Thursday, December 3, 2009

Kdrama Sassy girl Chun-Hyang


Sutradara : Ji Byeong-hyeon
Produksi : KBS
Penulis : Hong Jeung-uen & Hong Mi-ran
Durasi : 17 episode @ 1 jam
Pemain : Han Chae-young, Jae Hee, Uhm Tae-woong

Episode 1 :
Legenda Chun-hyang telah dikenal di Korea diawali dengan gadis bernama Sung Chun-hyang yang 'disandera' oleh tuan tanah Byun Hak-do, usaha sang kekasih Lee Mong-ryong untuk menyelamatkannya ternyata percuma karena Chun-hyang berhasil meringkus musuh-musuhnya.
Di masa kini, Chun-hyang adalah gadis miskin yang harus bekerja sambilan demi menghidupi keluarganya. Lewat sebuah insiden di taman kota, ia bertemu dengan Mong-ryong. Pertemuan itu berbuntut pertengkaran, karena Chun-hyang merusak ponsel pemuda itu.
Setelah sempat terjadi beberapa kali kejar-kejaran, keduanya kembali bertemu di diskotik. Mong-ryong sempat marah ketika tahu Chun-hyang menerima telepon dari Chae-rin wanita yang disukainya saat masih bersekolah ditempat lama, namun ternyata gadis itu tidak seburuk yang disangka.
Saling membenci satu sama lain, lagi-lagi mereka bertemu di sekolah, Mong-ryong pindah kesana dengan status siswa pindahan. Dari musuh, pelan-pelan keduanya mulai menjalin persahabatan, terutama setelah pemuda itu menolong Chun-hyang yang diganggu sekelompok preman.
Episode 2 :

Panik melihat kemunculan sang ayah, Mong-ryong langsung mengambil langkah seribu dan tidak berani pulang kerumah. Setelah berembuk dengan Chun-hyang, keduanya memutuskan untuk mendatangi langsung si pemilik tas yang dicuri untuk menjelaskan semuanya.
Namun saat masuk kedalam, Chun-hyang salah-paham dengan Hak-do yang merupakan pemilik tas yang hilang tersebut sehingga dirinya diusir keluar. Belakangan, Mong-ryong dan sahabatnya Ji-hyuk baru sadar kalau semua yang terjadi adalah ulah kelompok preman yang pernah bertengkar dengan mereka sebelumnya.
Di kantor polisi, Chun-hyang terpaksa mengaku kalau Mong-ryong sepanjang malam berada bersamanya. Siapa sangka, niat baik tersebut malah membuat kedua orang tua mereka shock, dan memutuskan untuk menikahkan keduanya. Keadaan jadi bertambah kacau setelah satu sekolah mengetahui skandal tersebut akibat kecerobohan Dan-hee dan Ji-hyuk di ruang siaran.
Chun-hyang dan Mong-ryong sempat berpura-pura bertingkah tidak sopan saat kedua keluarga bertemu, namun kedok mereka terbongkar oleh ayah pria itu yang diam-diam mendengarkan pembicaraan. Kesialan Chun-hyang semakin lengkap setelah ia kembali bertemu Hak-do ditaman kota.
Episode 3 :

Tanpa menghiraukan Chun-hyang, Mong-ryong langsung berlari menyusul Chae-rin di luar untuk memberi penjelasan. Meski hatinya sakit, gadis itu memutuskan untuk terus mendukung sang calon suami dengan terus berada disamping Mong-ryong.
Namun, kelakuan pemuda itu membuat sang ayah memberi peringatan supaya nilai-nilai pelajarannya bisa meningkat drastis. Hal ini tentu saja membuat Mong-ryong kelabakan, iapun mulai kelabakan mengumpulkan bantuan mulai dari Chun-hyang sampai sekelompok siswa pintar disekolahnya. Tidak hanya itu, ia bahkan bertaruh kalau bisa memperbaiki peringkat di sekolahnya.
Chae-rin yang putus cinta mulai berpikir untuk kembali ke Mong-ryong, namun saat menelepon niat tersebut diurungkan karena yang mengangkat adalah Chun-hyang. Belakangan kerja keras pemuda itu membuahkan hasil maksimal, namun lonjakan tersebut malah membuatnya dicurigai mencontek.
Namun, lagi-lagi Chun-hyang tampil sebagai pembela dan membebaskan Mong-ryong dari tuduhan dengan sejumlah bukti-bukti kuat, meski itu berarti gadis itu harus rela mempermalukan diri sendiri didepan sekolah dan guru-guru. Hubungan mereka yang mulai dekat mulai terganggu ketika Chae-rin 'berulah', sehingga Mong-ryong harus menginap di rumah gadis cantik itu.
Episode 4 :

Namun, pementasan tersebut dipuji oleh Hak-do yang terus menyaksikan sejak awal acara. Sayang, Chae-rin kembali jadi penghalang hubungan Chun-hyang dan Mong-ryong. Meski berencana pergi, akhirnya pria itu menemani sang istri saat mencari dompetnya yang hilang.
Aksi Chae-rin tidak hanya berhenti sampai disitu, ia terus berusaha menunjukkan keakrabannya saat pergi bertiga. Namun, pertengkaran Mong-ryong dan Chun-hyang, yang nyaris tertabrak motor, membuatnya sadar ada sesuatu diantara pasangan itu. Kesal dengan sikap sang suami, Chun-hyang ganti membalas dengan pergi bersama beberapa pria ke sebuah diskotik.
Bisa ditebak, Mong-ryong yang diam-diam cemburu terlibat adu mulut yang akhirnya berubah jadi perkelahian massal. Hak-do yang muncul untuk menolong sempat jengkel dengan sikap pemuda itu, namun terdiam saat tahu bahwa Mong-ryong adalah suami sah Chun-hyang.
Keesokan harinya, Mong-ryong menemani sang istri dan ibu mertuanya mengunjungi makam almarhum ayah Chun-hyang. Karena suatu hal, keduanya terpaksa bermalam di sebuah penginapan didekat makam. Lagi-lagi pertengkaran terjadi saat malam tiba, namun hal itu disusul oleh keakraban keduanya di bawah nyala api unggun.
Episode 5 :

Chae-rin memanfaatkan setiap kesempatan yang dimiliki untuk memikat Mong-ryong, namun pemuda itu tetap berusaha merayakan keberhasilannya bersama Chun-hyang. Malang bagi gadis itu, ibu Mong-ryong kurang menyukainya, bahkan sempat protes ketika tahu kuliah Chun-hyang dibiayai.
Terjepit dalam kondisi serba salah, Mong-ryong malah 'memaksa' Chun-hyang untuk meminjam mobil sang ayah. Ketika pergi berempat dengan Dan-hee dan Ji-hyuk, sesampai di Seoul lagi-lagi Chae-rin muncul dan merusak acara. Karena salah-tingkah, Chun-hyang berusaha menghindar dan menemui Hak-do dalam sebuah acara makan malam.
Ketika menjemput sang calon istri, Mong-ryong langsung merengut saat tahu Chun-hyang berada dengan Hak-do, namun 'ajakan' sang ajuhssi ke tempat peristirahatan tidak mampu ditolaknya. Berada disana dalam jumlah lima orang, Chae-rin terang-terangan menunjukkan sifat permusuhannya pada Chun-hyang.
Saat bermain ski bersama, Chae-rin yang panas melihat Mong-ryong menolong Chun-hyang pura-pura cedera sehingga perhatian pemuda itu teralih. Malang nasib Chun-hyang, ia harus berjuang sendiri untuk kembali ke penginapan. Tidak hanya itu, Chae-rin dengan terang-terangan meminta supaya Chun-hyang melepas Mong-ryong.
Episode 6 :

Pulang dalam keadaan lemah, Chun-hyang terbaring pingsan didepan pintu pagar tepat pada saat ayah Mong-ryong (yang sedang berlatih membelah apel) menyambutnya. Saat menelepon sang putra, Chae-rin yang mengangkat tidak menyampaikan pesan bahwa Chun-hyang sakit kepada Mong-ryong.
Saat sampai dirumah, Mong-ryong mendapat tamparan keras dari sang ayah. Dalam pembicaraan mengenai masa depan mereka, inspektur polisi tersebut tidak setuju rencana pernikahan mereka dibatalkan. Sempat mengacuhkan Chun-hyang saat pamit pergi, pemuda itu mencegat sang calon istri didepan rumah dan mengemukakan sejumlah alasan untuk menahannya.
Namun, tekad Chun-hyang, termasuk untuk tidak membiarkan biaya kuliahnya ditanggung keluarga Mong-ryong, sudah bulat, ia nekat berangkat sendirian ke Seoul dan sempat bertemu Hak-do dan Chae-rin. 'Dijemput' Mong-ryong di stasiun, keduanya pergi minum bersama. Dalam keadaan setengah mabuk, pemuda itu mengungkapkan harapannya supaya Chun-hyang menganggapnya lebih dari teman.
Sebelum berpisah, Mong-ryong melakukan hal yang tak terduga yaitu memeluk Chun-hyang. Tidak menyangka itulah pertemuan terakhir, pemuda itu kaget saat tahu dari Chae-rin kalau calon istrinya batal mendaftarkan diri di universitas.
Setelah beberapa waktu berlalu, Mong-ryong yang terus ditempel Chae-rin tidak bisa melupakan Chun-hyang. Sebuah gantungan yang khas membuat pemuda itu teringat lagi, ia langsung bergegas ke sebuah toko namun gagal menemukan Chun-hyang disana.
Episode 7 :

Mendatangi rumah Chun-hyang, Mong-ryong semakin merasa tidak enak saat ibu gadis itu (yang dalam keadaan mabuk) menuding pemuda itu sebagai penyebab anaknya gagal kuliah. Penasaran dengan Hak-do, Mong-ryong berusaha mencari tahu tentang 'kehebatan' sang ajuhssi dari Chae-rin.
Hak-do sendiri tidak tanggung-tanggung saat menunjukkan perhatiannya, ia menyuruh anak buahnya membantu saat Chun-hyang nyaris batal berjualan karena turun salju. Ingin Chun-hyang kembali, ayah Mong-ryong (yang akhirnya berhasil membelah apel dengan samurai!!) mendatangi ibu gadis itu dan memintanya supaya membujuk Chun-hyang supaya bisa kuliah lagi.
Sadar tidak bisa menerima barang pemberian Hak-do, Chun-hyang mendatangi kantor pria itu dan mengembalikan semuanya. Tidak menyerah, Hak-do mengajak Chun-hyang datang ke sebuah pesta. Namun diam-diam, ia mengatur supaya Chae-rin juga diundang.
Kembali ke kota asal untuk menghadiri pernikahan guru mereka, Chun-hyang dan Mong-ryong mengalami sejumlah kejadian unik yang membuat mereka malu. Namun dibalik semua itu (ditambah 'dorongan' Dan-hee dan Ji-hyuk), keduanya kembali bernostalgia dengan masa saat masih bersama. Sayang rencana itu buyar setelah Mong-ryong menerima telepon dari Chae-rin.
Saat pesta, Mong-ryong (yang datang bersama Chae-rin) kecewa melihat Chun-hyang muncul dengan Hak-do. Dalam sebuah kecelakaan, pemuda itu menolong Chun-hyang namun (karena gelap-gulita) dikira sebagai Hak-do. Begitu keadaan kembali normal, gadis itu baru sadar bahwa orang yang telah menyelamatkannya dari lampu yang terjatuh adalah Mong-ryong.
Episode 8 :

Melihat Mong-ryong menunjukkan gelagat 'tidak baik', Chun-hyang mengajak Hak-do keluar agar bisa mengobrol lebih leluasa. Saat pria itu pulang, Chun-hyang mengancam dan mengatakan kalau dirinya sudah berubah.
Sempat membuat masalah, Mong-ryong terkejut melihat Chun-hyang berubah baik (belakangan ia baru tahu kalau diminta untuk menjadi guru bagi anak pemilik gedung yang ingin masuk Universitas Seoul). Mereka tidak sadar bahwa gerak-gerik mereka terus dipantau oleh ibu Chun-hyang, yang kemudian melapor ke ayah Mong-ryong.
Usaha kedua orang tua itu cukup berhasil (meski sempat diwarnai oleh kelucuan), Chun-hyang dan Mong-ryong kembali dekat. Namun lagi-lagi Chae-rin, yang mendapat informasi dari Hak-do, muncul didepan rumah gadis itu dan merusak semuanya. Seolah belum puas, dengan caranya gadis itu berusaha 'memfitnah' Chun-hyang yang hendak menjual aksesoris buatannya.
Bertemu dan minum berdua dengan Hak-do, Mong-ryong mengungkapkan kalau dirinya tidak akan melepas Chun-hyang dan hendak memulai hubungan mulai dari awal. Kepada mantan calon istrinya, pria itu mengatakan sanggup menjual semua aksesoris yang dibuat dengan imbalan tiga permintaan. Sukses berjualan dikampus, Mong-ryong diminta Chae-rin untuk mengakhiri hubungannya dengan Chun-hyang.
Dirumah, Chun-hyang memenuhi dua permintaan sekaligus yaitu memijat dan kencan seharian dengan Mong-ryong. Saat gadis itu dalam keadaan setengah mabuk, lagi-lagi Mong-ryong harus meninggalkannya karena 'dipanggil' Chae-rin.
Episode 9 :

Yang membuat Mong-ryong kesal, Chun-hyang sama sekali tidak mengingat kejadian itu keesokan paginya. Ia bahkan sempat menanyakan masalah itu pada Hak-do saat bertemu. Melihat keakraban keduanya, Mong-ryong menunduk sedih dan beringsut pergi.
Sempat menggunakan jasa dukun untuk mencari sang putra, ibu Mong-ryong baru tahu anaknya tinggal di rumah Chun-hyang dari Chae-rin. Dasar apes, meski sudah berurai air mata ia gagal membujuk suaminya supaya Mong-ryong bisa kembali kerumah. Disantroni oleh sang 'ibu mertua', Chun-hyang yang merasa tidak enak 'meminta' mantan calon suaminya itu untuk kembali kerumah.
Tidak tega melihat Chun-hyang hidup susah, ayah Mong-ryong menyerahkan uang yang diaku sebagai uang yang sempat diambil dari gadis itu. Saat mengunjungi toko baru itu, pria setengah baya yang melihat kehadiran anaknya 'berpesan' supaya Mong-ryong bisa membawa Chun-hyang bila pulang nanti.
Meski kemarahannya nampak reda, rupanya ayah Mong-ryong masih penasaran dengan nasib pedang kesayangannya. Setelah mencari kesana-kemari, ia nyaris pingsan saat tahu pedang itu telah dijual ke Jerman, kejengkelannya terhadap sang putra timbul lagi.
Bersama Hak-do, Chae-rin mulai bersiasat untuk memisahkan Chun-hyang dan Mong-ryong. Langkah pertama adalah mengajak rivalnya itu bekerja sama. Tidak sadar dirinya dijebak, Chun-hyang mengiyakan tawaran itu.
Episode 10 :

Berjalan dengan perasaan hampa, Mong-ryong sempat ragu-ragu saat hendak mengetuk pintu Chun-hyang namun ia terpaksa masuk berkat 'dorongan' dua sahabatnya. Saat bertemu, ia mengajak Chun-hyang untuk berbicara berdua.
Tanggapan gadis itu luar biasa dingin, Chun-hyang mengaku kalau bisa jadi dirinya mencintai Hak-do. Hal itu (dengan melawan hati nurani) dibuktikan keesokan harinya dengan mengiyakan ajakan sang ajuhssi pergi berkencan. Mong-ryong yang mendapat laporan dari Dan-hee dan Ji-hyuk langsung berpikir yang bukan-bukan.
Ia tidak tahu kalau didalam bioskop, Chun-hyang menonton dengan setengah hati. Meminta nasehat dari biro konsultasi, Mong-ryong malah mendapat sejumlah nasehat 'aneh'. Meski begitu perasaannya ke Chun-hyang tidak berubah, ia tetap memperhatikan gadis itu dan menyelimutinya saat tertidur.
Paginya Chae-rin lagi-lagi muncul di toko, dan meminta supaya Chun-hyang mengusir Mong-ryong keluar dari rumah gadis itu. Tidak berbeda dengan Chae-rin, Hak-do juga terus mendesak Chun-hyang untuk meminta Mong-ryong pergi.
Malamnya, Chun-hyang mengajak Mong-ryong keluar minum. Saat berbicara berdua, dengan mengeraskan hati ia meminta pemuda itu pergi secepatnya. Pengusiran itu membuat Mong-ryong sedih luar biasa, sebelum pergi ia meninggalkan gantungan kunci dan sepucuk surat untuk Chun-hyang.
Episode 11 :

Namun karena gugup campur terkejut, Mong-ryong malah berubah kasar saat Dan-hee dan Ji-hyuk muncul, sehingga Chun-hyang marah-marah. Paginya, gadis itu menitipkan pesan di wiper mobil Hak-do namun secara tidak sengaja malah membuat alarm mobil pria itu berbunyi.
Dengan sikap dingin, Hak-do mengajak Chun-hyang ke sebuah kafe. Sia-sia usahanya menahan gadis itu, dengan tegas Chun-hyang mengatakan kalau dirinya mencintai Mong-ryong. Melihat perkembangan yang tidak menggembirakan itu, Hak-do memutuskan untuk membatalkan kepergiannya ke Jepang.
Perubahan 'status' mereka membuat Chun-hyang dan Mong-ryong salah-tingkah, godaan pemuda itu supaya mereka berpacaran secara normal membuat gadis itu naik pitam dan menendangnya (berkat kejadian di sebuah gang). Paginya, Chae-rin 'memikat' Mong-ryong untuk pergi bersamanya. Namun sama seperti Hak-do, usaha gadis ini sia-sia.
Saat malam tiba, Chae-rin kembali berulah untuk menahan Mong-ryong, namun kali ini Chun-hyang tidak tinggal diam. Ia langsung membanting ponsel Mong-ryong, menginjaknya, dan membuat Chae-rin kehabisan kata-kata. Diluar, gadis itu mengancam sang kekasih untuk tidak menemui rivalnya itu. Mong-ryong hanya terbengong-bengong melihat perubahan Chun-hyang.
Episode 12 :

Melihat perkembangan yang menggembirakan, ayah Mong-ryong mengusulkan supaya Chun-hyang dan anaknya menikah namun ditolak. Gadis itu mengatakan ingin memulai semuanya dari awal, Mong-ryong hanya mengangguk-angguk mengikuti.
Setelah menemui Hak-do dan menandaskan dirinya hanya mencintai Mong-ryong, Chun-hyang didatangi oleh ayah kekasihnya. Yang menarik, disaat sama ibu Mong-ryong, yang oleh Chae-rin diyakinkan bahwa Chun-hyang berselingkuh, juga menemui putranya untuk membujuk Mong-ryong meninggalkan gadis itu.
Bertekad mencari ibu 'mertuanya', Mong-ryong malah dikerjai nenek Chun-hyang (yang jengkel cucunya diperlakukan 'buruk') yang memintanya mengerjakan setumpuk pekerjaan berat. Malamnya saat menyusul, Chun-hyang hanya bisa tersenyum melihat sang 'suami' mengeluh. Yang lebih membuat Mong-ryong kesal, keinginannya untuk berduaan mendapat hambatan dari sang nenek.
Namun saat malam, Chun-hyang mengendap keluar kamar dan menemui Mong-ryong yang sedang menyiapkan api unggun. Dibawah sinar bulan, keduanya berciuman dengan mesra (meski awalnya gugup). Hanya berselang sehari, kebahagiaan itu dirusak oleh ibu Mong-ryong, yang dengan aktingnya berhasil meyakinkan sang anak untuk pulang.
Bertekad menggunakan segala cara untuk memisahkan putranya dengan Chun-hyang, wanita setengah baya itu dan sang suami malah salah sangka mengira Chun-hyang telah hamil. Bisa ditebak, reaksi mereka (terutama ayah Mong-ryong) berubah drastis. Hal itu malah dimanfaatkan Mong-ryong untuk 'menjarah' barang-barang rumahnya.
Episode 13 :

Senang karena Chun-hyang telah mengutarakan perasaannya ke (nyaris) semua orang, Mong-ryong dengan setengah merajuk meminta supaya gadis itu mengutarakan cinta kepadanya. Menuruti permintaan gadis itu membelikan es krim, usaha Mong-ryong mendapat pengakuan gagal total.
Setelah membuat kartu undangan pernikahan, keduanya mulai menugaskan Dan-hee dan Ji-hyuk untuk membagikannya. Ulah Dan-hee memanasi Chae-rin menjadi masalah baru, Hak-do yang mengetahui masalah pernikahan itu menyantroni Mong-ryong dan mengancam bisa melakukan apa saja untuk membatalkan pernikahan tersebut.
Ketika foto bersama dengan pakaian pengantin, Chun-hyang secara tidak sengaja memecahkan pigura foto tersebut yang seolah menjadi pertanda hubungan mereka bakal kembali diuji. Benar saja, tak lama kemudian Chun-hyang mendapat pesanan dalam jumlah banyak.
Tahu itu ulah Hak-do, Mong-ryong mendatangi kantor pria itu dan dengan setengah menyindir mengucapkan terima kasih. Dilapangan parkir, niat pemuda itu menyelamatkan seorang gadis malah membuatnya dituduh sebagai pemerkosa. Bisa ditebak, semua itu adalah ulah Hak-do.
Episode 14 :

Tidak menyerah, Chae-rin mendatangi Chun-hyang, membeberkan semuanya, dan meminta gadis itu untuk melepas Mong-ryong. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini motivasi Chae-rin murni karena tidak ingin Mong-ryong terluka.
Jebakan untuk Mong-ryong ternyata sudah disusun rapi oleh Hak-do, yang tujuannya adalah memisahkan pemuda itu dan Chun-hyang. Sadar kalau keselamatan kekasihnya dalam bahaya, Chun-hyang terpaksa menandatangani surat cerai untuk menyelamatkan suaminya.
Namun, bukan Mong-ryong namanya kalau menyerah begitu saja. Setelah sempat berdebat dengan sang ayah, ia melakukan penyelidikan sendiri dan berhasil menyimpulkan bahwa Hak-do biang keladinya. Keduanya nyaris terlibat baku pukul kalau saja Chun-hyang tidak memisahkan.
Mong-ryong tidak sadar bahwa Chun-hyang telah tahu semuanya, dan mulai frustrasi saat gadis itu (pura-pura) tidak mempercayainya. Selain surat cerai, Hak-do ternyata telah menyiapkan pertunangan dan membawa Chun-hyang ke luar negeri. Saat diantar pulang, fakta seputar kalung dan 'hilang'nya samurai ayah Mong-ryong terkuak.
Episode 15 :

Saat berkemas, Chun-hyang mendengar Mong-ryong mabuk berat dari Ji-hyuk dan langsung menyusul ke bar. Sambil terisak, ia memeluk tubuh pria yang tertidur itu dan menyimpan foto kenangan mereka berdua yang ada disana.
Paginya, Mong-ryong yang bertanya kepada pemilik bar baru sadar kalau foto tersebut telah diambil Chun-hyang. Berpacu dengan waktu, pemuda itu menyusul ke bandara dan tiba tepat pada saat Chun-hyang hendak masuk ke kabin bersama Hak-do. Sebelum pergi, gadis itu meminta supaya Mong-ryong bisa tabah dan bertahan sampai mereka bertemu lagi.
Diatas pesawat, Hak-do yang mengira sudah menang terkejut saat Chun-hyang menghilang dan meninggalkan kalung serta surat. Dalam selembar kertas itu, Chun-hyang mengatakan akan menghilang dari hadapannya dan Mong-ryong.
Tak terasa, beberapa tahun telah berlalu. Mong-ryong kembali ke dunia lamanya : mabuk-mabukan di sebuah bar dan membuat onar. Apakah itu yang dilakukannya selama ini? Ternyata tidak, hal itu hanya penyamaran belaka, kini pemuda itu telah menjelma menjadi seorang jaksa.
Dikoran, ia melihat foto Hak-do yang kembali ke Korea dan kenangan akan kejadian dulu kembali tersirat. Rupanya, pria itu masih belum membeberkan kejadian sebenarnya tentang Chun-hyang yang menghilang. Ji-hyuk dan Dan-hee akan segera menikah, sementara ayah Mong-ryong menjadi seorang guru bela diri dan berhasil membelah apel dengan pedang.
Episode 16 :

Di pesta pernikahan, Mong-ryong hanya bisa tersenyum pahit saat melihat Chun-hyang tidak ada. Dasar konyol, ia masih sempat mengerjai Dan-hee, serta sengaja tidak mau melihat saat nama Chun-hyang disebut. pria itu tidak sadar kalau gadis itu benar-benar datang.
Mong-ryong sendiri sebenarnya nyaris saja bertemu Chun-hyang saat mobil gadis itu menghalangi mobilnya, namun di detik-detik terakhir ia diminta kembali ke ruang pesta untuk foto bersama. Justru Hak-do yang pertama melihat keberadaan Chun-hyang, saat gagal ia mengutus asistennya untuk melacak keberadaan wanita yang telah lama ditunggunya itu.
Dasar nasib, keduanya saling berbicara di telepon tanpa sadar satu sama lain karena mobil Mong-ryong terserempet. Chun-hyang yang mengutus asistennya malah mengalami masalah setelah asistennya itu, yang dikira sebagai informan Mong-ryong, diculik oleh segerombolan penjahat.
Beruntung Mong-ryong dan pihak berwajib membebaskan pria itu. Diminta untuk menjemput sang asisten di kantor polisi, ditengah jalan Chun-hyang dicegat dan dibawa ke Hak-do. Pria itu kembali mengingatkan kalau Mong-ryong masih bisa 'dikerjai', sehingga Chun-hyang terpaksa merencanakan lari untuk kesekian kalinya.
Saat kembali keruangannya, Mong-ryong terkejut melihat fotonya saat berdua dengan Chun-hyang dan baru sadar kalau majikan pria yang dibebaskannya tak lain adalah kekasihnya itu. Dari situ ia juga tahu kalau selama ini Hak-do berbohong.
Episode 17 :

Melihat ayah-ibunya muncul, Mong-ryong langsung menyembunyikan Chun-hyang kedalam mobil dan beralasan kalau gadis itu adalah istri orang yang kedapatan berselingkuh. Dalam perjalanan, Chun-hyang mengarang cerita kalau cintanya dengan Hak-do kandas ditengah jalan.
Tiba di 'tempat tinggal'nya, Chun-hyang mengakui asistennya Dong-soo sebagai suaminya supaya Mong-ryong pergi. Namun pemuda itu tidak kalah cerdik, mau tidak mau Chun-hyang yang iba memperbolehkannya menginap. Masalah mulai muncul ketika untuk mengelabui, gadis itu berkeras ingin tidur di kamar sang asisten, yang sebenarnya memiliki pacar.
Saat pagi tiba, Mong-ryong yang sudah mengemudikan mobilnya pergi mendadak kembali dan meminta supaya diperbolehkan kembali kesana. Rupanya, ia sudah tahu kalau Chun-hyang berbohong. Sadar kedoknya bakal terbongkar, gadis itu memutuskan untuk meneruskan pelariannya, kali ini keluar negeri.
Sempat dicegat Hak-do yang kemudian pergi, Chun-hyang bernasib apes dan berdebat mengenai harga tiket pesawat. Tak lama setelah itu, Mong-ryong mendadak muncul. Meski senang, namun ia berdalih ada disana untuk mengajak Dong-soo pergi.

Episode 18 :

Saat bertemu dengan Hak-do dan Dan-hee, Mong-ryong hanya tersenyum saat wanit itu mengatakan berharap bisa bertemu Chun-hyang. Dengan gerak cepat, ia menyusul Chun-hyang, menariknya kedalam taksi, dan kembali berkumpul bersama.
Didepan teman-temannya, Chun-hyang masih tetap membela Hak-do dan sempat trenyuh melihat Mong-ryong masih menyimpan gantungan pemberiannya. Teringat pada ancaman Hak-do, Chun-hyang meninggalkan ketiganya dan kembali kerumah. Saat pulang, ternyata Hak-do telah menunggunya.
Mong-ryong yang menyusul menunggu didalam kamar Chun-hyang, dan dari laci gadis itu, ia mendapatkan sejumlah barang yang membuktikan bahwa Chun-hyang sama sekali tidak pernah melupakan dirinya. Chun-hyang yang muncul bersama Hak-do kaget melihat Mong-ryong, usaha gadis itu untuk berpura-pura sudah percuma karena sang kekasih telah mengetahui segalanya.
Sadar ada sesuatu yang tidak beres, Hak-do memerintahkan asistennya untuk menyelidiki perusahaan yang ingin mengajaknya kerja sama. Mendengar Mong-ryong sedang melakukan investigasi yang bisa berhubungan dengan Hak-do, Chun-hyang memutuskan pergi ke Seoul dan membujuk pria itu karena ia tidak ingin Mong-ryong celaka.
Menginap dirumah Dan-hee, Chun-hyang menemui Hak-do, yang telah menolak tawaran kerja sama, dan meminta maaf atas semua yang terjadi. Mong-ryong sendiri dicegat ditengah jalan, namun dasar keras kepala, pria berprofesi jaksa itu ngotot ingin meneruskan penyelidikan.
Episode 19 :

Saat bernegosiasi, asisten Hak-do mengkhianati majikannya dan dipaksa untuk mengeluarkan 'senjata rahasia'nya. Dalam keadaan terdesak,rekaman itu akhirnya dikirim ke kepolisian dan dilihat Mong-ryong.
Tidak hanya Mong-ryong, Chun-hyang juga mendapatkan rekaman tersebut dan langsung mendatangi Hak-do. Setelah sebelumnya juga didatangi sang rival, Hak-do hanya bisa tersenyum miris saat tahu Mong-ryong dan Chun-hyang memberi jawaban sama : keduanya tidak lagi mau menuruti 'ancaman' sang ajuhssi (paman).
Bisa ditebak, bukti video tersebut dibawa ke konferensi pers untuk menjatuhkan Mong-ryong. Namun diluar di luar dugaan, ditengah persidangan Hak-do mengeluarkan video yang membuktikan 'rival'nya tidak bersalah. Meski merasa sedikit bersalah pada pria itu, Chun-hyang meneteskan air mata bahagia karena akhirnya bisa kembali bersama Mong-ryong.
Merasa dikhianati, pimpinan penjahat menculik Chun-hyang dan memaksa Hak-do menuruti kemauannya. Pria itu tidak kalah cerdik, ia merekam pembicaraan mereka sehingga polisi bisa menggulung para penjahat. Saat hendak diselamatkan, Chun-hyang tergelincir dan jatuh dari puncak gedung.
Melihat kekasihnya jatuh, Mong-ryong langsung lompat menyusul. Beruntung, keduanya jatuh di bantal pengaman sehingga tidak cedera. Sempat 'berulah' keesokan harinya, Chun-hyang terkejut ketika Mong-ryong menciumnya, dan langsung mengiyakan ketika dilamar.
Di hari pernikahan masalah kembali terjadi, mobil yang membawa Mong-ryong mengalami kemacetan sehingga Chun-hyang marah-marah. Terpaksa, jaksa itu harus lari sekuat tenaga sampai gereja. Di pintu, keduanya sempat bertengkar lebih dulu sebelum mengucapkan janji setia (setelah 10 tahun menempuh lika-liku) untuk semakin menguatkan cinta mereka.


TAMAT


Sumber : www.indosiar.com

No comments:

Post a Comment