculan pemuda remaja itu, sang empunya tempat langsung menelepon Sung-hee.
Bisa dibayangkan, bagaimana kagetnya Sung-hee melihat Eun-woo. Ketika mencoba menghubungi Eun-sung, ponsel sang anak tiri (yang rusak karena terinjak oleh Woo-hwan) tidak diangkat. Sempat ragu apakah yang ditelepon adalah nomor yang benar, Sung-hee sangat terkejut mendengar Eun-woo bisa mengingat hal-hal detil hanya dengan sekali liat. Diam-diam, ia mulai merencanakan sesuatu.
Episode 3 :
Dengan panik, Eun-sung (Han Hyo-joo) yang ditemani oleh Hye-ri (Min Young-won) dan kekasih sahabatnya tersebut mencari Eun-woo (Yun Joon-suk) kesana-kemari. Padahal, sang adik telah dibawa oleh ibu tirinya Sung-hee (Kim Mi-sook) ke sebuah tempat.
Disana, Sung-hee berpesan supaya Eun-woo tidak menelepon siapapun, termasuk Eun-sung, kalau masih ingin bertemu sang kakak. Terburu-buru pulang begitu tahu ada yang mengenali, begitu sampai di rumah Sung-hee langsung mengambil ponsel milik putrinya Seung-mi (Moon Chae-won) yang tengah tertidur. Rupanya, wanita itu berniat mengganti semua nomor supaya Eun-sung maupun Eun-woo tidak bisa menghubunginya lagi.
Kejatuhan Eun-sung dari seorang gadis kaya hingga menjadi seorang pelayan diam-diam membuat Jun-se (Bae Soo-bin) iba, ia tidak setuju dengan perlakuan semena-mena Woo-hwan (Lee Seung-gi). Ketika itu, Eun-sung yang begitu kuatir akan keselamatan Eun-woo hanya tidur selama dua jam, ia tidak sabar untuk segera mencari keberadaan sang adik.
Pertikaian antara Sung-hee dan Seung-mi akhirnya pecah, dengan suara tinggi sang putri menyebut berniat meninggalkan kuliahnya. Terpukul melihat keadaan Eun-sung yang begitu mengenaskan, Seung-mi menelepon Woo-hwan dan meminta pemuda itu untuk mengajaknya naik sepeda motor.
Saat tengah berboncengan, Seung-mi langsung teringat dengan kejadian beberapa tahun silam ketika dirinya pertama kali bertemu Woo-hwan. Ketika itu, ia tengah diganggu oleh tiga pemuda berandal. Namun begitu Woo-hwan muncul, ketiganya langsung terdiam dan ngacir. Sambil membopong Seung-mi, Woo-hwan berikrar siap membela gadis itu bila ada orang yang menjahatinya.
Sambil memeluk Woo-hwan dengan erat, Seung-mi meminta pemuda itu untuk tidak kembali ke Amerika. Begitu pulang, Woo-hwan langsung disambut oleh kemarahan Jang Sook-ja. Rupanya, sang nenek sudah tahu kalau cucunya memukul Manajer Lee Baek Seung-hyeun). Tidak cuma meminta Woo-hwan untuk mengurangi sifat tidak sabarnya, Nenek Jang juga menyuruhnya untuk minta maaf pada Manajer Lee didepan semua pegawai.
Terus mencari Eun-woo, Eun-sung akhirnya ambruk saat nyaris sampai di apartemen Hye-ri. Kebetulan, Jun-se tengah melintas dan langsung membopong gadis itu kedalam. Sebelum pergi, Jun-se memberikan bingkisan berisi ponsel yang sejak semula hendak diberikan pada Eun-sung. Keruan saja, Hye-ri terus memandangi pria itu dengan wajah bingung.
Keesokan harinya, Jun-se kembali sambil memperkenalkan diri. Awalnya, Eun-sung sempat menolak, namun Hye-ri cepat memotong pembicaraan keduanya. Setelah itu, Jun-se menyodorkan daftar panti asuhan yang menampung remaja yang memiliki perlakuan khusus dan meminta foto Eun-woo untuk dijadikan selebaran orang hilang.
Di saat Eun-sung sibuk, ayahnya yang kini hidup menggelandang Go Pyung-joong (Jun In-taek) tiba-tiba teringat akan dua anaknya dan memutuskan untuk menelepon. Sempat bingung ketika mengintip ke sekolah Eun-woo namun tidak menemukan putranya disana, Pyung-joong memutuskan untuk menelepon pihak sekolah. Apa yang didengar benar-benar membuatnya kaget sekaligus terpukul.
Melihat Eun-sung tidak mampu mengurus dirinya, Jun-se meminjamkan uang secara diam-diam melalui Hye-ri. Ketika ditanya alasannya, Jun-se mengaku punya hutang budi secara emosional terhadap Eun-sung. Begitu diberitahu, Eun-sung yang berniat untuk memulai jualan di malam hari demi menafkahi dirinya tidak bisa menahan air mata terharu.
Ditemani oleh Hye-ri, Eun-sung mulai mencari tempat tinggal baru yang tidak jauh dengan daerah ramai. Sempat kaget melihat Jun-se tiba-tiba muncul di kediaman barunya, Eun-sung mulai terbiasa dengan pria itu, yang kemudian menemaninya berbelanja. Hye-ri melihat semuanya sambil tersenyum, ia sadar kalau diam-diam Jun-se menyukai sahabatnya.
Masalah kembali dibuat Woo-hwan. Bukannya minta maaf pada Manajer Lee, ia malah melempar segepok uang didepan pria itu sambil memintanya tutup mulut. Begitu Nenek Jang mendengar semuanya, wanita itu tidak bisa lagi menahan kemarahannya dan langsung menampar Woo-hwan berkali-kali. Tidak pernah diperlakukan kasar, Woo-hwan langsung naik pitam.
Sadar kalau dirinya terlalu memanjakan sang cucu, Nenek Jang memutuskan untuk menapaktilasi masa awal dirinya membanting tulang sambil memikirkan keputusan selanjutnya. Saat tengah duduk di tepi jalan untuk berjualan, Nenek Jang melihat Eun-sung yang tengah berjualan sambil bernyanyi dan menari. Ingatannya langsung melayang ke masa lalu, hal serupa pernah dilakukannya sambil mengasuh anak.
Lamunannya buyar oleh seorang pedagang yang biasa mangkal di tempat Nenek Jang berada, dengan kasar pria itu mengusir wanita tua itu. Cuma bisa menatap geram, tiba-tiba Nenek Jang seolah melihat putranya (yang telah meninggal) saat masih kecil Min-suk tengah berlari-lari. Dengan panik, sang nenek berlari mengejar dan tidak melihat tangga curam yang ada didepannya.
Saat hendak pulang, Eun-sung sangat terkejut melihat seorang nenek terbujur kaku. Langsung dilarikan ke rumah sakit, kondisi Nenek Jang dinyatakan baik-baik saja namun mengalami amnesia. Ketika Eun-sung berpamitan karena hendak mencari Eun-woo adiknya, gadis itu sangat kaget karena tiba-tiba Nenek Jang memeluk tangannya dengan erat.


Episode 4 :
Karena kasihan, Eun-sung (Han Hyo-joo) mengajak Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) tinggal di rumah barunya. Keputusan tersebut dicerca Hye-ri (Min Young-won), namun Eun-sung tetap ngotot pada keputusannya. Mereka tidak sadar bahwa dari dalam rumah, Nenek Jang mendengar semuanya.
Di saat yang sama, Oh Young-ran (Yoo Ji-in) yang terlalu memanjakan Woo-hwan (Lee Seung-gi) tidak berdaya ketika sang putra berkata dengan ketus bakal kembali ke Amerika. Begitu mendengar keputusan Woo-hwan, Seung-mi (Moon Chae-won) tanpa banyak bicara langsung menenggak beberapa gelas arak. Dalam keadaan setengah mabuk, Seung-mi menyebut Woo-hwan kejam dan tidak mengerti perasaannya terhadap pemuda itu.
Hilangnya Nenek Jang dari rumah membuat Young-ran dan putrinya Woo-jung (Han Ye-won) kuatir, keduanya cuma bisa melampiaskan kekesalan pada kepala pelayan Pyo Sung-chul (Lee Seung-hyung). Mengaku tidak tahu dimana keberadaan sang majikan, Kepala Pelayan Pyo yang mengerti betul akan watak Nenek Jang menyebut kalau wanita tua itu pasti kembali.
Kebaikan hati Eun-sung yang mau menerima orang tua yang mengalami nasib malang seperti dirinya membuat Nenek Jang terharu, apalagi gadis itu rela bangun pagi demi mempersiapkan barang dagangannya. Melihat Eun-sung terkantuk-kantuk, Nenek Jang langsung menawarkan diri untuk ikut berjualan sekaligus membagi resep rahasianya.
Begitu kembali ke rumah, ucapan Eun-sung kalau dirinya tidak menyangka uang bisa begitu menakutkan membuat kepala Nenek Jang sakit dan pelan-pelan ingat kembali, terutama saat menampar wajah sang cucu Woo-hwan, kembali. Hal pertama yang diingat sang nenek adalah : sudah berapa hari dirinya pergi dari rumah.
Saat hendak makan siang setelah menempelkan poster orang hilang, Eun-sung kembali bertemu Jun-se (Bae Soo-bin). Iba melihat Eun-sung kelelahan hingga mimisan, Jun-se menawarkan gadis itu untuk bekerja di restoran miliknya. Namun Eun-sung malah marah, ia menyebut tidak perlu dikasihani. Rupanya Eun-sung mengira kalau restoran adalah milik Lee Hyung-jin (Kim Jae-seung), pria yang langsung pergi begitu tahu keluarganya bangkrut.
Sampai di rumah setelah hari mulai larut, Eun-sung terkejut melihat Nenek Jang belum makan siang. Protes karena makanan yang disajikan tidak enak, sang nenek terkejut saat Eun-sung menebak kalau ingatannya mulai pulih dan langsung marah-marah.
Nenek Jang kembali berulah. Saat pulang, Eun-sung terkejut karena dimarahi oleh pemilik rumah karena bunganya dipetik tanpa ijin. Rupanya, pelaku pemetikan adalah Nenek Jang. Saat diomeli, Nenek Jang berbalik marah. Melihat Eun-sung menangis, Nenek Jang tidak tega dan langsung mengembalikan selimut yang dipakainya sambil meminta gadis itu tidak mengusirnya.
Kembali ditawari Jun-se untuk bekerja di restoran miliknya, Eun-sung pulang dengan gembira sambil membawa makanan untuk Nenek Jang. Langsung mengenali restoran tersebut, waktu membuat hubungan Nenek Jang dan Eun-sung semakin akrab.
Begitu mendengar alasan Eun-sung bekerja di restoran, dan mengecilkan arti berjualan di pinggir jalan, Nenek Jang langsung pura-pura sakit perut tepat pada saat gadis itu hendak berangkat untuk wawancara kerja. Keruan saja, Eun-sung langsung panik dan membawa Nenek Jang ke rumah sakit. Sesampai disana, tiba-tiba kondisi Nenek Jang pulih.
Eun-sung yang merasa dipermainkan tidak tahan lagi, ia langsung mencari tempat sepi untuk menumpahkan air matanya. Setelah tiba di rumah, pertengkaran keduanya tidak bisa dihindari lagi. Karena emosi, Eun-sung mengaku menyesal telah membiarkan Nenek Jang masuk ke rumahnya. Begitu mendengar alasan Eun-sung, Nenek Jang langsung terdiam karena merasa bersalah telah mempermainkan gadis itu.
Keesokan harinya saat pulang, Eun-sung terkejut mendapati Nenek Jang sudah tidak ada dirumah. Rupanya, sang nenek memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Mendorong kotak untuk mulai berjualan, Eun-sung dicegat oleh Kepala Pelayan Pyo, yang meminta gadis itu ikut dengannya.
Mengaku bakal membawa Eun-sung ke tempat Nenek Jang, gadis itu menurut. Namun, ia setengah tidak percaya saat mobil Kepala Pelayan Pyo berhenti di sebuah rumah besar. Begitu masuk ke dalam, Eun-sung sudah disambut oleh sosok yang dikenalnya dengan baik : Nenek Jang.


Episode 5 :
Saat makan bersama, Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) mengajukan tawaran yang sama sekali tidak disangka : ia bakal membantu Eun-sung (Han Hyo-joo) mencari adiknya yang hilang Eun-woo (Yun Joon-suk) asalkan gadis itu mau tinggal dirumahnya.
Bisa ditebak, keputusan itu langsung ditentang menantunya Oh Young-ran (Yoo Ji-in) dan cucu perempuannya Sun Woo-jung (Han Ye-won). Menurut mereka, imbalan yang paling cocok bagi Eun-sung adalah uang. Ucapan tersebut langsung membuat Nenek Jang marah, ia menganggap keduanya tidak memahami arti membalas budi yang sebenarnya.
Tindakan Nenek Jang tidak hanya sampai disitu, ia meminta Park Soo-jae (Park Sang-hyun) yang merupakan direktur perusahaan makanan Jin Sung untuk memasukkan lamaran Eun-sung supaya dirinya bisa diterima di perusahaan. Meski heran, Direktur Park sadar bahwa telah terjadi sesuatu yang luar biasa dalam diri Nenek Jang selama dirinya menumpang di rumah Eun-sung.
Berita bahagia yang disampaikan Eun-sung membuat Hye-ri (Min Young-won) gembira, namun Eun-sung sendiri merasa dirinya tidak pantas mendapat imbalan seperti itu atas perbuatan kecil yang dilakukannya. Namun, gadis itu langsung dimarahi oleh Hye-ri, yang meminta Eun-sung untuk memikirkan Eun-woo.
Sebelum pergi, Eun-sung dikunjungi oleh sahabatnya Jung In-young (Son Yeo-eun). Merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Eun-woo, In-young menceritakan soal Seung-mi yang pernah menanyakan keberadaan Eun-sung yang kontan membuat gadis itu tersenyum lebar. Namun begitu sampai di rumah nenek Jang, senyuman tersebut langsung berubah.
Eun-sung sangat kaget saat tahu Woo-hwan (Lee Seung-gi) yang dibencinya ternyata adalah cucu Nenek Jang. Langsung menuduh Eun-sung sebagai penipu, dengan kasar Woo-hwan mengusir gadis malang itu. Tidak kalah kesal, Eun-sung menyebut tidak sudi tinggal di rumah Woo-hwan dan pergi sambil berurai air mata. Keruan saja, Nenek Jang yang baru tiba keheranan melihat Eun-sung pergi sambil menangis.
Begitu tahu kalau penyebabnya adalah Woo-hwan, Nenek Jang meminta sang cucu untuk membujuk Eun-sung untuk kembali. Bahkan ancamannya tidak main-main : bila tidak berhasil, Woo-hwan tidak boleh pulang. Keesokan harinya, Woo-hwan yang masih ngambek berpamitan dengan sang nenek karena berniat kembali ke Amerika.
Siapa sangka, niat tersebut dicegah Nenek Jang, yang tidak ingin Woo-hwan kuliah sambil hura-hura tanpa tujuan hidup yang jelas. Dengan tegas, Nenek Jang meminta Woo-hwan menyusun rencana masa depannya dalam waktu seminggu. Woo-jung yang sempat menertawakan kemalangan sang kakak langsung terdiam ketika Nenek Jang menyebut kalau hal yang sama juga berlaku untuk gadis itu.
Di rumah, Eun-sung langsung mengutuk kemalangannya. Namun, telepon dari perusahaan makanan Jin Sung membuat Eun-sung kaget, ia tidak menyangka bakal dipanggil untuk wawancara. Begitu diminta masuk ke ruangan presiden perusahaan, Eun-sung langsung ternganga saat tahu orang tersebut tidak lain adalah Nenek Jang.
Dengan suara tegas, Nenek Jang menegur Eun-sung yang dengan emosi pergi tanpa memikirkan kalau kepergiannya bisa membuat Eun-woo semakin sulit ditemukan. Setelah mendengar cerita Eun-sung soal koper yang tertukar, Nenek Jang kembali menjanjikan bakal menemukan Eun-woo apabila gadis itu mau tinggal dirumahnya.
Membawa proposal kerja sama dengan berseri-seri, Sung-hee (Kim Mi-sook) sangat terkejut melihat Nenek Jang tengah bersama Eun-sung. Sambil bersembunyi, ia mendengar ajakan sang nenek supaya anak tirinya tinggal di rumah pemilik perusahaan Jin Sung itu. Keruan saja, Sung-hee langsung lemas. Sikap Sung-hee langsung berubah 180 derajat. Begitu ada kesempatan, ia mengajak Seung-mi berziarah ke tempat abu Pyung-joong ditaruh.
Dugaannya tidak meleset, Eun-sung telah berada disana lebih dulu. Sikap ramah Sung-hee yang mendadak ramah tidak hanya membuat Eun-sung bingung tapi juga Seung-mi. Belakangan, Seung-mi baru menyadari alasan perubahan sikap sang ibu. Meski berat, gadis itu terpaksa menuruti keinginan Jung-hee.
Sempat heran melihat Seung-mi ternyata juga mengikuti pelatihan di perusahaan Jin Sung, Eun-sung mendapat telepon dari Jung-hee saat istirahat makan siang. Rupanya, sang ibu tiri meminta Eun-sung untuk merahasiakan hubungannya dengan Jung-hee dan Seung-mi. Alasannya sederhana : Jung-hee tidak ingin keluarga Woo-hwan, yang disebut sebagai calon suami Seung-mi, tahu kalau keluarganya telah bangkrut.
Senang karena Eun-sung menurut, Sung-hee berbohong dengan menyebut dirinya bakal naik bis. Pada kenyataannya, wanita itu mengemudikan sebuah mobil mewah ke sebuah tempat pijat. Ia tidak sadar bahwa disana, suaminya yang masih hidup Go Pyung-joong (Jun In-taek) telah menunggu.
Episode 6 : 
Masih syok melihat Pyung-joong (Jun In-taek) masih hidup, Sung-hee (Kim Mi-sook) berbohong dengan mengatakan Eun-sung membawa Eun-woo ke Amerika dengan uang asuransi kematian sang suami. Padahal, uang tersebut digunakan sendiri oleh Sung-hee.
Ketika waktu makan tiba, Eun-sung (Han Hyo-joo) langsung canggung begitu diminta duduk semeja dengan Nenek Jang Sook-ja (an Hyo-jung), Young-ran (Yoo Ji-in), dan Woo-jung (Han Ye-won). Satu-satunya yang absen adalah Woo-hwan (Lee Seung-gi), yang mengaku tidak ada nafsu makan sambil menatap Eun-sung dengan marah. Meski tidak enak, Eun-sung menurut ketika Young-ran memintanya untuk membujuk Woo-hwan.
Bukannya senang, Woo-hwan semakin marah dan mulai mengatai Eun-sung sebagai penipu karena tidak juga mengembalikan tasnya. Dengan mata berkaca-kaca, gadis itu langsung menyebut bahwa ia punya alasan sendiri yang belum bisa diceritakan. Kejadian itu membuat Woo-hwan mulai ragu dengan dugaannya, ia mulai memeriksa tas Eun-sung yang masih dipegangnya. Setelah melihat isi tas tersebut, Woo-hwan mulai sadar kalau Eun-sung tidak seperti gadis yang dikiranya selama ini.
Meski masih tetap sombong, sikap Woo-hwan melunak. Ia mendatangi Eun-sung sambil menyerahkan tas dan uang dalam nominal yang cukup besar sebagai pengganti kerugian yang telah ditimbulkan. Ucapan Eun-sung selanjutnya cukup membuat Woo-hwan terkejut : ia menyebut baru bakal menerima uang tersebut bila tas Woo-hwan sudah dikembalikan.
Setelah menemui Seung-mi (Moon Chae-won) untuk menanyakan soal tas Woo-hwan, dan tidak sadar kalau sang saudara tiri masih hidup berkecukupan, Eun-sung menghadiri masa orientasi kerja pertamanya. Tersenyum melihat gadis itu hanya mengenakan pakaian kasual dan sepatu kets, Nenek Jang memanggil Eun-sung setelah acara selesai, menyerahkan seamplop uang, dan menyuruhnya membeli pakaian dan sepatu yang pantas.
Setelah memulai masa percobaan di restoran yang dikomandani Manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun), Eun-sung mulai mencari pakaian dan sepatu dengan ditemani oleh Jun-se (Bae Soo-bin). Di saat yang sama, Woo-hwan juga tengah menghabiskan hari bersama Seung-mi. Saat mengobrol, Seung-mi mulai bisa menebak kenapa Woo-hwan enggan meneruskan usaha keluarga.
Begitu malam tiba, Eun-sung langsung pamit pulang karena ingin mengejar pekerjaan sampingan yaitu mengantar susu. Begitu sampai di rumah, ia langsung menyerahkan sisa uang belanja pada Nenek Jang dan menolak saat diminta untuk menyimpan sisa uang tersebut. Sikap Eun-sung yang jujur membuat Nenek Jang semakin sayang pada gadis itu.
Saat hendak berangkat kerja, Young-ran menyuruh Eun-sung untuk mengantarkan ponsel sahabatnya yang tertinggal. Sikap Young-ran yang bagai nyonya besar tersebut membuat Nenek Jang marah, apalagi Woo-jung cucu perempuannya juga setali tiga uang. Rupanya karena terbiasa hidup mewah, keduanya tidak menghargai uang dan kerja keras.
Mengantarkan ponsel ke alamat yang dituju, Eun-sung sangat kaget saat Seung-mi membuka pintu. Baru mengerti kalau ibu tirinya berbohong, Eun-sung menyerahkan ponsel sebelum kemudian buru-buru pergi. Seung-mi langsung menyusul dan, sambil memberikan tas yang dicari, beralasan bahwa apartemen tersebut adalah warisan dari mendiang ayahnya. Setelah Eun-sung pergi, Seung-mi baru menyadari kalau dirinya benar-benar anak Jung-hee.
Kembali bertemu dengan Pyung-joong, Jung-hee menyatakan sejumlah alasan dan menyalahkan suaminya. Namun, Pyung-joong yang tahu betul akan watak sang istri meminta Jung-hee menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Secara mengejutkan, Jung-hee menyebut tidak bisa lagi menerima Pyung-joong karena melanggar janji pernikahannya. Diam-diam, Jung-hee telah menyiapkan strategi untuk memastikan masa depannya : mendekati direktur Jin Sung Park Tae-soo (Choi Jung-woo).
Nenek Jang kembali dibuat kecewa oleh ulah Woo-hwan, yang dengan kasar menepis tangan salah seorang pegawai Jin Sung yang memegang lengannya. Di rumah, kekecewaan semakin menjadi-jadi saat melihat Young-ran dan Woo-jung membuang barang-barang mereka yang masih bagus dengan alasan sudah usang.
Tidak cuma itu, kedua cucunya juga menyerahkan proposal yang diminta dengan tidak memuaskan. Woo-hwan berniat menggunakan tanah yang semula disiapkan untuk membangun apartemen bagi para pekerja untuk lapangan golf terbesar di Korea, sementara cita-cita Woo-jung lebih bikin miris : mempercantik diri dan bersiap-siap menikah. Setelah berpikir cukup lama, Nenek Jang akhirnya mengambil keputusan drastis.
Episode 7 : 
Keputusan Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) membuat menantunya Young-ran (Yoo Ji-in) dan dua cucunya Woo-hwan (Lee Seung-gi) dan Woo-jung (Han Ye-won) kaget setengah mati, aplaagi sang nenek menyebut bakal mengusir ketiganya bila tidak mau bekerja untuk mencari nafkah.
Penolakan paling keras muncul dari Woo-hwan, yang memutuskan untuk keluar dari rumah keluarganya dan hidup sendiri. Saat keluar, Woo-hwan berpapasan dengan Eun-sung. Melihat pemuda itu pergi dengan marah, keruan saja Eun-sung yang tengah memboyong sepeda barunya kebingungan. Apalagi, perlakuan tidak mengenakkan juga didapatnya dari Young-ran dan Woo-jung.
Di pabrik, Young-ran terkejut saat diberitahu dirinya bakal diperlakukan sebagai pelayan biasa. Tugasnya pun jauh dari kata santai : memotong kimchi menjadi bagian-bagian kecil. Membuat rekan-rekan sekerjanya mengurut dada karena potongan yang dilakukan jauh dari sempurna, Young-ran langsung lemas saat tahu bahwa dalam sehari, ia harus memotong kimchi dalam jumlah sangat banyak.
Nyaris tidak pernah bekerja keras, Woo-jung kembali ke restoran dan kembali berhadapan dengan manajer yang sempat dimusuhinya dulu. Bisa ditebak, Woo-jung langsung kena marah karena saat bekerja sebagai pengantar makanan, pelayanannya jauh dari memuaskan karena masih mengenakan sepatu hak tinggi.
Satu-satunya yang masih bertahan adalah Woo-hwan, ia menumpang di kediaman sahabatnya Jin Young-suk (Jung Suk-won). Belum bisa melepaskan kebiasaan foya-foya, Woo-hwan baru sadar bahwa keuangannya menipis setelah pulang karaoke. Meski begitu, ia tetap memilih untuk menginap di sebuah hotel mewah sambil memikirkan langkah selanjutnya.
Sung-hee (Kim Mi-sook) sangat terkejut saat diberitahu Young-ran soal keputusan nenek Jang, ia tidak menyangka sama sekali kalau Eun-sung lagi-lagi menjadi orang yang menghalangi niatnya. Namun Sung-hee masih tetap meremehkan apa yang terjadi, ia menganggap Nenek Jang hanya memanfaatkan Eun-sung untuk memotivasi Woo-hwan.
Oleh Young-ran, Seung-mi (Moon Chae-won) diminta mampir ke rumah untuk mengantarkan pakaian bagi Woo-hwan yang masih ngambek. Pertemuan dengan Eun-sung tidak bisa dihindari, Eun-sung langsung teringat dengan ucapan Seung-hee dan, didepan Nenek Jang, pura-pura tidak mengenal sang saudara tiri.
Berusaha kabur dari tempatnya bertugas, Woo-jung mendatangi Jun-se dan merengek supaya diperbolehkan bekerja di restoran pria itu. Sudah tentu Jun-se menolak, apalagi ia tahu Nenek Jang memerintahkan supaya Woo-jung diperlakukan sama seperti pekerja Jin Sung yang lain.
Saat mengantar gadis itu keluar, keduanya berpapasan dengan Eun-sung. Bisa dibayangkan,  bagaimana kagetnya Eun-sung saat tahu kalau Jun-se ternyata bukan hanya manajer melainkan juga pemilik restoran, ia langsung pergi dengan marah tanpa memperdulikan alasan pria itu. Namun, kemarahan tersebut mulai mereda setelah mendapat nasehat dari sahabatnya Hye-ri (Min Young-won) mengenai betapa banyaknya bantuan Jun-se selama ini.
Puncak kesulitan Woo-hwan terjadi ketika dirinya sudah tidak mampu lagi membayar biaya hotel dan harus berurusan dengan polisi. Kabar itu membuat Young-ran ibunya kaget, namun saat diberitahu, Nenek Jang bergeming dan menolak untuk membebaskan sang cucu laki-laki, yang sempat menyerang polisi yang tengah menginterogasinya karena merasa terhina, dari penjara.
Untungnya ada Jun-se, yang begitu diberitahu langsung membebaskan Woo-hwan dengan uang jaminan. Tidak punya tempat lagi, Woo-hwan harus menelan malu dan memutuskan untuk pulang ke rumah. Begitu melihat sang cucu, Nenek Jang kembali menekankan aturan yang harus ditaati : ia meminta Woo-hwan bekerja di restoran tempat Eun-sung magang.
Meski tidak punya uang, paginya Woo-hwan yang masih tetap sombong nekat berangkat naik taksi meski sudah diperingatkan Eun-sung. Akibatnya saat sampai di tempat kerja, ia harus meminjam uang dari gadis itu. Saat dimarahi karena boros, Woo-hwan malah menarik lengan Eun-sung sambil menyebut gadis itu sombong karena telah menjadi pewaris Jin Sung. Keruan saja, Eun-sung sangat kaget.
Episode 8 : 
Meski gengsi, Woo-hwan (Lee Seung-gi) akhirnya mengganti pakaian mewah yang dikenakan dengan seragam restoran. Siapa sangka, pekerjaan di restoran sangat melelahkan dan tidak semudah yang dikira. Ditambah lagi, sikapnya yang pongah membuat Woo-hwan dijauhi oleh karyawan lain.
Saat pulang, Woo-hwan akhirnya harus merasakan kehidupan rakyat biasa dengan naik bis. Meski diperlakukan dengan buruk, Eun-sung (Han Hyo-joo) berulang kali membantunya. Begitu sampai di rumah, Eun-sung langsung menanyakan soal pelimpahan warisan pada Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung). Bisa menebak kalau namanya hanya dimanfaatkan untuk menyadarkan Woo-hwan, Eun-sung ternyata tidak keberatan karena Nenek Jang sudah begitu baik padanya.
Bangun di pagi hari dalam keadaan lelah (karena belum pernah bekerja keras sebelumnya), Woo-hwan menemui Nenek Jang di ruang tamu dan menyebut siap bekerja di perusahaan Jin Sung. Jawaban sang nenek sama sekali tidak diduga : tidak ada lowongan bagi Woo-hwan sehingga otomatis ia harus kembali bekerja di restoran. Sebelum pergi, Nenek Jang menyerahkan uang yang merupakan upah Woo-hwan bekerja dalam sehari.
Di perjalanan ke restoran, Woo-hwan dicegat oleh Eun-sung yang mengendarai sepeda dan langsung diminta untuk segera membayar sebagian hutangnya. Akibatnya, pemuda itu hanya mempunyai uang pas-pasan untuk naik bis umum dan 'terpaksa' makan siang bersama karyawan lain. Di tempat kerja, kejengkelan Woo-hwan makin menjadi ketika Manajer Lee menyuruh Eun-sung untuk mengajarinya tentang seluk-beluk restoran.
Seperti yang bisa ditebak, Eun-sung mulai frustrasi menghadapi sikap Woo-hwan yang pongah. Begitu jam makan siang tiba, Woo-hwan tertolong oleh kemunculan Seung-mi yang membawakannya bekal makan siang. Namun karena keasyikan dengan Seung-mi, Woo-hwan terlambat kembali ke restoran. Bisa ditebak, ia langsung dimarahi habis-habisan oleh Eun-sung.
Setelah berpikir cukup lama, Eun-sung akhirnya memutuskan untuk berbaikan dengan Jun-se. Begitu melihat sepeda gadis itu didepan restorannya, wajah Jun-se langsung berseri-seri. Jun-se sempat sedikit kaget karena Eun-sung sebagai kakak yang dikirim oleh mendiang ayahnya dari surga, namun ia bisa menutupi kegalauan hatinya dengan senyum.
Berhasil menjual beberapa tas pribadi berharga mahal, Young-ran (Yoo Ji-in) dan Woo-jung (Han Ye-won) berusaha mengendap-ngendap masuk ke rumah namun dasar apes, aksi mereka terlihat oleh Nenek Jang. Sempat berkelit, keduanya tidak berdaya ketika Nenek Jang menyita dompet mereka sambil mengancam bakal mengusir Young-ran dan Woo-jung bila kedapatan memperoleh uang dengan menjual barang-barang pribadi.
Keesokan harinya, Manajer Lee menegur Eun-sung karena Woo-hwan menghilang. Saat dicari, ternyata pemuda itu tengah tidur-tiduran di bagian atap restoran. Menyebut telah menyelesaikan tugasnya, Woo-hwan terdiam saat ditanya mengenai apa yang harus dilakukan seorang pelayan saat berhadapan dengan tamu. Keruan saja, Eun-sung kembali kesal karena Woo-hwan tidak mengerjakan tugasnya.
Bukannya merasa bersalah, Woo-hwan malah balik menyalahkan Eun-sung dan menyebut bahwa sejak kemunculan gadis itu dirumah keluarganya, pria itu selalu dihinggapi kesialan. Kemarahan sekaligus kesombongan Woo-hwan langsung luntur begitu Eun-sung tidak bisa lagi menahan emosinya. Sambil terisak, ia mengatakan bahwa Woo-hwan lah yang menyebabkan Eun-sung tidak bisa bertemu dengan sang ayah untuk terakhir kalinya.
Woo-hwan hanya bisa terdiam ketika Eun-sung berlari meninggalkan dirinya yang terdiam. Belum reda tangisnya, Eun-sung mendapat telepon dari Jung-hee (Kim Mi-sook), yang mengajak gadis itu bertemu. Sempat mengatakan tidak ingin menemui sang ibu tiri, secara tidak sengaja ucapan Eun-sung yang menyebut nama Seung-mi terdengar oleh Woo-hwan.
Beralasan tidak enak melihat Eun-sung tinggal di rumah orang lain yang bukan keluarganya, Jung-hee meminta anak tirinya pindah ke sebuah apartemen yang bakal dibayarinya. Tujuannya sudah jelas : memisahkan Eun-sung dari Nenek Jang dan Woo-hwan. Jung-hee tidak menyangka sama sekali kalau Eun-sung bakal menolak tawarannya mentah-mentah.
Wajah Jung-hee mulai berubah saat Eun-sung menceritakan rahasia yang selama ini hanya diketahui dirinya dan Nenek Jang : kepindahannya adalah supaya Nenek Jang mau membantu menemukan Eun-woo (Yun Joon-suk) yang masih hilang. Bahkan, ia langsung pucat saat mendengar dari Eun-sung kalau Nenek Jang telah mengerahkan orang untuk mencari Eun-woo hingga ke pinggiran kota Seoul.
Episode 9 : 
Eun-sung (Han Hyo-joo) sempat ragu-ragu begitu mendengar penjelasan Sung-hee (Kim Mi-sook), namun ia berusaha menguatkan tekad sambil menyebut bahwa kebaikan Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) hanya bisa dibalas dengan pengabdian seumur hidup. Mendengar ucapan tersebut, keruan saja Sung-hee langsung lemas.
Begitu pulang, Jung-hee langsung disambut oleh Seung-mi (Moon Chae-won) yang sangat marah saat tahu ternyata ibunya tidak semiskin yang dikira. Ketika dikonfrontir, dengan dingin Sung-hee menyebut bahwa ia sengaja tidak mau menampung Eun-sung dan Eun-woo (Yun Joon-suk) karena keduanya tidak dianggap sebagai bagian dari keluarga.
Sikap dingin sang ibu membuat Seung-mi terpukul, dalam kesedihannya cuma satu nama yang diingat : Woo-hwan. Mendapat telepon dari Seung-mi, Woo-hwan langsung mendatangi gadis itu dengan naik bis (setelah usahanya meminjam mobil gagal karena tidak diijinkan oleh Nenek Jang). Begitu mendengar penghiburan dari pemuda itu, Seung-mi tersenyum dan kembali bersemangat.
Di kediaman Nenek Jang, Young-ran (Yoo Ji-in) dan Woo-jung (Han Ye-won) kembali mengemis-ngemis pada Nenek Jang untuk diberi uang lebih. Alasannya, mereka ingin merasa aman. Alasan yang tidak masuk akal tersebut keruan saja ditanggapi dengan dingin oleh Nenek Jang, yang menyebut keduanya bisa memperoleh uang lebih bila mampu menabung dari upah akhir bulan.
Begitu Woo-hwan melengos pergi, ucapan Eun-sung langsung membuatnya terdiam sejenak. Dengan suara tegas, gadis itu mengingatkan Woo-hwan untuk bersikap baik didepan pelanggan karena kehadiran mereka adalah berkat kerja keras Nenek Jang selama puluhan tahun dan berkat para pelanggan-lah Woo-hwan bisa merasakan hidup yang nyaman.
Woo-hwan masih tetap ngotot tidak mau makan bersama karyawan restoran lain dan memilih untuk menghabiskan upahnya untuk makan di tempat lain. Akibatnya, uang yang dimiliki bahkan tidak cukup untuk bis pulang. Waktu hendak kembali kerja, secara tidak sengaja Woo-hwan melihat Eun-sung tengah berbicara dengan seorang pria yang sebenarnya adalah kekasih Hye-ri (Min Young-won).
Kembali bersikap tidak sopan, Woo-hwan langsung ditegur Manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun) dan dipindahtugaskan ke bagian dapur. Eun-sung tidak luput dari teguran cuma bisa mengelus dada, apalagi saat diminta untuk mengaduk sup, Woo-hwan tidak bisa lepas dari ponsel. Akibatnya fatal, kaki dan tangan pemuda itu terkena kuah sup yang panas.
Langsung berteriak dan membuat kegaduhan, Woo-hwan sama sekali tidak menyangka bahwa orang pertama yang menolongnya adalah Eun-sung. Oleh Eun-sung, Woo-hwan diolesi pasta gigi untuk mengurangi rasa sakit akibat terbakar. Sempat gengsi dan tidak percaya akan khasiat pasta gigi, Woo-hwan cuma bisa terdiam ketika melihat Eun-sung mengambil-alih tugas di dapur dan memintanya untuk beristirahat (diiringi tatapan kesal rekan-rekan kerja di restoran).
Sadar kalau posisinya makin terjepit, Jung-hee memutuskan untuk menjemput Eun-woo. Tidak sadar kalau Seung-mi tengah berencana untuk menjual apartemen, Jung-hee membayar seorang pria yang mengaku sebagai paman Eun-woo. Namun ia sangat terkejut saat diberitahu kalau tidak ada remaja yang mahir bermain piano bernama Eun-woo disana.
Ditugaskan di gudang, Woo-hwan kembali membuat masalah saat membereskan barang-barang keperluan restoran. Ketika Eun-sung hendak mengambil sebuah kotak yang ditaruh pemuda itu di atas rak, dengan kasar Woo-hwan menariknya. Meski bermaksud baik, aksi tersebut membuat pergelangan kaki Eun-sung terkilir.
Begitu mendengar kalau Eun-sung berniat menjual kediamannya, Jun-se sangat kaget. Untuk memecahkan masalah Hye-ri, ia mengusulkan agar gadis itu bekerja di restoran miliknya. Adegan menarik sempat terjadi di pasar swalayan saat Jun-se berbelanja bersama Eun-sung. Tidak tega melihat cedera gadis itu, Jun-se mengangkat Eun-sung hingga terduduk di dalam kereta dorong. Meski sempat malu, Eun-sung akhirnya menikmati keadaan tersebut.
Keesokan harinya saat melihat Eun-sung membawa banyak barang, Nenek Jang langsung memerintahkan Woo-hwan untuk mengantar gadis itu dengan imbalan tidak perlu bekerja di restoran. Tidak cuma itu, Nenek Jang juga memberi sang cucu uang dalam jumlah yang cukup besar. Sudah tentu, Woo-hwan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk kembali mengemudikan mobil mewahnya.
Diminta untuk meninggalkan Eun-sung, Woo-hwan ternyata tidak tega setelah melihat gadis itu berjalan terpincang-pincang di pemakaman dan memutuskan untuk menemaninya. Saat berjalan kembali, Woo-hwan meminta Eun-sung memegang tangannya. Di saat yang sama, Go Pyung-joong (Jun In-taek) ayah Eun-sung juga muncul untuk memberi penghormatan pada mendiang istrinya.

Episode 10:
Sambil berlari, Pyung-joong (Jun In-taek) memanggil-manggil Eun-sung (Han Hyo-joo) yang tengah menunduk di dalam mobil Woo-hwan (Lee Seung-gi). Samar-samar Eun-sung mendengar suara teriakan sang ayah, tapi sayangnya saat menoleh, mobil yang dikemudikan oleh Woo-hwan telah memasuki sebuah belokan.
Sebelum pulang, mobil Woo-hwan berhenti di sebuah tempat makan. Keduanya kembali bertengkar ketika Eun-sung memilih untuk makan di tempat terpisah, Woo-hwan langsung menuduh gadis itu berusaha membuatnya terlihat seperti orang jahat. Alasan Eun-sung sukses membuat Woo-hwan terdiam, dan akhirnya mengalah. Siapa sangka saat makan, Eun-sung tidak menyentuh menu yang disajikan dengan alasan alergi.
Begitu sampai dirumah, Woo-hwan melakukan hal yang sama sekali tidak diduga siapapun : ia mengembalikan kelebihan uang pemberian Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) beserta kunci mobil. Tidak cuma itu, tanpa sadar Woo-hwan membela Eun-sung saat ibunya Young-ran (Yoo Ji-in) dan adiknya Woo-jung (Han Ye-won) menyindir gadis itu.
Sung-hee terkejut saat mendapati seorang agen properti berdiri didepan pintu apartemennya. Rupanya semua adalah ulang Seung-mi (Moon Chae-won), yang sudah membulatkan tekad menjual apartemen dan memberikan hasil penjualannya pada Eun-sung sambil meminta maaf. Namun, gadis itu langsung ragu-ragu saat sang ibu menakut-nakuti dengan menyebut bahwa bila hal tersebut terjadi, maka hubungannya dengan Woo-hwan bakal berantakan.
Melihat Eun-sung nekat keluar rumah saat hari masih subuh untuk mengantar susu (meski sudah dilarang untuk bekerja karena kakinya masih bengkak), Nenek Jang cuma tersenyum. Baru saja berjalan sambil menuntun sepeda, tiba-tiba Jun-se (Bae Soo-bin) muncul sambil (pura-pura) merengut sehingga membuat Eun-sung kaget. Rupanya, pria itu sengaja datang untuk membantu Eun-sung, yang akhirnya dibonceng, untuk mengantar susu.
Mendapat telepon dari Jun-se, Woo-jung menghadap Nenek Jang untuk minta ijin supaya diperbolehkan pindah tempat kerja. Sadar kalau sang cucu menyukai Jun-se, Nenek Jang akhirnya memberi ijin setelah mewanti-wanti supaya Woo-jung tidak berulah. Tapi begitu sampai, Woo-jung langsung mendapat musuh baru : Hye-ri (Min Young-won) yang langsung menimpali ucapan tidak sopan gadis itu dengan nada tinggi.
Di restoran, Eun-sung yang masih terkilir terus menempel Woo-hwan (yang lagi-lagi gagal menunjukkan sikap ramah pada pelanggan). Karena kesal, Eun-sung langsung meminta pria itu membayar cicilan hutangnya setiap hari. Rupanya, hal itu digunakan Eun-sung untuk memaksa Woo-hwan supaya mau makan siang bersama para karyawan lain. Tidak punya pilihan lagi karena uangnya pas-pasan, Woo-hwan yang memiliki gengsi tinggi akhirnya malah menikmati makanan restoran.
Curiga karena Eun-sung tidak juga memberi kabar setelah kembali ke Korea (ia tidak sadar kalau Jung-hee berbohong), Pyung-joong berusaha melacak alamat yang pernah dilihatnya sebelum bertemu sang istri. Di tempat lain, Woo-hwan kembali harus menelan gengsinya dengan menghadap sang nenek untuk meminjam uang demi menghadiri acara pembukaan tempat usaha baru Jung-hee.
Diberitahu kalau Nenek Jang bakal datang, Manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun) menyuruh Eun-sung untuk pulang kerja lebih cepat. Saat keluar, ternyata ia telah ditunggu oleh Nenek Jang, yang beralasan ingin memberi kejutan pada gadis itu.
Nenek Jang ternyata punya rencana sendiri, ia membelikan Eun-sung pakaian baru. Tidak cuma itu, Nenek Jang, yang semakin sayang pada gadis rajin itu, juga mentraktir Eun-sung ke sebuah salon untuk memotong rambut dan merias wajah. Sebelum berpisah, Nenek Jang mengingatkan supaya Eun-sung tidak melupakan fakta kalau dirinya adalah wanita, dimana memakai pakaian bagus dan mendandani diri sendiri bisa membuat perasaan lebih baik.
Hye-ri berniat memberi kejutan dengan mengajak Eun-sung makan di restoran milik Jun-se tempatnya bekerja, namun niat tersebut gagal ketika keduanya nyaris bertabrakan di pintu masuk, Hye-ri pangling melihat Eun-sung yang telah didandani. Yang tidak kalah terkejut adalah Jun-se, yang sempat melongo oleh sosok Eun-sung yang begitu cantik dan berbeda dari biasanya. Eun-sung sendiri langsung tersipu malu dan mulai gugup begitu dipuji.
Begitu sampai di rumah, Nenek Jang berpapasan dengan Young-ran dan langsung meminta wanita itu untuk menaruh barang belanjaannya di kamar Eun-sung. Keruan saja Young-ran tersinggung, ia langsung menganggap Nenek Jang telah pilih kasih dan berniat menjual tanah warisan miliknya.
Ancaman tersebut ternyata tidak digubris Nenek Jang, yang malah mengatakan bahwa bila sudah bisa menjual tanah dan memulai bisnis, itu berarti Young-ran bisa keluar dari rumah yang sekarang ditinggalinya. Ucapan itu sukses membuat Young-ran terdiam, ibu Woo-jung tersebut akhirnya menerima tawaran untuk mengganti pekerjaan di pabrik dengan pekerjaan membereskan rumah alias menjadi asisten Kepala Pelayan Pyo Sung-chul (Lee Seung-hyung).
Setelah selesai acara, Eun-sung diantar oleh Jun-se. Hanya melihat dari belakang, Woo-hwan yang juga baru pulang mengira kalau Eun-sung adalah Woo-jung adiknya. Langsung menggoda kalau gadis itu berdandan untuk menarik perhatian Jun-se, Woo-hwan sangat terkejut (sekaligus terkesima) saat tahu yang ada dihadapannya adalah Eun-sung.
Usai meresmikan acara pembukaan, Jung-hee langsung mendapat kejutan saat sampai ke apartemen : Seung-mi ternyata benar-benar serius berniat menjual tempat tinggal mereka. Bahkan, kali ini hasutan Jung-hee bahwa Eun-sung tidak akan mengampuni gadis itu bila semuanya terbongkar tidak lagi mempan. Keduanya tidak sadar bahwa beberapa saat kemudian, kejutan besar akan muncul di depan pintu apartemen.

Episode 11 :
Eun-sung (Moon Chae-won) menatap Pyung-joong (Jun In-taek) dengan bingung, namun ia mulai mengerti apa yang terjadi ketika Sung-hee (Kim Mi-sook) muncul dibelakangnya dan mengatakan bahwa Eun-sung (Han Hyo-joo) telah kembali ke Amerika dengan membawa Eun-woo (Yun Joon-suk).
Tidak ingin putrinya mendengar lebih banyak lagi, Sung-hee langsung menarik Pyung-joong keluar. Meski Pyung-joong ngotot kalau dirinya benar-benar melihat Eun-sung, Sung-hee mampu membalikkan kecurigaan dengan balik memfitnah Eun-sung. Ia tidak sadar bahwa Seung-mi mendengar semua pembicaraan tersebut.
Sejak melihat Eun-sung dalam 'bentuk' yang lain, Woo-hwan (Lee Seung-gi) semakin sering menatap gadis itu (yang sudah tentu membuat Eun-sung kesal). Saat bekerja di restoran, Woo-hwan kembali berulah dengan mencipratkan kuah ke baju salah seorang pelanggan. Bukannya minta maaf, dengan sombong Woo-hwan menyebut bakal mengganti biaya cuci. Saat nyaris terjadi keributan, Eun-sung langsung mewakili Woo-hwan untuk minta maaf.
Saat bicara empat mata, Eun-sung sangat terkejut saat Woo-hwan mengatakan kalau dirinya belum pernah minta maaf kepada siapapun sebelumnya. Dasar keras kepala, Woo-hwan tidak mau menurut sehingga pertengkaran dengan Eun-sung tidak bisa dihindari lagi. Keduanya saling berteriak satu sama lain, namun ada satu ucapan Eun-sung yang benar-benar mengena : tanpa uang, Woo-hwan sama seperti parasit yang hidupnya menumpang pada orang lain.
Saking marahnya, Woo-hwan nyaris saja menampar Eun-sung. Melihat sikap Woo-hwan, Eun-sung semakin marah dan sambil berteriak mengatakan bakal langsung menerima bila Nenek Jang memutuskan untuk mewariskan seluruh harta kekayaan pada dirinya. Begitu kembali bekerja, Eun-sung mengira dirinya bakal ditegur oleh Manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun). Namun sang manajer ternyata membawa berita lain : Eun-sung bakal dipindahtugaskan ke pabrik.
Di rumah, Young-ran gembira karena membayangkan kalau dirinya bakal bersantai seharian dirumah. Dugaannya salah besar, tiba-tiba Kepala Pelayan Pyo mengetuk pintu kamar sambil meminta sang majikan untuk menyiapkan makan pagi. Tidak cuma itu, Young-ran langsung terduduk lemas saat tahu dirinya juga harus mengepel lantai, mencuci pakaian dengan tangan, hingga membersihkan karpet.
Nasib Woo-jung di restoran Jun-se masih lebih baik, ia melayani tamu dengan gembira. Tentu saja, semua itu disebabkan karena dirinya bisa berdekatan dengan Jun-se yang diam-diam ditaksirnya. Melihat sikap Woo-jung yang berusaha mencari perhatian, Hye-ri langsung muak.
Begitu sampai dirumah, Eun-sung ternyata berniat mentraktir seluruh anggota keluarga Nenek Jang. Aksi tersebut membuat Woo-jung langsung cemberut, ia sempat meremehkan masakan buatan Eun-sung sebelum kemudian bungkam setelah mencoba rasanya. Sebagai bentuk syukur, Eun-sung membungkukkan badan sambil mengucapkan terima kasih. Dasar Woo-jung, ia mengira hal itu berarti Eun-sung bakal keluar dari rumah, sehingga keruan saja ia langsung ditegur Nenek Jang.
Begitu kembali ke apartemen, Seung-mi langsung mengacuhkan Sung-hee dan tanpa basa-basi meminta sang ibu untuk memberitahu alamat email Pyung-joong. Bisa dibayangkan, bagaimana kagetnya Pyung-joong saat membaca email dari Eun-sung, yang isinya menyampaikan kebencian gadis itu pada sang ayah dan ibu tiri. Dari kejadian itu Seung-mi sadar, sudah terlambat baginya untuk bertobat.
Berbeda dengan Eun-sung yang begitu gembira di hari pertamanya bekerja di pabrik, Woo-hwan seperti anak ayam kehilangan induk saat bekerja di restoran. Kerap melamun, ia mulai merasa kehilangan sosok Eun-sung. Kembali berulah saat diminta untuk membereskan sepatu pelanggan, Woo-hwan langsung diusir oleh Manajer Lee.
Bisa dibayangkan, bagaimana kagetnya Eun-sung saat melihat Woo-hwan muncul di pabrik. Matanya langsung melotot saat tahu kalau pemuda itu (lagi-lagi) bakal bekerja di tempat yang sama dengannya. Bedanya, kali ini Woo-hwan tidak berani bertingkah karena manajer pabrik ternyata adalah salah satu sahabat mendiang ayahnya. Bahkan, Woo-hwan cuma bisa terdiam ketika pengawas pabrik, yang ternyata adalah wanita yang pernah dikasarinya, membentak pemuda itu.
Berbekal foto Eun-woo, anak buah Kepala Pelayan Pyo Sung-chul (Lee Seung-hyung) akhirnya menemukan adik Eun-sung tersebut. Ditemani oleh Jun-se, Eun-sung yang gembira langsung menjemput Eun-woo. Sayang kegembiraan tersebut hanya sementara, Eun-woo ternyata telah menghilang lagi.
Saat mengobrol dengan sepasang suami-istri yang merawat sang adik, Eun-sung sangat terkejut saat diberitahu bahwa saat ditemukan, Eun-woo membawa susu coklat pemberian ibunya. Mulai bisa menebak apa yang terjadi, Eun-sung langsung bergegas ke sebuah tempat : apartemen Sung-hee.

Episode 12 :
Begitu melihat wajah Sung-hee (Kim Mi-sook), Eun-sung (Han Hyo-joo) langsung menginterogasi sang ibu tiri soal keberadaan Eun-woo (Yun Joon-suk). Bukti yang disodorkan cukup kuat, pakaian terakhir Eun-woo dan sebutan 'ibu' yang sempat dilontarkan remaja itu.
Sung-hee berusaha berkelit, ia mengatakan sama sekali tidak tahu apa-apa. Namun, Eun-sung yang sudah terlanjur kesal langsung mengatakan tidak bakal memaafkan tindakan sang ibu tiri. Begitu kembali ke apartemen, Sung-hee diajak oleh Seung-mi (Moon Chae-won) untuk segera pindah apartemen karena tempat tinggal mereka telah diketahui oleh terlalu banyak orang.
Akibat kejadian yang menimpa Eun-sung, sikap seisi rumah mulai dari Young-ran (Yoo Ji-in), Woo-jung (Han Ye-won), dan (terutama) Woo-hwan (Lee Seung-gi) langsung berubah drastis terhadap gadis itu. Bahkan, Young-ran dan Woo-jung menyalahkan Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) yang tidak menceritakan latar belakang gadis itu sebelumnya.
Sejak kembali ke rumah, Eun-sung terus mengurung diri di kamar dan menolak untuk makan. Tidak ingin gadis itu terus bersedih, Nenek Jang masuk ke kamar Eun-sung dan berusaha mengingatkannya supaya tidak menyerah begitu saja. Sempat kesal, Eun-sung langsung berubah trenyuh mendengar cerita Nenek Jang dan langsung menangis di bahu wanita tua itu.
Pembicaraan dengan Nenek Jang sukses membangkitkan sedikit semangat Eun-sung, yang keesokan harinya memutuskan kembali bekerja. Sempat meminta maaf pada atasannya karena absen, betapa terkejutnya gadis itu saat tahu bahwa saat dirinya tidak masuk, Jun-se (Bae Soo-bin) ternyata menggantikan posisinya untuk bekerja.
Saat jam istirahat, Eun-sung mendapat telepon dari Sung-hee. Bertemu di pinggir sebuah taman, Sung-hee kembali mengaku tidak tahu apa-apa soal Eun-woo dan kembali menekan Eun-sung untuk tidak bicara soal hubungan mereka pada Nenek Jang dengan alasan demi kebahagiaan Seung-mi. Meski sudah tidak lagi mempercayai sang ibu tiri, Eun-sung ternyata masih mau menuruti permintaan Sung-hee demi Seung-mi.
Di rumah, Woo-hwan yang perasaannya semakin tidak menentu mulai memainkan gitar, yang tentu saja membuat seisi rumah gempar. Tidak cuma itu, ia bahkan tidak bereaksi apa-apa ketika mendapat gaji bulanan dari Nenek Jang. Setelah menghitung uang yang didapat, ia sengaja menemui Eun-sung dengan alasan siap membayar hutangnya pada gadis itu.
Siapa sangka, Eun-sung malah bersikap dingin sambil menatap Woo-hwan dengan kesal. Setelah terus didesak, akhirnya baru ketahuan kenapa sikap Eun-sung berubah : Woo-hwan dianggap sebagai penyebab Eun-sung kehilangan Eun-woo. Penuturan itu sukses membuat Woo-hwan, yang sebelumnya kerap bersikap sombong dan pemarah, merasa bersalah.
Kali ini situasinya berbalik, Woo-hwan terus mengikuti Eun-sung. Secara tidak diduga, pemuda itu mampu mengatakan satu hal yang sudah lama tidak diucapkannya : maaf. Bahkan di pabrik sekalipun, Woo-hwan sempat kebingungan ketika tidak melihat sosok Eun-sung di jam makan siang. Di gudang sambil terus memegangi dahinya, Eun-sung tiba-tiba teringat akan sesuatu.
Memutuskan untuk mengecek kepemilikan apartemen Sung-hee, Eun-sung akhirnya sadar kalau sang ibu tiri dan Seung-mi berbohong. Begitu kembali ke rumah, suasana hatinya semakin kacau karena Young-ran dan Woo-jung memintanya untuk segera keluar dari rumah sambil menceritakan soal niat Nenek Jang untuk mewariskan perusahaan Jin-sung pada gadis itu.
Begitu bicara dengan Nenek Jang, Eun-sung baru sadar kalau wanita tua itu benar-benar serius. Menyebut bahwa semua dilakukan untuk menyelamatkan perusahaan Jin Sung, Nenek Jan cuma meminta satu syarat : Eun-sung harus membuktikan kemampuannya karena kehadirannya sudah pasti bakal ditolak oleh pihak keluarga maupun karyawan Jin Sung.
Sempat menolak, Eun-sung akhirnya meminta waktu untuk berpikir. Teringat akan Eun-woo, gadis itu akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran Nenek Jang. Gembira karena sadar kalau telah menemukan pewaris yang cocok, Nenek Jang memanggil pengacara dan anggota keluarganya untuk berkumpul demi memberi pengumuman mengejutkan.

Episode 13 :
Tidak cuma Young-ran (Yoo Ji-in), Woo-hwan (Lee Seung-gi), dan Woo-jung (Han Ye-won) yang marah, melainkan juga Park Tae-soo (Choi Jung-woo). Pasalnya, Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) tiba-tiba mengubah surat warisan tanpa memberitahu dirinya sebagai pengacara keluarga.
Rupanya Nenek Jang tidak main-main, ia bahkan mempercayakan surat warisan terbarunya pada pengacara lain. Menceritakan soal masa lalunya, Nenek Jang mengatakan bahwa Eun-sung dianggap memiliki idealisme yang sama dengan dirinya. Suasana panas langsung muncul, Nenek Jang dengan marah menyebut bahwa dirinya berhak menunjuk siapapun sebagai pewaris mengingat semua harta adalah miliknya.
Saat mencari udara segar, Woo-hwan bertemu dengan Eun-sung (Han Hyo-joo). Langsung menyindir gadis itu sebagai orang yang tidak tahu malu, Woo-hwan langsung terdiam saat Eun-sung mengatakan bahwa apa yang terjadi adalah akibat kesalahan pemuda itu yang tidak bisa menjaga kepercayaan Nenek Jang.
Di kantor, Direktur Park Tae-soo masih berusaha membujuk Nenek Jang, yang dengan tegas menyebut bahwa meski pria itu punya kemampuan, namun dirinya terlalu ambisius dan memiliki idealisme yang berbeda. Keluar dengan kecewa, Direktur Park berpapasan dengan Eun-sung, yang langsung mengenalinya sebagai ayah Jun-se (Bae Soo-bin).
Begitu bertemu dengan Nenek Jang, Eun-sung mengatakan kalau dirinya belum pantas untuk diangkat sebagai manajer dan langsung setuju saat sang nenek merekomendasikan nama manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun). Saat hendak pulang, Eun-sung berpapasan dengan Seung-mi (Moon Chae-won), yang langsung mendapat perlakuan dingin.
Setelah memeriksa restoran dimana ia bakal bekerja, Eun-sung mendatangi restoran Jun-se untuk memberitahu kabar gembira tentang dirinya pada sang empunya restoran dan Hye-ri (Min Young-won). Berbeda dengan Hye-ri yang langsung melonjak kegirangan, Jun-se langsung terdiam karena ia sadar betul akan tantangan berat yang harus dihadapi Eun-sung.
Namun, Eun-sung sambil tersenyum mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah demi mengalahkan keserakahan seseorang. Begitu Eun-sung pulang, Jun-se mendapat telepon dari ayahnya Tae-soo. Dengan setengah mabuk, Tae-soo memaksa Jun-se untuk masuk ke perusahaan Jin-sung karena ia tidak rela hasil kerjanya selama 20 tahun dirusak oleh gadis bernama Eun-sung.
Memutuskan untuk tidak bekerja, Young-ran dan Woo-jung mendapat ide cemerlang : keluar dari rumah sekaligus memutuskan hubungan keluarga dengan Nenek Jang bila isi surat warisan tidak diubah. Keduanya berharap, ancaman tersebut bakal membuat Nenek Jang berubah pikiran.
Untuk melampiaskan kesedihan, Woo-hwan mampir di klub malam milik sahabatnya Young-suk (Jung Suk-won). Saat tengah asyik minum, ia ditelepon oleh Seung-mi, yang langsung memutuskan untuk menyusul. Tepat pada saat Seung-mi muncul, Young-suk membimbing Eun-woo (Yun Joon-suk) masuk ke kamar sehingga keduanya tidak sempat bertemu muka.
Saat kembali ke rumah, ingatan Woo-hwan langsung melayang ke masa-masa bahagia saat pertama kali baru menempati rumah tersebut. Ia masih ingat betul bagaimana gembiranya Nenek Jang. ibunya Young-ran, dan Woo-sung ketika itu. Ketika duduk di beranda, tanpa sengaja ia mendengar percakapan sang nenek dengan kepala pelayan Pyo Sung-chul (Lee Seung-hyung).
Bisa dibayangkan, bagaimana sedihnya Woo-hwan saat mendengar ucapan Nenek Jang yang mengaku sudah menyerah dengan kelakuan sang cucu sejak dirinya melempar segepok uang ke wajah Manajer Lee. Ia langsung teringat dengan hal-hal yang pernah dialami mulai dari saat berfoya-foya hingga kejadian terakhir saat dirinya dikira sebagai sopir.
Paginya, Woo-hwan mendatangi kantor Nenek Jang untuk meminta supaya ditempatkan di restoran yang sama dengan Eun-sung demi membuktikan kemampuan dirinya. Bahkan, pemuda itu mengaku tidak perduli kalau semua warisan diserahkan pada Eun-sung asalkan dirinya diberi kesempatan.
Di saat Woo-hwan akhirnya menyerah dan mengikuti kemauan Nenek Jang, Young-ran dan Woo-jung mengambil keputusan nekat keluar dari rumah. Sebelum pergi, keduanya mengancam bakal memutuskan hubungan keluarga bila sang nenek tidak mengubah wasiatnya. Karena tidak memiliki banyak uang, Young-ran dan Woo-jung akhirnya menumpang di apartemen Sung-hee.
Sementara itu, Woo-hwan tiba-tiba muncul di restoran tempat Eun-sung bekerja. Tanpa basa-basi, ia menarik gadis itu ke tempat yang sepi untuk bicara empat mata. Dengan tegas, Woo-hwan menyebut tidak akan menyerahkan perusahaan Jin-sung begitu saja pada Eun-sung.
Episode 14 :
Melihat sikap Woo-hwan (Lee Seung-gi) yang tidak seperti biasanya, Eun-sung (Han Hyo-joo) sempat keheranan. Begitu kembali ke restoran dan mendengar Manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun) memanggil pemuda itu, Eun-sung membelalakkan mata tidak percaya : Woo-hwan ditempatkan di restoran yang sama dengannya.
Kehadiran Young-ran (Yoo Ji-in) dan Woo-jung (Han Ye-won) di apartemennya membuat Sung-hee (Kim Mi-sook) sibuk, ia langsung membersihkan barang-barang yang bisa menunjukkan hubungan dengan Eun-sung. Bahkan, foto keluarga barunya dimasukkan ke dalam tas milik Seung-mi (Moon Chae-won) supaya tidak terlihat.
Gertakan Young-ran dan Woo-jung ternyata tidak membuat gentar Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung), yang keruan saja membuat keduanya ketar-ketir. Apalagi, Woo-hwan ternyata tetap tinggal di rumah. Dengan mulut manisnya, Sung-hee membela keputusan Young-ran dan Woo-jung serta menyalahkan Eun-sung yang mau menerima warisan Nenek Jang tanpa memikirkan perasaan keluarga sang nenek.
Di hari kedua bekerja di restoran cabang, Woo-hwan melakukan berbagai kejutan. Pertama, ia mengganti pakaian resmi yang biasa dikenakan dengan yang lebih kasual sehingga Eun-sung sempat keheranan. Hal kedua yang dilakukannya benar-benar drastis, Woo-hwan menyambut para tamu yang datang dengan sikap penuh hormat dan sopan. Keruan saja, Manajer Lee dan (terutama) Eun-sung terbengong-bengong saking takjubnya.
Begitu melihat reaksi para pekerja restoran, Woo-hwan langsung melangkah ke belakang gedung dengan perasaan malu setengah mati. Setelah selesai makan siang, Manajer Lee memerintahkan Woo-hwan untuk menggantikan pekerjaan tukang parkir. Wajah Eun-sung langsung pucat ketika dua orang pelanggan mempermalukan pemuda itu, namun ia tersenyum begitu melihat Woo-hwan mampu mengendalikan emosinya.
Saat sampai di rumah, Sung-hee hanya bisa menggelengkan kepala melihat Young-ran yang bermalas-malasan dan membuat apartemennya berantakan. Meski kesal, Sung-hee berusaha menutupi perasaannya. Tak lama kemudian, Woo-hwan muncul bersama Seung-mi. Rupanya, kehadiran pemuda itu juga membawa misi ganda : mengajak ibunya Young-ran dan adiknya Woo-jung pulang.
Kembali ke rumah ternyata tidak semudah yang dikira. Begitu Young-ran dan Woo-jung muncul, keduanya langsung disambut oleh kemarahan Nenek Jang, yang langsung mengusir mereka keluar. Keruan saja, Woo-hwan dan Kepala Pelayan Pyo berusaha mati-matian membujuk Nenek Jang. Setelah tenang, Nenek Jang akhirnya mengijinkan Young-ran dan Woo-jung pulang.
Saat hendak pulang, Sung-hee bertemu dengan Eun-sung yang kebetulan baru sampai. Keduanya langsung terlibat pembicaraan serius, Sung-hee kembali mendesak Eun-sung untuk mau melepas warisan Nenek Jang dengan alasan demi kebahagiaan Woo-hwan. Namun kali ini Eun-sung tidak terpancing, dengan tegas ia mengatakan tidak akan membiarkan harta Nenek Jang jatuh ke tangan Sung-hee yang serakah dan tega melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dimau.
Di restoran, Manajer Lee langsung menegur Woo-hwan saat mendengar pemuda itu memanggil Eun-sung, yang memiliki jabatan yang lebih tinggi, dengan panggilan biasa. Di atas gedung, Eun-sung langsung tertawa terbahak-bahak begitu Woo-hwan memanggilnya dengan bahasa formal. Diam-diam, Woo-hwan terkesima melihat Eun-sung yang apa adanya.
Obrolan antara Eun-sung dan Woo-hwan mampu meluruskan kesalahpahaman yang terjadi (Eun-sung mengira Woo-hwan mengacuhkannya karena soal warisan Nenek Jang, padahal apa yang dilakukan pemuda tersebut adalah karena merasa bersalah telah membuat Eun-sung kehilangan ayah sekaligus adik tercintanya). Keduanya akhirnya sepakat untuk memisahkan masalah pribadi dengan pekerjaan.
Pelan tapi pasti, Woo-hwan mulai terpikat dengan Eun-sung terutama sejak melihat gadis itu tertawa lepas. Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk, dan di depan pintu telah menunggu Eun-sung yang langsung menyerahkan amplop berisi uang.
Diam-diam, Seung-mi terus berkomunikasi lewat email dengan Pyung-joong (Jun In-taek) dengan menyamar sebagai Eun-sung. Paginya, ia meminta Sung-hee untuk meminjamkan sejumlah uang pada sang ayah tiri supaya bisa hidup mandiri. Permintaan tersebut sudah tentu membuat Seung-hee heran, pasalnya tidak ada yang tahu dimana Pyung-joong tinggal.
Pulang dari restoran dan hendak mengembalikan tas Seung-mi yang sempat diminta Woo-jung, secara kebetulan Woo-hwan membuka tas tersebut. Apa yang dilihatnya sangat mengejutkan : foto keluarga Seung-mi dan Sung-hee...dimana satu sosok yang sangat dikenalnya juga ada disana.
Episode 15 :
Wajah Seung-mi (Moon Chae-won) langsung pucat ketika Woo-hwan (Lee Seung-gi) menanyakan hubungannya dengan Eun-sung (Han Hyo-joo), ia menduga kalau sang saudara tiri telah buka mulut. Namun, Seung-mi langsung pucat ketika Woo-hwan menunjukkan foto keluarga yang secara kebetulan ada di dalam tas miliknya.
Sambil meneteskan air mata, Seung-mi mengakui kalau Eun-sung adalah saudara tirinya dan Eun-sung pula yang memintanya untuk tidak buka mulut soal hubungan keduanya. Ketika ditanya lebih lanjut, Seung-mi mengaku tidak ingin Woo-hwan menatapnya dengan sebelah mata karena statusnya sebagai anak dari seorang janda yang telah menikah beberapa kali.
Dari Hye-ri (Min Young-won), Eun-sung yang baru datang diberitahu kalau Jun-se (Bae Soo-bin) baru saja bertengkar dengan sang ayah direktur Park Tae-soo (Choi Jung-woo). Dengan caranya yang khas, Eun-sung berhasil membuat Jun-se kembali tersenyum.
Saat tengah duduk beristirahat di atas rumput, Eun-sung menceritakan soal kemiripan antara Woo-hwan dengan dirinya, dan mengaku semakin sulit untuk membenci pemuda itu. Keduanya semakin asyik bertukar cerita dan dari obrolan itu, Eu-sung akhirnya tahu kalau Woo-hwan sempat melihat sang ayah kandung meninggal di hadapannya saat masih berusia 7 tahun.
Setelah hubungan Seung-mi dan Eun-sung terbongkar, Woo-hwan langsung pulang ke rumah sambil menghubungkan sejumlah kejadian yang seharusnya sudah dilakukannya sejak lama. Pandangannya terhadap Eun-sung kembali berubah, dan sikapnya yang kembali acuh membuat Eun-sung kebingungan.
Di apartemen, Sung-hee (Kim Mi-soook) terkejut setengah mati saat tahu Woo-hwan telah mengetahui semua rahasia yang selama ini berusaha dipendamnya. Penuturan Seung-mi soal hubungan Eun-sung dan Jun-se membuat Sung-hee berpikir keras, ia sadar bahwa kalau tidak segera melakukan siasat, maka kesuksesan Eun-sung akan semakin menjadi-jadi.
Saat pagi tiba, Woo-hwan terkejut melihat Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) ternyata sudah ada di halaman rumah. Sempat terkejut mendengar cerita sang nenek soal bagaimana Eun-sung menyelamatkan nyawa wanita tua itu, di tempat kerja Woo-hwan diperintahkan Manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun) untuk menemani Eun-sung mempromosikan acara promosi restoran.
Sempat kuatir (dan menolak) ditemani Woo-hwan, Eun-sung sempat kuatir karena yang harus mereka hadapi adalah orang-orang tua. Namun, gadis itu bisa bernapas lega karena Woo-hwan ternyata mampu tampil dengan senyum, mesi wajahnya kembali cemberut saat bertatap muka dengan Eun-sung.
Bertamu ke tempat Young-ran (Yoo Ji-in), Sung-hee mulai mengeluarkan jurus mulut manisnya. Berpura-pura prihatin dengan apa yang dialami Young-ran dan Woo-jung (Han Ye-won), Sung-hee berusaha membujuk agar Young-ran segera melamar Jun-se agar disandingkan dengan putrinya. Alasan yang dikemukakan wanita penuh akal bulus itu sangat masuk akal. Bila tidak cepat bergerak, bukan tidak mungkin Jun-se akan berpaling ke gadis lain.
Eun-sung akhirnya tidak tahan lagi mendapat perlakuan dingin dari Woo-hwan, apalagi ketika pemuda itu mengeluarkan alasan yang sama sekali tidak dimengerti. Begitu sampai di restoran, ia telah ditunggu oleh sahabatnya Jung In-young (Son Yeo-eun), yang menasehatinya untuk melupakan soal warisan. Heran melihat In-young membela Seung-mi mati-matian, Eun-sung menyebut kalau seharusnya sang saudara tiri bisa menerima Woo-hwan apa adanya.
Young-ran bergerak cepat, ia mendatangi Pengacara Park dan menyampaikan niatnya menikahi Jun-se dan Woo-jung. Sempat heran, Nenek Jang akhirnya setuju karena yakin Jun-se bisa membahagiakan cucunya Woo-jung. Begitu sampai di rumah, Woo-hwan, yang tidak sadar kalau remaja autis yang ditemuinya adalah Eun-woo (Yun Joon-suk) adalah adik Eun-sung, kaget sekaligus gembira mendengar rencana pernikahan Woo-jung.
Berjanji pada sang ibu dan adik untuk tidak membiarkan warisan perusahaan Jin Sung lepas begitu saja, sebuah kejadian membuat Woo-hwan kembali bimbang. Saat naik bis untuk berangkat ke restoran, penumpang yang penuh membuat dirinya dan Eun-sung berdempetan. Meski berusaha tampil tenang, jantung Woo-hwan berdebar sangat kencang.
Dengan wajah berseri-seri, Young-ran datang ke restoran Jun-se dan meminta waktu untuk bicara empat mata. Sempat kebingungan, Jun-se yang mulai mengerti arah pembicaraan Young-ran akhirnya mengaku kalau dirinya telah menyukai seseorang dan hanya menganggap Woo-jung sebagai adik. Begitu sampai di rumah, berita tersebut tidak hanya membuat kaget Woo-jung, tapi juga Nenek Jang dan Woo-hwan.
Pertemuan dengan Young-ran membuat Jun-se berniat untuk menyatakan perasaan yang sesungguhnya pada Eun-sung, ia mengajak gadis itu menghabiskan hari dengan memasak. Begitu keduanya masuk ke rumah Jun-se, secara tidak sengaja Woo-jung melihat semuanya. Dalam perjalanan pulang, Jun-se akhirnya mengutarakan isi hatinya.

Episode 16 :
Begitu tahu kalau Jun-se (Bae Soo-bin) menyukai Eun-sung (Han Hyo-joo), Young-ran (Yoo Ji-in) yang marah langsung meminta Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) untuk mengusir gadis itu keluar dari rumah. Meski menolak, hati Nenek Jang sangat terluka apalagi saat tahu Woo-jung (Han Ye-won) terus menangis.
Tidak sadar apa yang telah terjadi, Eun-sung langsung menceritakan soal kejadian di restoran dengan penuh antusias begitu bertemu Nenek Jang di beranda. Sempat heran mendapat perlakuan dingin, di dalam Eun-sung langsung dimaki-maki Young-ran (yang kemudian disusul Woo-jung) karena dianggap merebut Jun-se. Eun-sung langsung tercengang, ia tidak menduga kedekatannya dengan Jun-se telah menimbulkan kesalahpahaman.
Tiba-tiba, Woo-hwan (Lee Seung-gi) muncul dari belakang Eun-sung dan langsung memarahi Young-ran dan Woo-jung. Sambil menarik ibu dan adiknya ke dalam kamar, Woo-hwan memarahi keduanya karena dianggap tidak tahu malu dan secara khusus meminta Woo-jung untuk melupakan Jun-se karena pria itu sama sekali tidak mencintainya.
Suasana ricuh tidak cuma dialami di kediaman Nenek Jang melainkan juga di tempat tinggal Jun-se, dimana sang ayah pengacara Park Tae-soo (Choi Jung-woo) langsung memarahi putranya karena telah menjalin hubungan dengan gadis yang dianggap sebagai musuh. Rupanya, Pengacara Park sudah ditelepon oleh Young-ran.
Suasana rumah yang tidak enak membuat Eun-sung memutuskan untuk absen dari acara makan pagi bersama. Di restoran, Manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun) meminta semua karyawan untuk menuliskan pesan dan kesan terhadap sesama rekan kerja mereka. Begitu Woo-hwan sampai ke kertas bertuliskan nama Eun-sung, pemuda itu kebingungan karena tidak tahu harus mengisi apa : pujian atau hinaan.
Begitu mendengar kalau Woo-jung sakit, Jun-se mendatangi kediaman Nenek Jang untuk menjenguk gadis itu. Cuma tersenyum ketika mendengar Woo-jung menyalahkan Eun-sung, dengan suara bijak Jun-se menyebut tidak akan ada yang berubah meskipun dirinya tidak pernah mengenal Eun-sung. Lebih lanjut, Jun-se mengaku kalau dirinyalah yang telah berani menyukai Eun-sung, padahal gadis itu cuma menganggapnya sebagai kakak.
Kejadian di rumah Nenek Jang membuat Eun-sung kehilangan nafsu makan, ia bahkan memilih duduk di halte bus dan membiarkan Woo-hwan pulang lebih dulu. Tak lama kemudian Eun-sung mendapat telepon dari Jun-se, ia beralasan sangat sibuk sehingga tidak bertemu pria itu. Siapa sangka, mobil Jun-se tiba-tiba berhenti di samping Eun-sung. Dengan kesal, Jun-se langsung memarahi Eun-sung yang dianggap berusaha menghindarinya.
Namun Eun-sung punya alasan sendiri, biar bagaimanapun ia sama sekali tidak memikirkan tentang hal lain kecuali menemukan Eun-woo yang hilang. Namun, dengan jujur Eun-sung menyebut tidak menutup kemungkinan kalau di kemudian hari dirinyalah yang bakal mengejar-ngejar Jun-se.
Untuk menghindari suasana yang tidak menyenangkan, Eun-sung memutuskan untuk menginap di tempat Hye-ri (Min Young-won). Sementara itu di rumah, Woo-hwan terus mengira-ngira kartu mana yang ditulis oleh Eun-sung.
Setelah membaca buku petunjuk pelayanan restoran Eun-sung dan mencocokkan tulisan, Woo-hwan akhirnya tahu kartu mana yang ditulis gadis itu. Langsung berseri-seri saat tahu Eun-sung tidak menganggapnya sebagai orang yang jahat, Woo-hwan mengajak gadis itu untuk kembali menyebar pamflet. Di depan kaum lansia, Woo-hwan menunjukkan sisi lain dirinya yang begitu hangat dan membuat Eun-sung tersenyum lebar.
Dalam perjalanan pulang, Woo-hwan yang perasaannya sudah jauh melunak akhirnya mengatakan kalau dirinya tidak menyalahkan Eun-sung atas apa yang terjadi dengan warisan Nenek Jang. Berjanji bakal bersaing secara sehat, Woo-hwan yakin bisa mengubah pendirian sang nenek. Sikapnya yang berubah baik keruan saja membuat Eun-sung kebingungan.
Memutuskan untuk tinggal di rumah Hye-ri, Eun-sung memutuskan untuk menelepon Nenek Jang, yang malah menyuruhnya membicarakan semuanya di rumah. Bisa ditebak, Nenek Jang berhasil membuat Eun-sung mengurungkan niatnya. Belakangan, Nenek Jang juga berhasil meredakan emosi Young-ran dan Woo-jung.
Di acara 30 tahun restoran cabang kedua, suasana sempat canggung ketika Eun-sung bertemu dengan Seung-mi (Moon Chae-won). Namun, semuanya berubah begitu Jun-se dan Hye-ri, yang ternyata memutuskan sebagai sukarelawan, muncul. Melihat kedekatan antara Jun-se dan Eun-sung, diam-diam Woo-hwan merasakan sesuatu yang belum pernah dirasakannya selama ini : cemburu.
Tatapan Woo-hwan yang penuh arti terlihat oleh Jun-se, dan semua semakin kentara ketika selesai acara dan seluruh karyawan serta sukarelawan ikut acara karaoke bersama. Tidak mau kalah dengan Jun-se dan Eun-sung, Woo-hwan menarik Seung-mi kedepan untuk menyanyi bersama.
Di luar, Woo-hwan akhirnya mengkonfrontasi Jun-se dan menyalahkan pria itu yang telah membuat Woo-jung sakit. Tidak bisa ditipu, Jun-se dengan suara tinggi langsung menyatakan kecurigaannya kalau Woo-hwan menyukai Eun-sung dan sebenarnya tidak perduli pada Woo-jung. Pembicaraan itu terdengar oleh Seung-mi.

Episode 17 :
Sempat termenung, Woo-hwan (Lee Seung-gi) langsung membalas dengan mengatakan dirinya sangat membenci Jun-se (Bae Soo-bin) yang selalu dianggap baik di hadapan semua orang. Di tempat persembunyiannya, Seung-mi (Moon Chae-won) mendengar pertengkaran itu dengan perasaan terpukul campur waswas.
Di tempat karaoke, Hye-ri (Min Young-won) langsung memberitahu Eun-sung (Han Hyo-joo) tentang pertengkaran yang terjadi. Sempat kaget melihat ujung bibir Jun-se berdarah, Eun-sung akhirnya pulang dengan pemuda itu sementara Woo-hwan dengan Seung-mi. Di rumah, Seung-mi dengan lesu langsung masuk kamar sambil menangis tersedu-sedu.
Keesokan harinya begitu berpapasan dengan Woo-jung (Han Ye-won) yang baru keluar dari kamarnya, Eun-sung langsung meminta maaf. Disinilah keluguan Woo-jung terlihat. Penasaran ingin tahu apa yang membuat Jun-se begitu menyukai Eun-sung, Woo-jung mengikuti gerak-gerik gadis itu dan berusaha menirunya. Keruan saja seisi rumah terkejut, ibunya Young-ran (Yoo Ji-in) bahkan mengira putrinya kerasukan.
Situasi yang semakin tidak menguntungkan membuat Sung-hee (Kim Mi-sook) terus berusaha mendesak Young-ran agar segera mengusir Eun-sung dari rumahnya, yang keruan saja membuat sang sahabat bingung. Jengkel karena merasa semua usahanya gagal, begitu keluar rumah Sung-hee telah ditunggu oleh suaminya Pyung-joong (Jun In-taek).
Teringat dengan ucapan Seung-mi, Sung-hee langsung mengajak Pyung-joong untuk bicara empat mata. Sempat heran mendengar sang suami pernah berkomunikasi dengan Eun-sung lewat email, Sung-hee langsung bisa menebak apa yang terjadi. Terus menjelek-jelekkan Eun-sung, wanita setengah baya itu menyarankan supaya Pyung-joong keluar dari Seoul untuk membuka tempat usaha.
Kembali bertugas untuk menyebar pamflet, Eun-sung dan Woo-hwan ternyata saling adu cepat. Kesal karena dirinya kalah, Woo-hwan langsung membeli plester dan berusaha menyelesaikan tugasnya lebih dulu dari Eun-sung. Begitu tengah hari tiba, Woo-hwan yang sebenarnya kelelahan pura-pura tegar. Namun begitu Eun-sung mengaku ingin istirahat, ia akhirnya mengikuti gadis itu.
Sambil duduk, Woo-hwan yang semakin terkesima dengan Eun-sung memberanikan diri untuk meminta maaf atas kelakuannya yang membuat gadis itu gagal bertemu sang ayah untuk terakhir kalinya dan kehilangan Eun-woo (Yun Joon-suk). Semakin bingung melihat perubahan sikap Woo-hwan, Eun-sung yang kakinya lecet kembali dikejutkan oleh aksi pemuda itu yang memaksa untuk memboncenginya.
Ketika Woo-hwan memacu sepeda, secara refleks Eun-sung memeluk tubuh pemuda itu, yang langsung deg-degan. Adegan tersebut terlihat oleh Seung-mi, yang belakangan langsung menunjukkan kemesraan dengan menggandeng tangan Woo-hwan. Ternyata bukan cuma Woo-hwan, Eun-sung juga ikut salah tingkah dan sempat membuat koleganya heran.
Menghabiskan uangnya untuk membeli buku, mau tidak mau Woo-hwan menerima tawaran Seung-mi yang mentraktirnya makan. Diam-diam cemburu melihat kedekatan pria itu dengan Eun-sung, Seung-mi berusaha mengorek apa yang dirasakan Woo-hwan setiap kali berhadapan dengan gadis yang bakal merebut warisannya. Siapa sangka, Woo-hwan menyebut bahwa fokusnya hanyalah menaikkan laba restoran.
Berpapasan saat hendak mulai mempromosikan restoran, siapa sangka Eun-sung dan Woo-hwan menuju tempat yang sama. Sempat adu mulut, Woo-hwan dan Eun-sung mendadak mendapat ide cemerlang tentang tempat mana saja yang harus dikunjungi untuk promosi. Setelah berpisah, Eun-sung menemui Jun-se, yang ketar-ketir saat mendengar cerita gadis itu tentang Woo-hwan yang mulai berubah.
Diajak untuk bertemu, Eun-sung tanpa basa-basi langsung menanyakan maksud lain dari ajakan Seung-mi. Sempat tidak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan sang saudara tiri, Eun-sung langsung terdiam ketika Seung-mi menceritakan apa yang dirasakannya terhadap Woo-hwan sambil meneteskan air mata.
Ketika mengunjungi Jin Young-suk (Jung Suk-won), Woo-hwan diminta untuk menjaga pemain piano bar sang sahabat yang tidak lain adalah Eun-woo. Di saat yang sama, Pyung-joong yang tengah duduk di halte terkejut ketika sebuah bis lewat dan sosok Eun-sung berada didalamnya.

Episode 18 :
Begitu bertemu dengan Sung-hee (Kim Mi-sook), Pyung-joong (Jun In-taek) langsung menceritakan kalau dirinya bertemu Eun-sung (Han Hyo-joo). Meskipun sudah diyakinkan dengan berbagai cara, termasuk dengan memfitnah Eun-sung, Pyung-joong menolak untuk pindah dari Seoul.
Di rumah, Eun-sung dan Woo-hwan (Lee Seung-gi) sibuk berdiskusi mengenai cara meningkatkan profit. Usul Woo-hwan untuk menyalurkan pasokan ke gedung pernikahan ditolak, karena Eun-sung menganggap itu artinya mereka menginjak lahan pencarian perusahaan lain. Obrolan seru tersebut didengar oleh Woo-jung (Han Ye-won), yang langsung melaporkan ke Young-ran (Yoo Ji-in) dan Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung).
Di restoran, sebuah kejadian mengejutkan dialami oleh Woo-hwan : seorang tamu dengan sengaja membuat pemuda itu tersandung kemudian dengan sombong menyodorkan uang ganti rugi. Kejadian itu membuat Eun-sung marah dan berusaha membela, namun Manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun) langsung mencegah. Dengan wajah merah-padam, Woo-hwan ternyata mampu meredam emosinya.
Di atas gedung, Eun-sung menyerahkan lap untuk membersihkan baju Woo-hwan yang terkena kuah sambil terus marah-marah. Namun, gadis itu langsung terdiam ketika Woo-hwan heran melihat Eun-sung mau membelanya. Kesabaran Woo-hwan berbuah manis, Manajer Lee dengan bijak langsung mengalihkan statusnya dari karyawan magang menjadi pegawai biasa. Dengan berseri-seri, Woo-hwan terus melihat lencana barunya yang disematkan Manajer Lee.
Wajah Woo-hwan langsung berubah begitu sampai dirumah, sang ibu Young-ran mengingatkan soal hari peringatan kematian sang ayah yang jatuh pada hari itu. Dengan tubuh dan tangan bergetar, Woo-hwan memberikan penghormatan di depan altar bertuliskan nama ayahnya. Meski sudah sekian tahun berlalu, Woo-hwan ternyata masih belum bisa melupakan kecelakaan yang terjadi dan tetap menolak buka mulut.
Gembira karena proposalnya diterima di sebuah pabrik, Woo-hwan langsung kesal saat tahu keberhasilannya dibantu oleh Jun-se (Bae Soo-bin). Dengan jengkel, ia meminta supaya kontrak langsung dibatalkan. Keruan saja pertengkaran dengan Eun-sung langsung terjadi. Langsung menghentikan mobil, Eun-sung, yang berdiri di tengah jalan, langsung membentak-bentak Woo-hwan.
Mata Woo-hwan langsung terbelalak melihat dari arah berlawanan, sebuah truk menuju ke arah Eun-sung dengan kecepatan tinggi. Langsung teringat dengan kejadian yang menimpa sang ayah, Woo-hwan langsung menarik Eun-sung dan marah besar. Dengan tubuh gemetar, Eun-sung sempat heran namun belakangan sadar bahwa apa yang terjadi mungkin berkaitan dengan kecelakaan yang dialami oleh ayah Woo-hwan.
Akibat kejadian tersebut, sikap Woo-hwan terhadap Eun-sung berubah lagi. Begitu sampai di restoran, pemuda itu berubah jadi pendiam dan langsung pamit pergi. Merasa bersalah karena dirinya telah membuat Woo-hwan kembali mengingat kenangan buruk di masa lalunya, Eun-sung mengunjungi restoran Jun-se untuk bertemu dengan In-young (Son Yeo-eun). Siapa sangka, sang sahabat malah menuduh Eun-sung, yang membatalkan pesanan makanan, sebagai gadis kikir namun tamak.
Ketika tengah berjalan pulang, Woo-hwan tiba-tiba mendapat telepon dari sahabatnya Jin Youn-suk (Jung Suk-won), yang meminta tolong untuk menjagai Yong-jae alias Eun-woo (Yun Joon-suk). Sempat keberatan, Woo-hwan akhirnya setuju begitu tahu kalau Eun-woo masih mengenalinya. Di depan remaja autis tersebut, Woo-hwan terus bercerita soal sosok Eun-sung, wanita yang seharusnya dianggap sebagai musuh namun malah disukainya.
Hal serupa ternyata juga dialami oleh Eun-sung, yang begitu terpengaruh dengan ucapan In-young. Masalahnya, kali ini gadis itu mengalami dilema karena Woo-hwan yang semula begitu angkuh pelan-pelan telah berubah menjadi pria yang lebih baik. Mulai mereka-reka apa yang terjadi, dengan jitu Hye-ri (Min Young-won) mampu menebak kalau sahabatnya Eun-sung sudah mulai jatuh cinta pada Woo-hwan.
Sementara itu di apartemen, Sung-hee pulang dengan wajah pucat dan langsung beristirahat. Karena tidak ingin membangunkan sang ibu, Seung-mi mengangkat ponsel Seung-hee. Di ujung sana, seseorang menyampaikan perkembangan pencarian Eun-woo. Keruan saja, Seung-mi mulai bisa menebak apa yang telah dilakukan ibunya.
Pertemuan dengan sahabat Pyung-joong saat tengah bekerja di restoran membuat Eun-sung tersadar bahwa saat meninggal, sang ayah meninggalkan uang berbentuk asuransi jiwa. Setelah dicek ke bagian asuransi, baru ketahuan bahwa semua uang tersebut telah ditarik...ke rekening ibu tirinya Sung-hee.


Episode 19 :
Begitu keluar dari kantor pengacara, Eun-sung (Han Hyo-joo) langsung menangis sambil merasa mual, ia tidak menyangka sama sekali kalau uang benar-benar telah membuat Sung-hee (Kim Mi-sook) berubah drastis dan tega menghalalkan segala cara.
Kekejaman Sung-hee juga baru disadari Seung-mi (Moon Chae-won), yang baru sadar kalau sang ibu-lah yang 'menghilangkan' Eun-woo (Yun Joon-suk). Sementara itu di rumah, Woo-hwan (Lee Seung-gi) terus menunggui Eun-sung, yang belum juga pulang meski waktu telah menunjukkan tengah malam, dengan cemas.
Karena begitu panik, Woo-hwan bahkan sampai menelepon Jun-se (Bae Soo-bin) karena mengira Eun-sung tengah bersama pria itu. Terus menunggu di halte bis, Woo-hwan langsung memarahi Eun-sung begitu turun dari bis karena dianggap tidak menepati janjinya. Melihat ekspresi Woo-hwan, Eun-sung tidak kalah terkejut, ia tidak menyangka Woo-hwan begitu perhatian.
Wajah cemas Woo-hwan tidak cuma mengagetkan Eun-sung, yang terus berjalan pulang dengan mengikuti Woo-hwan dari belakang, namun juga Jun-se yang diam-diam melihat semuanya. Keesokan harinya, secara tidak sengaja Jun-se mendengar percakapan antara Eun-sung dan Hye-ri (Min Young-won). Kaget begitu tahu Sung-hee ternyata ibu tiri Eun-sung, Jun-se baru sadar betapa pelik masalah yang dihadapi Eun-sung.
Di restoran, Woo-hwan akhirnya mengkonfrontir Eun-sung. Bukannya senang, Eun-sung malah meminta Woo-hwan berhenti memperhatikan dirinya dan memfokuskan perhatian pada Seung-mi. Tak lama setelah Eun-sung pergi, Jun-se muncul dan mengajak Woo-hwan bicara empat mata. Tidak disangka-sangka, Jun-se meminta Woo-hwan menjauhi Eun-sung.
Eun-sung ternyata pergi menemui Sung-hee, yang sangat terkejut begitu tahu kalau putri tirinya sudah mengetahui soal uang asuransi kematian Pyung-joong (Jun In-taek) yang diambilnya. Bukannya menyesal, Sung-hee malah berkelit dengan mengatakan uang tersebut telah digunakan untuk membayar semua hutang-hutang suaminya dan malah balik menyalahkan Eun-sung.
Sikap Sung-hee benar-benar membuat Eun-sung terbelalak, ia tidak menyangka sama sekali kalau sang ibu tiri masih berusaha mengelak. Dengan gemas, Eun-sung menyebut bakal membalas perbuatan Sung-hee dan mengatakan bahwa bila kelak Seung-mi gagal menikah dengan Woo-hwan, maka semua adalah kesalahan Sung-hee.
Ketika tengah bersiap kembali setelah menyerahkan proposal, Woo-hwan ternyata telah ditunggui Seung-mi yang berniat mengajaknya makan siang bersama. Mengaku punya alasan lain ketika memutuskan bekerja sama dengan Eun-sung di restoran cabang, sikap Woo-hwan membuat Seung-mi mulai curiga.
Di rumah, Young-ran (Yoo Ji-in) dan Woo-jung (Han Ye-won) akhirnya bisa bernapas lega saat tahu kalau separuh dari warisan nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) akan tetap jatuh ke tangan mereka berdasarkan hukum. Namun, Nenek Jang mengingatkan bahwa hingga saat itu datang, keduanya tetap harus bekerja keras seperti biasanya supaya bisa menghargai arti uang.
Pada saat yang sama, Sung-hee memutuskan untuk bicara dengan Seung-mi dan meminta kerjasama sang putri untuk menjatuhkan Eun-sung. Tujuannya hanya satu : memuluskan langkah Seung-mi menikah dengan Woo-hwan dan memastikan tidak ada sepeser pun warisan yang jatuh ke tangan Eun-sung.
Untuk memastikan proposal perusahaan Jin Sung diterima, Eun-sung bekerja sama dengan Woo-hwan membersihkan gereja. Eun-sung sempat jengkel ketika Woo-hwan memutuskan untuk makan sendirian, namun pemuda itu ternyata telah menyisakan makanan untuknya. Yang membuat Eun-sung tersentuh, Woo-hwan ternyata memberikan porsi yang lebih banyak untuknya.
Begitu Eun-sung dan Woo-hwan tiba dirumah, Sung-hee ternyata tengah mengamati keduanya dari kejauhan. Rupanya, Sung-hee sudah bertekad untuk menjalankan rencananya bersama Seung-mi. Bersama-sama, keduanya masuk untuk menemui Nenek Jang demi membicarakan masalah penting.
Apa yang dikatakan Sung-hee benar-benar mengejutkan. Tidak cuma mengaku kalau Eun-sung adalah anak tirinya, namun ia juga membalikkan kenyataan dengan menyebut bahwa Eun-sung sebenarnya telah mengetahui tentang latar belakang Nenek Jang dan Woo-hwan.
Ucapan itu keruan saja membuat Eun-sung, yang baru saja selesai mandi, membelakakkan matanya. Bukti-bukti langsung ditunjukkan oleh Sung-hee, dan tentu saja Eun-sung langsung membantah semuanya. Yang benar-benar mengejutkannya, Seung-mi ternyata ikut membenarkan kebohongan Seung-hee.
Young-ran dan Woo-jung yang memang tidak menyukai Eun-sung langsung percaya dengan ucapan Sung-hee, berbeda dengan Nenek Jang yang hanya terdiam mendengar cerita ibu Seung-mi tersebut. Young-ran yang tidak bisa lagi menahan kemarahannya langsung menampar Eun-sung, yang cuma bisa menangis sesunggukan. Sadar kalau dirinya sudah tidak dipercaya lagi, Eun-sung langsung mengemasi barang-barangnya.

Episode 20 :
Melihat Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) masuk ke kamarnya dengan lemah, Woo-hwan (Lee Seung-gi) yang sudah tahu ada sesuatu yang tidak beres langsung menyusul Eun-sung (Han Hyo-joo) yang tengah menyeret kopernya.

Namun saat dikonfrontir, Eun-sung menyebut tidak ada gunanya membela diri karena Woo-hwan dan Nenek Jang tidak akan mempercayainya. Eun-sung akhirnya tinggal bersama Hye-ri (Min Young-won), yang kemudian memberitahu apa yang terjadi pada Jun-se (Bae Soo-bin).

Begitu Eun-sung muncul dan menyerahkan surat pengunduran diri, sikap Nenek Jang sama sekali tidak disangka oleh gadis itu : surat tersebut ditolak dan Eun-sung disuruh untuk kembali bekerja keesokan harinya. Keruan saja Eun-sung sangat terkejut, rupanya Nenek Jang masih mempercayai ucapannya meski ia sudah mengaku bahwa ada motif lain saat memutuskan untuk menerima warisan.

Eun-sung cuma bisa tercengang melihat reaksi Nenek Jang, yang kemudian merobek-robek surat pengunduran dirinya. Ketika Eun-sung menyebut bahwa dirinya berniat menolak warisan Nenek Jang demi kebaikan semua orang, lagi-lagi permintaan tersebut ditolak. Saat keluar, Eun-sung berpapasan dengan Seung-mi (Moon Chae-won).

Begitu ada kesempatan bicara empat mata, Eun-sung mengaku kecewa melihat kelakuan Seung-mi. Bukannya merasa bersalah, Seung-mi malah mengatakan bahwa semua yang dikatakannya adalah benar dan ia melakukan semua itu demi Woo-hwan. Meneteskan air mata saking kesalnya, Eun-sung berjanji bakal membongkar semua kebohongan Seung-mi dan ibunya.

Seperti yang telah diduga oleh Seung-hee (Kim Mi-sook), Woo-hwan menelepon Seung-mi. Namun, apa yang ditakutkan Seung-mi mulai menjadi kenyataan. Mendengar penjelasan gadis itu, Woo-hwan tidak langsung percaya dan malah menduga terjadi kesalahpahaman antara Eun-sung dengan Sung-hee dan Seung-mi.

Dalam kebingungan menentukan siapa yang bisa lebih dipercaya, Woo-hwan mengunjungi kafe milik sahabatnya Young-sul (Jung Suk-won) dan bertemu dengan Eun-woo (Yun Joon-suk) yang baru saja selesai bermain piano. Meski berbeda dari remaja lain, Eun-woo ternyata mampu menebak apa yang tengah dipikirkan Woo-hwan dan dengan caranya yang khas, memberitahu supaya pemuda itu mempercayai instingnya.

Kelihatan seperti orang kebingungan sejak Eun-sung tidak ada, Woo-hwan ditegur oleh manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun). Suasana langsung berubah ketika Eun-sung muncul, Woo-hwan mengajak gadis itu untuk menemaninya membeli hadiah untuk Nenek Jang dengan gaji pertamanya.

Bisa ditebak, Nenek Jang langsung terharu begitu menerima pemberian Woo-hwan. Teringat dengan kalung Eun-sung yang hilang, Woo-hwan berusaha mencari di seluruh penjuru rumah namun tidak juga menemukan benda itu. Karena ingin membuat Eun-sung kembali ceria, pemuda itu memutuskan untuk membeli sebuah kalung berbentuk hati.

Ketika keluar dari rumah, Eun-sung dan Hye-ri terkejut melihat sebuah sepeda telah bertengger di depan dengan sebuah kalung dan surat di kemudinya. Begitu membaca isi surat tersebut, Eun-sung langsung tersenyum. Namun, Hye-ri mengingatkan bahwa meski kini Eun-sung dan Woo-hwan sudah sepaham, gadis itu tidak boleh melupakan Jun-se yang selalu ada disisinya.

Ucapan Hye-ri membuat Eun-sung sedih, ia sadar bahwa meski perasaannya terhadap Woo-hwan mulai berubah, namun apa yang dikatakan sang sahabat benar. Ketika punya kesempatan untuk minum berdua, Eun-sung mengembalikan kalung pemberian Woo-hwan.

Keluar dari restoran dan kembali ke rumah, Eun-sung tidak bisa lagi menahan kesedihannya. Tapi masalah ternyata tidak berakhir sampai disitu. Tiba-tiba terdengar ketukan keras di depan rumah, dan suara seorang pria berteriak memanggil nama Eun-sung.

Episode 21 : 
Sempat terpikir untuk memberitahu keluarga Woo-hwan (Lee Seung-gi), Eun-sung (Han Hyo-joo) mengurungkan niatnya karena kuatir bakal terjadi kesalahpahaman. Hal serupa juga dilakukannya ketika Seung-mi (Moon Chae-won) menelepon ke ponsel Woo-hwan.
Berusaha melacak keberadaan Woo-hwan, Seung-mi menelepon Young-suk (Jung Suk-won). Begitu mendengar nama Seung-mi disebut, Eun-woo (Yun Joon-suk) langsung terbangun dan memanggil gadis itu. Untungnya, Seung-mi hanya mendengar secara sayup-sayup dan tidak lagi bertanya ketika Young-suk memberitahu kalau yang berbicara adalah sepupunya.
Saat bangun di pagi hari, Woo-hwan terkejut mendapati Eun-sung telah menyiapkan sarapan. Di restoran, Eun-sung mengancam bakal melaporkan pemuda itu ke polisi bila hal serupa terulang. Namun, Woo-hwan berkelit dengan mengatakan bahwa apa yang terjadi adalah kesalahan Eun-sung, yang menolak kalung pemberiannya.
Dengan penuh antusias, Eun-sung mempresentasikan proposalnya pada Nenek Jang tanpa sadar kalau idenya telah disabot oleh pengacara Park Tae-soo (Choi Jung-woo). Rupanya, ayah Jun-se tersebut bertekad mendepak Eun-sung dari perusahaan dan cara yang digunakannya adalah dengan membongkar nilai tawaran kepada pihak lawan.
Ketika hendak keluar, Eun-sung berpapasan dengan Seung-mi, yang tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya melihat sang saudara tiri masih bekerja di perusahaan Jin Sung. Dengan sengaja, Seung-mi menerima telepon dengan gaya mesra. Padahal setelah Eun-sung pergi, Seung-mi dengan sedikit kesal menanyakan kenapa Woo-hwan tidak muncul. Kembali mengajak bertemu, Seung-mi menyebut ingin menunjukkan sesuatu yang berkaitan dengan Eun-sung.
Ketika diberitahu kalau Eun-sung bakal melakukan perjalanan bisnis, Jun-se (Bae Soo-bin) dengan antusias menawarkan diri untuk menemani gadis itu karena kebetulan ia juga bakal pergi ke tempat yang sama. Wajahnya langsung berubah saat tahu Eun-sung bakal pergi bersama Woo-hwan, namun Jun-se masih bisa menutupi kekuatirannya.
Menjelang keberangkatan, masing-masing pihak kuatir saat tahu Woo-hwan dan Eun-sung bakal melakukan perjalanan bisnis bersama. Young-ran sempat meminta putranya untuk menginap di hotel lain, sementara Hye-ri tidak henti-hentinya menasehati Eun-sung untuk berhati-hati terhadap Woo-hwan.
Menjelang waktu keberangkatan, Nenek Jang belum memberi keputusan mengenai proposal yang ditawarkan. Siapa sangka, sang pimpinan Jin Sung mengambil keputusan yang cukup mengejutkan : ia mengirim Seung-mi sebagai wakil dari kantor pusat untuk ikut ambil bagian dari proses negosiasi.
Keruan saja saat diberitahu, Seung-mi sangat gembira dan langsung meminjam mobil ibunya untuk pergi ke tempat dimana dirinya bakal bertemu dengan Woo-hwan dan Eun-sung. Di perjalanan, Woo-hwan dan Eun-sung yang belum sadar kalau mereka bakal ditemani oleh Seung-mi begitu gembira dan menyempatkan diri untuk pelesir lebih dahulu.
Ketika sampai di tempat pertemuan, wajah Seung-mi langsung berubah melihat keakraban Eun-sung dan Woo-hwan. Hal serupa juga dialami Eun-sung, yang langsung berusaha menghindar. Suasana makin pelik ketika selesai rapat, Jun-se sudah menunggu Eun-sung. Tidak mau Eun-sung hanya pergi berdua dengan Jun-se, Woo-hwan memaksa ikut melihat-lihat kapal pesiar.
Siapa sangka setelah melihat-lihat, Jun-se mengajukan tawaran supaya Eun-sung bergabung dengan dirinya setelah kontrak di perusahaan Jin Sung selesai. Woo-hwan langsung menunjukkan kekesalannya, dan keadaan semakin canggung ketika waktu makan malam tiba. Ketika Jun-se menawarkan makanan, dengan cepat memotong pembicaraan dengan mengatakan bahwa Eun-sung alergi terhadap kerang.
Untuk memancing simpati Woo-hwan, Seung-mi mulai bicara soal kesalahpahaman yang mungkin terjadi. Namun, Jun-se langsung menegur Seung-mi. Malamnya, baik Eun-sung dan Woo-hwan secara kebetulan sama-sama menghilang. Dengan cepat, Seung-mi menghubungi Jun-se untuk mencegah apa yang ditakutkannya terjadi.
Rupanya, Eun-sung memutuskan untuk berjalan-jalan. Sempat ragu-ragu, Eun-sung mengenakan kalung yang diberikan Woo-hwan. Ketika hendak kembali ke tempat menginap, Eun-sung berpapasan dengan Woo-hwan, yang meminta gadis itu untuk tetap disisinya.

Episode 22 :
Seung-mi (Moon Chae-won) mencari Woo-hwan (Lee Seung-gi) sepanjang pagi namun tidak berhasil. Begitu Eun-sung (Han Hyo-joo) muncul bersama Woo-hwan, Seung-mi langsung menduga ada yang tidak beres. Hal serupa juga dirasakan Jun-se (Bae Soo-bin) begitu melihat sebuah kalung melingkar di leher Eun-sung.
Sebelum kembali ke Seoul, Woo-hwan mengusulkan supaya mereka berempat mengunjungi gua yang merupakan obyek pariwisata. Disana, Seung-mi benar-benar terpukul ketika melihat Woo-hwan menadahkan tangannya untuk menghalangi tetesan air mengenai kepala Eun-sung, dan tiba-tiba jatuh pingsan.
Sepanjang perjalanan pulang, Seung-mi tidak bicara apa-apa dan langsung masuk ke kamar begitu tiba di apartemen. Keruan saja Sung-hee (Kim Mi-sook) bingung, namun ia mulai bisa menebak ketika Woo-hwan membela Eun-sung dan mengatakan kekacauan yang terjadi seputar masalah warisan nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) bukanlah kesalahan sang putri tiri.
Setelah mengantar Eun-sung, Jun-se mengajak Woo-hwan untuk bicara empat mata. Begitu bertemu, Jun-se langsung memukul pria itu dua kali, dan menyebut bahwa pukulan pertama sebagai balasan atas yang dilakukan Woo-hwan sebelumnya dan yang kedua adalah karena Woo-hwan tidak mendengarkan ucapannya. Dengan tegas, Jun-se menyebut bahwa Woo-hwan cuma bisa memilih salah satu : Seung-mi atau Eun-sung.
Ketika sampai di rumah tempat dirinya tinggal bersama Hye-ri (Min Young-won), sang sahabat sangat terkejut saat melihat kalung pemberian Woo-hwan melingkar di leher Eun-sung dan langsung bisa menebak apa yang sudah terjadi. Di tempat lain, Woo-hwan terus memikirkan perkataan Jun-se dan sadar bahwa apa yang dilakukan Seung-mi adalah karena gadis itu sangat mencintainya.
Di apartemen, Sung-hee mendekati Seung-mi yang tengah terbaring sambil meminta gadis itu melepaskan Woo-hwan. Sudah tentu, permintan itu ditolak mentah-mentah. Tak lama kemudian, Seung-mi mendapat telepon dari Woo-hwan yang mengajaknya bertemu untuk bicara tentang sesuatu yang penting. Langsung punya perasaan tidak enak, Seung-mi berkelit dengan mengatakan dirinya tengah sakit dan tidak bisa pergi.
Dengan cepat, Seung-mi menelepon Eun-sung namun ponsel sang saudara tiri ternyata tidak aktif. Tak lama kemudian, Seung-mi ditelepon oleh In-young (Son Yeo-eun). Setelah bertemu dengan gadis itu, Seung-mi kaget mendengar seorang pria tengah mencari Eun-sung. Kuatir rencananya rusak, Seung-mi meminta In-young untuk tidak memberitahu nomor ponsel Eun-sung dengan alasan bahwa pria itu kemungkinan adalah penagih utang.
Sadar bahwa satu-satunya jalan untuk bisa bertahan adalah dengan menjatuhkan Eun-sung dan Nenek Jang, Sung-hee mendatangi Pengacara Park dan mengajaknya bekerja sama. Sama seperti Sung-hee yang menginginkan warisan Nenek Jang jatuh ketangannya, Pengacara Park ternyata juga berambisi menguasai perusahaan Jin Sung.
Saat tengah meneliti kebersihan rumah, kepala pelayan Pyo Sung-chul (Lee Seung-hyung) menemukan kalung Eun-sung dan menyerahkannya pada Woo-hwan. Keesokan paginya, Woo-hwan menyerahkan kalung gadis itu dengan segera. Teringat dengan kalung yang sama juga dipakai Young-jae, Woo-hwan tidak sadar kalau pemuda yang diakui sebagai keponakan sahabatnya Jin Young-suk (Jung Suk-won) adalah Eun-woo (Yun Joon-suk) yang selama ini dicarinya.
Diminta untuk mengantarkan pesanan ke sebuah tempat, Woo-hwan sempat keberatan. Namun begitu tahu kalau yang memesan adalah sepasang suami-istri yang telah berusia lanjut, pemuda itu langsung tersentuh. Apalagi setelah ingat kalau di masa lalu dirinya tidak menghargai uang yang dimiliki, Woo-hwan merasa menyesal setengah mati.
Di restoran, kabar gembira didapat : proposal Jin Sung diterima. Saking gembiranya, Woo-hwan langsung memeluk Eun-sung (yang langsung gelagapan). Kegembiraan juga dirasakan Nenek Jang, namun kemarahannya bangkit begitu mendengar Pengacara Park meminta sang pimpinan membatalkan warisannya. Nenek Jang tidak sadar bahwa di tempat lain, Sung-hee mulai menyebarkan gosip yang bertujuan untuk menjatuhkan harga saham perusahaan Jin Sung.
Untuk merayakan keberhasilan, Woo-hwan mengajak Manajer Lee dan Eun-sung makan malam di kafe milik Young-suk. Di sana, Woo-hwan eberusaha membujuk Eun-woo untuk keluar menemui teman-temannya. Sayang sebelum semuanya kesampaian, terjadi sesuatu hal yang bakal mengubah kehidupan Woo-hwan dan Eun-sung selamanya.


Episode 23 :
Begitu sampai di rumah sakit, wajah Woo-hwan (Lee Seung-gi), Eun-sung (Han Hyo-joo), Young-ran (Yoo Ji-in), dan Woo-jung begitu panik apalagi ketika tim dokter yang melakukan pemeriksaan memberitahu sesuatu yang mengejutkan : nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) diduga mengidap alzheimer.
Keruan saja Woo-hwan terkejut, karena selama ini sang nenek terlihat begitu sehat. Ketika Woo-hwan berusaha mengorek keterangan dari pelayan Pyo Sung-chul (Lee Seung-hyung) mengenai apa yang terjadi dengan Nenek Jang sebelumnya, pembicaraan tersebut terdengar oleh Eun-sung. Setelah dipaksa, akhirnya Eun-sung menceritakan apa yang terjadi saat dirinya pertama kali bertemu Nenek Jang.
Begitu sadar, hal pertama yang dilakukan Nenek Jang adalah mengucapkan selamat atas kesuksesan Woo-hwan. Keruan saja Woo-hwan bertambah sedih, apalagi sang nenek masih terus menutupi kondisinya selama ini. Begitu Eun-sung diberitahu, gadis itu langsung bernapas lega. Namun begitu sampai di rumah, ia langsung menangis karena teringat dengan sejumlah kejadian bersama Nenek Jang.
Kondisi Nenek Jang membuat kasak-kusuk di tingkat atas perusahaan Jin Sung semakin kuat, pengacara Park Tae-soo (Choi Jung-woo) mulai menggalang dukungan untuk menggeser sang atasan dari kekuasaannya. Sementara itu, Sung-hee (Kim Mi-sook) menyuruh Seung-mi (Moon Chae-won) untuk menemani Woo-hwan yang berada di rumah sakit.
Saat tengah ditunggui oleh Woo-hwan, mendadak kondisi Nenek Jang memburuk. Diagnosis tim dokter yang belum bisa mengira-ngira kapan sang nenek sadar membuat Woo-hwan dan Young-ran kaget, Young-ran bahkan menangis didepan Nenek Jang sambil meminta sang ibu mertua untuk bisa bertahan untuk melihat dirinya yang kini sudah bisa memasak.
Begitu mendengar tentang kondisi terakhir Nenek Jang, Pengacara Park dan Sung-hee mulai menyusun rencana untuk menguasai perusahaan Jin Sung. Bahkan, dengan licik Sung-hee berniat menggunakan wasiat terakhir Nenek Jang untuk menyingkirkan Eun-sung sekaligus mengembalikan warisan ke tangan Woo-hwan, yang diplot bakal menikah dengan Seung-mi.
Di rumah sakit, kemunculan Jun-se (Bae Soo-bin) yang ternyata diiringi oleh Eun-sung membuat Young-ran mengamuk dan langsung mengusir gadis itu. Meski dipermalukan, Eun-sung ternyata bergeming dan terus menunggu di depan rumah sakit hingga larut malam. Bahkan, Jun-se tidak mampu Eun-sung untuk membatalkan niatnya.
Pengacara Park mendatangi Jun-se, ia berniat menggunakan nama sang putra untuk membeli saham perusahaan Jin Sung. Ketika mendiskusikan soal tuntutan hukum untuk membatalkan wasiat terakhir Nenek Jang, obrolan tersebut terdengar oleh Eun-sung. Dengan marah bercampur sedih, Eun-sung langsung masuk ke ruangan sambil menyebut dirinya tidak akan menyentuh warisan tersebut.
Sudah tentu ucapannya tidak dipercaya oleh yang hadir, Woo-hwan langsung menarik gadis itu keluar dan memarahinya karena telah bertindak gegabah. Begitu sampai di rumah, Woo-hwan langsung teringat percakapannya dengan Nenek Jang dan langsung menyesal karena tidak sejak awal meringankan beban sang nenek memimpin perusahaan Jin Sung.
Saat tengah hendak menuju rumah sakit, Seung-mi bertemu dengan Eun-sung. Gagal membujuk sang saudari tiri untuk pulang, Seung-mi berniat untuk menemani Woo-hwan menjaga Nenek Jang. Namun, Woo-hwan menyuruh gadis itu pulang. Setelah semuanya pergi, Woo-hwan mengajak Eun-sung untuk menemui Nenek Jang yang masih tidak sadarkan diri.
Di hadapan Nenek Jang, Eun-sung menangis sejadi-jadinya sambil menceritakan semua yang dirasakan. Hal serupa juga dilakukan oleh Woo-hwan, yang akhirnya buka mulut soal apa yang terjadi dengan sang mendiang ayah. Di taman rumah sakit, Eun-sung menghibur Woo-hwan dan memeluk pemuda itu. Dari belakang, Jun-se menyaksikan semuanya dengan sedih.
Dalam keadaan galau, Jun-se memutuskan untuk minum-minum bersama Pyung-joong (Jun In-taek). Tidak sadar kalau yang ada dihadapannya adalah ayah Eun-sung, Jun-se meneteskan air mata ketika menyebut bahwa Eun-sung yang dicintainya ternyata menyukai pria lain.
Di tempat lain, Eun-sung dan Woo-hwan menunggui Nenek Jang di kamar. Kebersamaan keduanya terlihat oleh Seung-mi dan begitu melihat tatapan Woo-hwan yang penuh arti, gadis itu cuma bisa menangis tersedu-sedu. Paginya, sebuah kejutan didapat oleh Woo-hwan dan Eun-sung.
Episode 24 : 
Sadarnya nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) membuat Woo-hwan (Lee Seung-gi), Young-ran (Yoo Ji-in), dan Woo-jung (Han Ye-won) lega. Kabar tersebut membuat Sung-hee (Kim Mi-sook) dan pengacara Park Tae-soo (Choi Jung-woo) kaget, mereka tidak menyangka Nenek Jang masih bisa bertahan hidup.
Tidak tahu kalau Eun-sung (Han Hyo-joo) menunggui Nenek Jang sejak malam, Young-ran menarik Seung-mi (Moon Chae-won) dan menyebut gadis itulah yang menemani Woo-hwan sepanjang malam. Keruan saja, Seung-mi langsung menunduk ketika Nenek Jang menatapnya dengan pandangan tajam.
Begitu ada kesempatan untuk bicara berdua dengan Seung-mi, Woo-hwan akhirnya menyampaikan apa yang selama ini tertunda : meski sadar betul bagaimana perasaan Seung-mi terhadap dirinya, namun ia tidak bisa menerima cinta gadis itu. Ucapan tersebut tentu saja memukul Seung-mi, apalagi saat dirinya tahu penyebabnya adalah Eun-sung.
Namun Woo-hwan bukan pria bodoh. Meski tidak tahu apa yang terjadi, namun ia bisa menebak bahwa Seung-mi tidak sepenuhnya berbicara jujur. Bahkan, pemuda itu bisa mengira-ngira bahwa kebohongan yang sebenarnya bukanlah dilakukan oleh Eun-sung melainkan Seung-mi sendiri. Tapi, Seung-mi yang sudah terlanjur sakit hati langsung menuding bahwa semua itu adalah alasan bagi Woo-hwan untuk meninggalkannya.
Pada saat yang sama, Eun-sung juga tengah menemui Jun-se untuk menolak ajakan pria itu meniti karir di restoran kapal pesiar. Bisa menebak kalau semua adalah karena Woo-hwan, Jun-se mengaku tidak habis pikir kalau Eun-sung bisa menyukai pria seperti Woo-hwan. Sayang, usaha Jun-se untuk mengubah perasaan Eun-sung sudah terlambat.
Ketika pulang, Eun-sung mendapati Seung-mi telah menunggu di tangga menuju kediamannya. Langsung kesal begitu mendengar saudara tirinya menyebut bahwa apa yang dilakukan adalah demi mendapatkan Woo-hwan, perasaan Eun-sung seperti dicabik-cabik dan mengalami dilema ketika Seung-mi terus memohon sambil menangis.
Keesokan harinya di rumah sakit, Nenek Jang sangat kaget saat diberitahu Pengacara Park kalau perusahaan Jin Sung mulai mengurangi kualitas makanan yang diproduksi. Tidak perduli meski sudah diingatkan kalau dana perusahaan sudah menipis karena gosip miring yang beredar, Nenek Jang menyebut siap melepas bagian sahamnya untuk menutupi biaya produksi.
Di saat Pengacara Park tengah menggalang dukungan di tingkat direksi, Nenek Jang dinyatakan sudah sembuh dan diperbolehkan pulang. Tanggapan para penghuni rumah, terutama Young-ran (Yoo Ji-in) yang begitu perhatian, diam-diam membuat Nenek Jang terharu. Sadar kalau keluarganya sudah tahu soal masalah alzheimer yang diidap, Nenek Jang meminta pelayan Pyo Sung-chul (Lee Seung-hyung) untuk menyelesaikan rencana yang sudah dibuat.
Kabar pulangnya Nenek Jang disampaikan oleh Woo-hwan lewat SMS ke Eun-sung, yang langsung gembira setengah mati. Demi melihat reaksi Eun-sung. yang begitu sumrigah saat membaca pesan yang dikirim Woo-hwan, Hye-ri (Min Young-won) sadar kalau sahabat baiknya sudah jatuh cinta pada Woo-hwan.
Keadaan bertambah buruk ketika Pengacara Park muncul di kediaman Nenek Jang untuk menyampaikan undangan menghadiri rapat pemegang saham yang bertujuan untuk mendongkel wanita tua itu dari posisi puncak. Dengan geram, Woo-hwan berusaha membujuk para pemegang saham lain. Namun, kehadirannya langsung diacuhkan.
Dalam keadaan terdesak, Woo-hwan meminta bantuan Seung-mi untuk mengecek keuangan perusahaan. Setelah itu, Woo-hwan kembali ke restoran untuk berdiskusi dengan Eun-sung dan manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun) tentang strategi yang harus dilakukan demi membendung keinginan dewan direksi melengserkan Nenek Jang.
Keputusan Pengacara Park untuk menggelar rapat direksi ditentang oleh Jun-se, namun pria itu gagal membujuk sang ayah. Dengan suka-rela, ia bertekad membantu Eun-sung supaya Nenek Jang bisa bertahan di posisinya. Menyebut kalau pandangannya berbeda dengan Pengacara Park, Jun-se meminjamkan rekaman video digital miliknya.
Woo-hwan memulai misinya meyakinkan para pegawai yang merupakan pemegang saham minoritas untuk mendukung perjuangannya. Meski sempat skeptis, ucapan pemuda itu ternyata mampu mengetuk hati para pekerja untuk memberi dukungan. Dari belakang, Eun-sung merekam semuanya dengan penuh haru. Video tersebut akhirnya dipasang di internet, dan semua karyawan Jin Sung akhirnya tahu apa yang telah terjadi.
Berdasarkan permintaan Woo-hwan, Seung-mi berusaha membuka-buka dokumen rahasia perusahaan dan terkejut dengan apa yang ditemuinya. Rupanya, dalang dibalik semua kejadian adalah Pengacara Park, yang meminjam uang perusahaan untuk membeli saham Jin Sung demi menyingkirkan Nenek Jang.
Keruan saja, Jun-se, yang namanya digunakan untuk membeli perusahaan Jin Sung dan diminta datang ke rapat pemegang saham, mengalami dilema. Apalagi, belakangan Seung-mi mengajaknya bertemu. Sambil menunjukkan temuannya, Seung-mi mengancam bakal membongkar dokumen yang menunjukkan keterlibatan Pengacara Park bila Jun-se tidak mau bekerja sama.
Rapat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Begitu sampai di ruangan, Nenek Jang sudah mendapat perlakuan tidak enak ketika diminta duduk sejajar dengan para pemegang saham lainnya. Satu-satunya yang belum muncul adalah Jun-se, yang keruan saja membuat Pengacara Park panik.


Episode 25 :
Duduk dengan wajah pucat disamping pengacara Park Tae-soo (Choi Jung-woo), Jun-se (Bae Soo-bin) terus menunduk hingga saat voting tiba. Mendadak, muncul Woo-hwan (Lee Seung-gi) dan Eun-sung (Han Hyo-joo) yang mengaku telah berhasil mengumpulkan bagian saham dan mosi percaya para pegawai.

Saat mendengarkan Woo-hwan berbicara di depan para pemegang saham, Eun-sung sangat kaget melihat Jun-se ada disana. Ketika saat voting tiba, para pemegang saham mulai ragu-ragu dan akhirnya memilih supaya nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) tetap pada posisinya sebagai pimpinan Jin Sung.

Dengan suasana hati penuh konflik, antara membela sang ayah atau kebenaran, Jun-se mengambil keputusan berat : ia meremas-remas surat voting diiringi tatapan tidak percaya Pengacara Park. Begitu rapat selesai, Nenek Jang mendapat sambutan meriah dari semua yang hadir.

Cuma bisa duduk lemas, Pengacara Park langsung memaki-maki Jun-se. Namun, ucapan sang putra membuatnya terdiam, ia sadar kalau posisinya di perusahaan Jin Sung sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Di tempat lain, Sung-hee (Kim Mi-sook) terperangah kaget saat tahu bahwa siasatnya untuk mendongkel Nenek Jang gagal.

Mengajak Seung-mi (Moon Chae-won) untuk bertemu, Jun-se mengaku tidak akan memberitahu siapapun mengenai niat licik gadis itu. Sadar bahwa Seung-mi adalah gadis baik, Jun-se secara tersirat memintanya untuk berhenti melakukan hal-hal yang hanya menyakitkan diri sendiri. Namun, Seung-mi menyebut semuanya sudah terlambat.

Ketika hari masih pagi, Nenek Jang dikejutkan oleh kedatangan Jun-se. Langsung berlutut, pria itu ternyata datang untuk meminta maaf atas nama ayahnya dan meminta supaya Pengacara Park bisa meninggalkan perusahaan Jin Sung dengan tenang. Bisa membayangkan bagaimana sulitnya Jun-se mengambil keputusan, Nenek Jang cuma bisa terdiam.

Di kantor pusat perusahaan Jin Sung, Nenek Jang ditunggu Pengacara Park yang telah mempersiapkan surat pengunduran dirinya. Dengan kesal, Nenek Jang langsung menunjukkan bukti-bukti penyelewengan yang telah terjadi dan memarahi Pengacara Park yang dianggap telah melukai hati putranya Jun-se.

Begitu sampai di restoran, Woo-hwan langsung mencari Eun-sung. Namun, bisa dibayangkan bagaimana kecewanya pemuda itu saat mendengar Eun-sung begitu mengkuatirkan Jun-se. Merasa cemburu, Woo-hwan langsung terdiam begitu mendengar ucapan Eun-sung tentang hal-hal yang pernah dilakukan Jun-se saat dirinya butuh bantuan.

Meski kesal, Woo-hwan menunggui Eun-sung untuk mengajaknya kembali ke rumah. Sempat mengalami peristiwa kocak saat menunggu di halte bis, Eun-sung menegaskan di hadapan Nenek Jang kalau dirinya tidak berniat menerima warisan. Saat hendak pulang, secara tidak sengaja Eun-sung melihat Seung-mi tengah bersembunyi dengan tubuh gemetar. Pura-pura tidak melihat, Eun-sung langsung berlari menuju halte bis dan membuat Woo-hwan kebingungan.

Tujuan Eun-sung berikutnya hanyalah satu tempat : restoran Jun-se. Dengan wajah kuatir, Eun-sung langsung menegur Jun-se yang menghilang selama dua hari dan meminta supaya pria itu tidak terus-menerus membuatnya merasa bersalah. Siapa sangka, sambil tersenyum Jun-se menyebut bahwa saat dirinya melakukan sesuatu untuk gadis yang disukai, ia sama sekali tidak mengharapkan balasan.

Tekad Eun-sung untuk meninggalkan perusahaan Jin Sung nampaknya sudah bulat, Woo-hwan yang terkejut saat tahu langsung menarik gadis itu untuk bicara empat mata. Ternyata alasan Eun-sung bukan hanya karena soal warisan, melainkan juga demi Seung-mi. Siapa sangka, Woo-hwan menyampaikan bahwa ia telah mengatakan semuanya pada Seung-mi termasuk soal perasaan yang sesungguhnya terhadap Eun-sung.

Waktu tengah menyantap makan siang, secara tidak sengaja Pyung-joong (Jun In-taek) melihat brosur bergambar Eun-woo. Kaget saat tahu putranya hilang, Pyung-joong yang masih belum sadar kalau dirinya dibohongi menelepon Sung-hee, yang kaget saat mendengar sang suami berniat mengakui kebohongannya. Dengan kesal, Sung-hee menyalahkan Pyung-joong atas semua kemelut yang terjadi.

Pembicaraan dengan Eun-sung membuat Woo-hwan merasa tidak bersemangat. Saat tengah berada di kafe milik Young-suk (Jung Suk-won), ia mendapat telepon dari Seung-mi. Lupa kalau hari itu adalah ultah Seung-mi, Woo-hwan mengajak Seung-mi untuk bertemu di kafe Young-suk...tempat dimana Eun-woo (Yun Joon-suk) berada.

Episode 26 : 
Duduk dengan wajah pucat disamping pengacara Park Tae-soo (Choi Jung-woo), Jun-se (Bae Soo-bin) terus menunduk hingga saat voting tiba. Mendadak, muncul Woo-hwan (Lee Seung-gi) dan Eun-sung (Han Hyo-joo) yang mengaku telah berhasil mengumpulkan bagian saham dan mosi percaya para pegawai.

Saat mendengarkan Woo-hwan berbicara di depan para pemegang saham, Eun-sung sangat kaget melihat Jun-se ada disana. Ketika saat voting tiba, para pemegang saham mulai ragu-ragu dan akhirnya memilih supaya nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) tetap pada posisinya sebagai pimpinan Jin Sung.

Dengan suasana hati penuh konflik, antara membela sang ayah atau kebenaran, Jun-se mengambil keputusan berat : ia meremas-remas surat voting diiringi tatapan tidak percaya Pengacara Park. Begitu rapat selesai, Nenek Jang mendapat sambutan meriah dari semua yang hadir.

Cuma bisa duduk lemas, Pengacara Park langsung memaki-maki Jun-se. Namun, ucapan sang putra membuatnya terdiam, ia sadar kalau posisinya di perusahaan Jin Sung sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Di tempat lain, Sung-hee (Kim Mi-sook) terperangah kaget saat tahu bahwa siasatnya untuk mendongkel Nenek Jang gagal.

Mengajak Seung-mi (Moon Chae-won) untuk bertemu, Jun-se mengaku tidak akan memberitahu siapapun mengenai niat licik gadis itu. Sadar bahwa Seung-mi adalah gadis baik, Jun-se secara tersirat memintanya untuk berhenti melakukan hal-hal yang hanya menyakitkan diri sendiri. Namun, Seung-mi menyebut semuanya sudah terlambat.

Ketika hari masih pagi, Nenek Jang dikejutkan oleh kedatangan Jun-se. Langsung berlutut, pria itu ternyata datang untuk meminta maaf atas nama ayahnya dan meminta supaya Pengacara Park bisa meninggalkan perusahaan Jin Sung dengan tenang. Bisa membayangkan bagaimana sulitnya Jun-se mengambil keputusan, Nenek Jang cuma bisa terdiam.

Di kantor pusat perusahaan Jin Sung, Nenek Jang ditunggu Pengacara Park yang telah mempersiapkan surat pengunduran dirinya. Dengan kesal, Nenek Jang langsung menunjukkan bukti-bukti penyelewengan yang telah terjadi dan memarahi Pengacara Park yang dianggap telah melukai hati putranya Jun-se.

Begitu sampai di restoran, Woo-hwan langsung mencari Eun-sung. Namun, bisa dibayangkan bagaimana kecewanya pemuda itu saat mendengar Eun-sung begitu mengkuatirkan Jun-se. Merasa cemburu, Woo-hwan langsung terdiam begitu mendengar ucapan Eun-sung tentang hal-hal yang pernah dilakukan Jun-se saat dirinya butuh bantuan.

Meski kesal, Woo-hwan menunggui Eun-sung untuk mengajaknya kembali ke rumah. Sempat mengalami peristiwa kocak saat menunggu di halte bis, Eun-sung menegaskan di hadapan Nenek Jang kalau dirinya tidak berniat menerima warisan. Saat hendak pulang, secara tidak sengaja Eun-sung melihat Seung-mi tengah bersembunyi dengan tubuh gemetar. Pura-pura tidak melihat, Eun-sung langsung berlari menuju halte bis dan membuat Woo-hwan kebingungan.

Tujuan Eun-sung berikutnya hanyalah satu tempat : restoran Jun-se. Dengan wajah kuatir, Eun-sung langsung menegur Jun-se yang menghilang selama dua hari dan meminta supaya pria itu tidak terus-menerus membuatnya merasa bersalah. Siapa sangka, sambil tersenyum Jun-se menyebut bahwa saat dirinya melakukan sesuatu untuk gadis yang disukai, ia sama sekali tidak mengharapkan balasan.

Tekad Eun-sung untuk meninggalkan perusahaan Jin Sung nampaknya sudah bulat, Woo-hwan yang terkejut saat tahu langsung menarik gadis itu untuk bicara empat mata. Ternyata alasan Eun-sung bukan hanya karena soal warisan, melainkan juga demi Seung-mi. Siapa sangka, Woo-hwan menyampaikan bahwa ia telah mengatakan semuanya pada Seung-mi termasuk soal perasaan yang sesungguhnya terhadap Eun-sung.

Waktu tengah menyantap makan siang, secara tidak sengaja Pyung-joong (Jun In-taek) melihat brosur bergambar Eun-woo. Kaget saat tahu putranya hilang, Pyung-joong yang masih belum sadar kalau dirinya dibohongi menelepon Sung-hee, yang kaget saat mendengar sang suami berniat mengakui kebohongannya. Dengan kesal, Sung-hee menyalahkan Pyung-joong atas semua kemelut yang terjadi.

Pembicaraan dengan Eun-sung membuat Woo-hwan merasa tidak bersemangat. Saat tengah berada di kafe milik Young-suk (Jung Suk-won), ia mendapat telepon dari Seung-mi. Lupa kalau hari itu adalah ultah Seung-mi, Woo-hwan mengajak Seung-mi untuk bertemu di kafe Young-suk...tempat dimana Eun-woo (Yun Joon-suk) berada.

Episode 27 :
Sambil menangis meraung-raung, Eun-sung (Han Hyo-joo) memeluk Pyung-joong (Jun In-taek) sambil memarahi sang ayah yang tidak menghubunginya. Lebih lanjut, Eun-sung mengatakan bahwa keputusannya pergi dari Korea adalah atas desakan Sung-hee (Kim Mi-sook).
Setelah tenang, Eun-sung menceritakan semua yang dialaminya pada Pyung-joong. Untuk memastikan, Eun-sung diminta menelepon Sung-hee, yang tengah kebingungan karena kehilangan Eun-woo (Yun Joon-suk). Beralasan kalau Eun-woo tengah sakit, Sung-hee meminta Eun-sung membatalkan keberangkatannya tanpa sadar kalau gadis itu telah bertemu Pyung-joong.
Dari pembicaraan selanjutnya, satu-persatu kebusukan Sung-hee terungkap. Eun-sung sempat heran ketika mendengar Pyung-joong sempat berkorespondensi email dengan seseorang yang mengaku sebagai dirinya, namun begitu melihat raut wajah Woo-hwan (Lee Seung-gi) yang berubah, ia sadar bahwa seseorang itu adalah Seung-mi (Moon Chae-won).
Untuk sementara, Eun-sung dan ayahnya ditampung di rumah nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung), yang sebelumnya memberitahu Young-ran (Yoo Ji-in) tentang apa yang terjadi supaya sang menantu tidak kaget. Oleh Nenek Jang, Young-ran diminta membujuk Sung-hee datang ke rumah demi memastikan keadaan Eun-woo yang masih misterius.
Saat mendengar kalau masalah yang dibicarakan tidak boleh diketahui Seung-mi, Sung-hee langsung bergegas datang. Bisa dibayangkan, bagaimana kagetnya wanita itu saat Nenek Jang memanggil Eun-sung dan Pyung-joong untuk muncul. Namun Sung-hee benar-benar wanita luar biasa, dengan dingin ia menepis tudingan Nenek Jang sambil menyebut kalau wanita tua itu tidak berhak menilai dirinya.
Ketika mendengar dari Young-suk (Jung Suk-won) kalau pemuda yang dipanggil sebagai Young-jae adalah orang asing, Woo-hwan langsung curiga kalau pemuda tersebut adalah Eun-woo yang dicari-cari selama ini. Secara tidak sengaja, Woo-hwan menemukan Eun-woo di sebuah gereja tengah bermain piano. Tidak bisa menahan rasa haru, Woo-hwan langsung memeluk Eun-woo (yang langsung protes).
Woo-hwan langsung membawa Eun-woo pulang kerumahnya. Begitu melihat kemunculan pemuda itu, Eun-sung dan Pyung-joong tidak bisa menahan diri dan langsung memeluk Eun-woo. Sadar bahwa semua masalah harus diselesaikan hingga tuntas, Nenek Jang menyuruh Woo-hwan menemani keluarga Go pergi ke apartemen Sung-hee.
Setelah membakar satu-persatu foto kenangannya bersama Woo-hwan sambil menangis tersedu-sedu, karena sadar pria itu tidak bisa lagi menjadi miliknya, Seung-mi sempat heran saat kembali ke apartemen dan melihat ibunya membereskan pakaian dengan tergesa-gesa. Jawaban dari pertanyaan itu muncul ketika keduanya membuka pintu, di hadapan mereka berdiri Pyung-joong, Eun-sung, dan Eun-woo.
Pyung-joong yang marah berniat memukul Sung-hee, namun dicegah oleh Eun-woo. Seung-mi yang tidak tahan lagi langsung berlari keluar, dan Eun-sung mengikuti dibelakangnya. Di bangku taman, Seung-mi dengan lesu mengaku bahwa dirinyalah yang menyamar sebagai Eun-sung dan saling berkirim email dengan ayah tirinya Pyung-joong. Ucapan Seung-mi membuat Eun-sung tidak bisa lagi menahan kemarahannya, ia langsung menampar gadis itu.
Sambil sesunggukan, Seung-mi cuma bisa pasrah ketika Eun-sung memarahinya. Dengan suara pelan, Seung-mi menyebut bahwa ia sebenarnya berniat unutk menyerahkan Eun-woo kepada sang saudara tiri namun semua berjalan tidak sesuai dengan rencana. Gadis malang itu juga menyebut bahwa arti Woo-hwan  sama besarnya dengan arti Pyung-joong bagi Eun-sung.
Meski sadar kalau dirinya salah, Sung-hee berusaha menutupi dengan balik menyalahkan Pyung-joong atas semua yang terjadi. Sementara itu, Seung-mi cuma bisa tersenyum lemah ketika Woo-hwan menegur sambil menyesali perbuatan gadis itu. Masih kesal dengan apa yang terjadi, Woo-hwan mendatangi kafe Young-suk dan meninju sahabatnya tersebut.
Berkat bantuan pengacara Park Tae-soo (Choi Jung-woo), Pyung-joong dan Sung-hee lolos dari tuntutan penipuan asuransi. Meski banyak yang tidak puas karena Sung-hee tidak mendapat hukuman, Nenek Jang sadar bahwa hukuman bagi seseorang tidak hanya didapat lewat penjara.
Walaupun kerap menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya, Sung-hee ternyata masih memiliki hati nurani. Sadar kalau apa yang dilakukannya sulit untuk diperbaiki lagi, ia mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya.




Episode 28 :
Berada di puncak gedung apartemen, Sung-hee (Kim Mi-sook) teringat akan sejumlah kekejaman yang dilakukannya dan memutuskan untuk bunuh diri. Saat nyaris melompat, Seung-mi (Moon Chae-won) tiba-tiba muncul dan berteriak supaya sang ibu tidak meninggalkannya sendirian.
Yang mengejutkan, Seung-mi nekat ingin mengikuti ibunya ke alam baka. Kenekatan sang putri membuat Sung-hee tersadar kalau hidupnya masih berarti bagi seseorang, ibu dan anak langsung berpelukan sambil menangis tersedu-sedu. Demi sang putri, Sung-hee memutuskan untuk menebus apa yang telah dilakukannya dan mengembalikan semua yang telah menjadi hak keluarga Go pada Pyung-joong (Jun In-taek).
Mendengar ucapan sang istri yang begitu pasrah membuat Pyung-joong terkejut, ia tidak menyangka kasih sayang seorang ibu bisa membuat Sung-hee kembali ke jalan yang benar. Sementara itu, Seung-mi memutuskan untuk menemui Eun-sung (Han Hyo-joo) dan Eun-woo (Yun Joon-suk). Menyadari kalau apa yang dilakukan sang ibu adalah demi dirinya, Seung-mi meminta maaf pada Eun-sung sambil meneteskan air mata.
Setelah itu, Seung-mi mendatangi restoran tempat Woo-hwan (Lee Seung-gi) bekerja dan meminta supaya pria itu melakukan satu hal dengan dirinya : naik bis bersama. Berterima kasih karena Woo-hwan telah ada disisinya selama beberapa tahun terakhir, Seung-mi meminta Woo-hwan menjaga Eun-sung dengan baik. Setelah pria itu turun, Seung-mi menganggukkan kepala sambil mengucapkan salam perpisahan untuk terakhir kalinya.
Setelah mengalami berbagai cobaan berat, Pyung-joong dan Eun-sung yang telah kembali bersatu sebagai keluarga (bersama Eun-woo) memutuskan untuk menjalani hidup baru. Tiba-tiba Pyung-joong teringat sesuatu, ia ingin Eun-sung menyelesaikan studinya di Amerika.
Di restoran, Eun-sung kaget melihat Woo-hwan hendak memukul seorang pria yang dikiranya sebagai seorang pelanggan. Namun begitu tahu orang tersebut adalah Young-suk (Jung Suk-won), Eun-sung langsung memukul pria itu dan membuat Woo-hwan terperangah. Setelah ditenangkan, Eun-sung ternyata datang untuk memberi kabar mengejutkan : ia diminta Pyung-joong untuk meneruskan studi di Amerika.
Sudah tentu Woo-hwan keberatan, namun alasan Eun-sung masuk akal : apa yang dilakukannya bukan cuma untuk dirinya melainkan juga demi Eun-woo, yang memerlukan tempat untuk mengasah bakat musiknya. Sempat tertekan, siapa sangka Woo-hwan mendapat tawaran dari nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) untuk menyusul sang kekasih.
Di tempat lain, ucapan Pyung-joong membuat Eun-sung tersadar, ia memutuskan untuk mendatangi kediaman Woo-hwan. Di saat yang sama, Woo-hwan juga memiliki niat yang sama, keduanya nyaris saja berselisih jalan kalau saja Eun-sung tidak nekat membuka kaca jendela bis dan berteriak memanggil pemuda itu.
Kaget melihat Eun-sung nekat menyeberang jalan di saat lalu-lintas padat, Woo-hwan langsung memeluk Eun-sung yang meminta supaya pemuda itu mau menunggunya. Sambil duduk di bangku taman, Woo-hwan menyebut kalau dirinya memutuskan untuk tinggal di Korea untuk menemani Nenek Jang.
Sebelum berangkat, Eun-sung bertemu dengan Jun-se (Bae Soo-bin) dan Hye-ri (Min Young-won) yang memutuskan untuk menerima tawaran bekerja di kapal pesiar. Saat berpisah, Eun-sung dan Jun-se berjabat tangan sambil mengharapkan masing-masing meraih kebahagiaan.
Di rumah Nenek Jang, kepala pelayan Pyo Sung-chul (Lee Seung-hyung) kembali menolak saat hendak dijodohkan. Akhirnya Nenek Jang, dan Young-ran (Yoo Ji-in) yang terperangah, akhirnya tahu apa alasan Pelayan Pyo menolak : selama ini, ia sudah terlanjur menyukai Young-ran.
Diwarnai oleh suasana canggung di meja makan antara Pelayan Pyo dan Young-ran, yang sudah tahu satu sama lain tentang perasaan masing-masing, Nenek Jang mengumpulkan penghuni rumahnya untuk menyampaikan satu keputusan penting : seluruh saham perusahaan Jin Sung miliknya akan dibagikan pada para karyawan. Diharapkan, tindakan itu bisa membuat perusahaan yang dirintisnya bisa terus bertahan dan tidak diambil-alih orang lain.
Malamnya di beranda rumah, Nenek Jang mengobrol dengan Woo-hwan. Rupanya, sang nenek sempat mendengar pengakuan Woo-hwan soal kecelakaan yang menimpa sang ayah belasan tahun sebelumnya. Keruan saja, Nenek Jang langsung menangis sambil memeluk Woo-hwan, ia merasa sangat sedih karena tahu betapa besar penderitaan yang selama ini disimpan sang cucu.
Apa yang terjadi pada Sung-hee dan Seung-mi? Setelah menginggalkan Seoul, keduanya memutuskan untuk tinggal di pinggir kota. Seung-mi memutuskan untuk bekerja sebagai guru, sementara ibunya Sung-hee menghabiskan waktunya dengan bekerja di sebuah toko bunga.
Woo-hwan rupanya benar-benar serius memastikan supaya Eun-sung selalu berada dalam pantauannya, ia menghabiskan waktunya dengan mentraktir Eun-woo, yang dipanggilnya sebagai adik ipar, dan meminta bocah itu untuk melapor bila ada pria yang berusaha mendekati Eun-sung di Amerika.
Sempat jengkel bercampur geli melihat sikap Woo-hwan terhadap Eun-woo, Eun-sung kembali ke rumah keluarga Nenek Jang untuk berpamitan. Berjanji akan kembali setiap ada kesempatan, Eun-sung memeluk Nenek Jang sambil meminta wanita tua yang sudah dianggap sebagai keluarga sendiri itu untuk menjaga kesehatannya.
Tinggal satu hal lagi yang harus dilakukan Eun-sung : kencan bersama Woo-hwan. Rupanya, pemuda itu mengajaknya untuk makan romantis di pinggir danau yang ternyata merupakan tempat terakhir Woo-hwan bertamasya bersama sang ayah. Keduanya berbagi tugas : Eun-sung memancing ikan sementara Woo-hwan memasak dan menyiapkan sayuran.
Sempat senang ketika Eun-sung memuji masakannya, wajah Woo-hwan langsung berubah saat mencicipi buatannya sendiri. Setelah makan, keduanya berjalan sambil bergandengan tangan ke pinggir danau. Wajah Woo-hwan langsung murung ketika mengingat Eun-sung bakal segera pergi, namun keceriaan gadis itu, ditambah ancaman yang disampaikan dengan cara kocak, mampu membuat Woo-hwan tersenyum.
Yang paling mengejutkan Woo-hwan adalah ketika Eun-sung membisikkan kata cinta, ia sempat terkesima dan meminta Eun-sung untuk kembali mengulangi perkataannya. Apa yang dilakukan Eun-sung ternyata lebih dari itu, ia langsung menarik kepala Woo-hwan dan mencium bibir pria itu, yang langsung disambut oleh Woo-hwan.













Cre  :  www.indosiar.com

No comments:

Post a Comment